BAB IX. BIODATA SINGKAT HJ.WARTINY BINTI H.KEMAN.

Mama

A. Nama lengkap

     Hj.Wartiny binti Keman.
      Ibunya bernama Hj.Rakyah binti Wamad.
     Panggilan sehari hari dalam keluarga adalah Warti.

B.Tempat dan tanggal Lahir.
    Lahir di Mangul , 4 km dari kota Lahat kecamatan Kota Lahat Kabupaten Lahat,Propensi Sumatera selatan. Pada tanggal 24 Pebruari 1944.

C.Pendidikan.
     SD VI Tahun.
     SMP
     SMA.
     Mengikuti berbagai Kursus dan penataran baik yang diselnggarakan oleh dinas Pos dan Giro maupun atas biaya sendiri seperti Kursus jahit-menjahit, kursus bahasa Inggris, Kursus keterampilan dalam bidang hias menghias, potong rambut dan berbagai keterampilan untuk dalam bidang kecantikan dan potong rambut, Kursus keterampilan dalam bidang pengurusan rumah tangga. Dari dinas kursus dan penataran bidang  management, organisasi , pengetahuan umum  dan kemasyarakatan, penataran bidang keuangan, administrasi, pendidikan anak, dll.

D.Tanggal dan tempat menikah.
      Menikah di Manggul malam minggu tanggal 39/31 Mei 1964 jam 19.30. bertepatan dengan tanggal 18/19 Muharam 1384 H.

E.Lain-lain.

         1.Walaupun pendidikannya hanya sampai Sekolah menengah tingkat atas, tetapi aku sangat bangga, karena dia cerdas, cekatan serta sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Mudah mengadoptasi dengan lingkungan serta ramah dalam bergaul, sehingga tidak heran walaupun bawahannya dalam organisasi ada yang pendidikannya sarjana,
dengan mudah saja isteri saya ini menundukkannya serta merekapun menurut dan patuh.

     Sama sekali tidak tampak bahwa ia hanya pendidikannya setingkat Sekolah Menengah atas [SMA], tetapi yang tampak melebihi dari itu semua serta berwibawa. Ini terbukti pada waktu dia memimpin Periska Postel di Lahat, dan Dharma Wanita Pos dan Giro Sumatera bagian Selatan di Palembang yang membawahi, Dharma Wanita Pos dan Giro di 4 Propensi yakni Sumatera Selatan, Lampung , Jambi dan Bengkulu.. Dan pada waktu dia memimpin Dharma Wanita Pos dan Giro di Semarang yang membawahi 2 propensi yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sama sekali tidak ada kecangungan dan keraguan. Baik ketika bergabung dengan Dharma Wanita Parpostel dimana ke tiga unsur Pariwisata Pos dan Telekomikasi, maupun dengan Pemerintah Daerah setempat. Dia selalu ditunjuk pada jabatan yang yang cukup strategis dan penting yakni Wakil Ketua Dharma Wanita Unit Parpostel merangkap pula Ketua Bidang Keuangan.

     Begitu Juga ketika di Bandung dia ditunjuk sebagai Wakil Ketua-I Sub Unit Dharma Wanita Direktorat Operasi, merangkap Ketua seksi Usaha di Dharma Wanita Unit Kantor Pusat Perum Pos dan Giro. Kemudian ditunjuk sebagai Ketua Sub Unit Dharma Wanita Non Diroktorat, merangkat   Ketua Seksi Pendidikan Unit Dharma Wanita Kantor Pusat Perum Pos dan Giro di Bandung.

      Pada waktu kami melakukan perjalanan Tour kami ke Amerika, dia diminta untuk menperkenal diri pada rombongan sesama Tour. Dia sangat tanggap tanpa ada rasa rendah diri serta dapat menjawab semua yang ditanyakan kepadanya dengan lancar dalam bahasa Inggeris tanpa canggung padahal yang ikut tour itu dari segala bangsa . Pada waktu itu kanda H.Muhammad menyaksikannya sendiri dan oleh sebab itu hal selalu diceritakannya kepada orang lain kalau dia diminta menceritakan pengalamannya selama Tour ke Amerika.

  2. Hj.Wartini ini memang gemar serta rajin dalam mengikuti kegiatan organisasi baik dilingkungan Perum Pos dan Giro, maupun dilingkungan yang lebih luas lagi . Khususnya organisasi kewanitaan. Memang sangat banyak pengalaman dan pengetahuan yang didapat dalam ikut berorganisasi, baik yang berkaitan dengan pengetahuan khusus [ keterampilan untuk ibu-ibu] maupun pengetahuan umum [meliputi bidang organissasi, pengetahuan umum, kesehatan, politik, keagamaan, bahasa serta yang lain-lainnya].
           Oleh sebab itu dia sangat membantu karierku sebagai pejabat Pos yang kala itu isteri ikut dinilai apabila seseorang akan diorbitkan ke jenjang jabatan yang lebih tinggi. Alhamdulillah ketika aku menjabat Kepala Kantor Pos atau Kepala Daerah Pos maupun Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Perum Pos.isteriku selalu membantu ku dengan baik.
Isteriku selalu menjadi pengurus organisasi Kewanitaan mulai dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Propensi sesuai dengan level jabatan yang kupangku. Pada waktu aku
menjadi Kepala Kantor Pos di kota kabupaten maka isteriku menjadi pengurus setingkat Kabupaten; tetapi ketika aku menjabat sebagai Kepakla Daerah Pos, maka isteriku menjabat jabatan organisasi setingkat provensi. Disamping itu ia juga ikut aktif menjadi pengurus pendidikan anak-anak baik pendidikan Formal maupun non formal sperti TK SD dll.
   Juga menangani hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan anak dan ibu , di Posyandu, Poliklinik Pos Giro dll.

                ***Pengurus-pengurus Dharma wanita yang pernah di Jabatnya:

** 1984-1986. Ketua Sub Unit Dharma Wanita Perum Pos dan Giro, Palembang. [Mulai 
                        April 1984 s/d Juli 1986.].
** 1984-1986. Wakil Ketua  Unit Dharma Wanita Parpostel Palembang.
** 1986-1989.Ketua Sub Unit Dharma Wanita Perusahaan Umum Pos dan Giro di       
                        Semarang. [Mulai September 1986 s/d Agustus 1989].
** 1986-1989.Wakil Ketua Unit Dharma Wanita Parpostel Semarang.
** 1989-1990. Wakil Ketua I Sub Unit Dharma Wanita Direktorat Operasi Perum Pos dan   
                         Giro di Bandung. [Mulai September 1989]
**
** 1989- 1990.Ketua Seksi Usaha Unit Dharma Wanita Kantor Pusat Perum Pos dan Giro           
                        di Bandung. [Mulai 9 Oktober 1989].
** 1990-1992.Ketua Sub Unit Non Direktorat, pada Kantor Pusat Perum Pos dan Giro.
                        Di Bandung.[Mulai 5 September 1990].
                       Ketua Seksi Usaha Unit Darma Wanita Kantor Pusat Perum Pos dan Giro di  
                       Bandung.

3. Selama mendampingiku tentu saja, kami  sering berpergian baik di dalam negeri maupun keluar negeri.

        1].Pernah betempat tinggal dan mengunjungi:
**Seluruh Sumatera bagian selatan seperti: Palembang, Tanjung Karang, Bengkulu, Jambi, , Lubuk Linngau, Curup, Manna, Arga makmur, Bintuhan, Sungai Penuh, Bangko,
Muara Bungo, Surulangun, Sekayu, Kayu Agung, Baturaja, Kotabumi, Metro, Kalianda, dll.
**Sumatera Barat: Padang, Bukit Tinggi , Padang Panjang, Pariaman, dll.

**Jawa Barat seperti:Bandung, Cirebon. Sukabumi, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Serang Banten, Cilegon dll ,
**Seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta seperti:. Semarang, Yogyakarta, Solo.dan seluruh kota-kota Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY.
Jawa Timur seperti: Madiun, Kediri, Malang dll.

         2].**Menunaikan ibadah Haji pada Tahun 1986, bersama kanda H.Muhammad dan isteri; kami berangkat dari Lahat bulan July tahun 1986.

**Menunaikan ibadah haji yang kedua tahun 1992 ikut rombongan Haji Plus Armina Reka Perdana bersama Sam Bimbo, Rektor UNPAD H.Abdullah Himendra. Dll.
**Serta Umroh tahun 2004, sebelum Umroh kami Tour ke Cairo terlebih dahulu.

         3].Pernah ke luar negeri seperti ke: Singapore, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Japan, Hongkong, Philipina, Hawai, Mesir, Qartar,Cairo.Makkah, Madinah, Jeddah
Baik dalam Rangka Tour maupun dalam rangka menunaikan ibadah Haji dan Umroh.

       4]. Dilingkungan tempat kami Tinggal di Sekejati aktif pula mengadakan pengajian dan lain-lain. Pada tahun 1990 s/d 1995 menjadi Bendahara Pengajian Ibu-ibu di Masjid Al Muamalah jalan Sekejati II no 27a.

           Susunan pengurus pertama Pengajian di Masjid Al Mu’amalah
                     periode 1990 –1995 yang  baru didirikan 1990 sbb:.

1.Ketua                           : Ibu H.Hasbalah.
2. Sekretaris                     : Ibu Reuben.
3.Bendahara                    : Ibu Hj. Wartini Abbas.

 Anggota pengajian         :
 

  • Ibu Asep Sopandi. ** Ibu Benny Benyamin; ** Ibu Imam Darmanto. ** Ibu Andi Yahya
  • Ibu Imam Suyoto. ** Ibu Sukma Wijaya. ** Ibu Oentoeng Soebroto. ** Ibu Ahmadan.
  • Ibu H.Soeharto.  ** Ibu H.Salim Bajideh. **Ibu H.Hasrono. ** Kardono. **     

            IbuH.Amanap.

  • Ibu H.Abbas Adam. ** Ibu Chairil Anwar. ** Ibu Perastiyo. **Ibu Hj.Karsiti Kholid.
  • Ibu Iin Pandi. ** Ibu H.Engkan Sukandi.

                                                          Bandung  9 Januari 1991.

Catatan: Pengajian dimulai bulan Pebruari 1990.

Setelah penggantia Pengurus pada Tahun 1995 isteri saya terus menjadi Ketua Pengajian , walaupun telah beberapa kali diadakan rapat penggantian pengurus, tetap saja H.Wartini ditunjuk secara aklamasi oleh rapat untuk menjadi ketua.

         *** Inilah rekaman salah satu catatan harian isteriku pada waktu kami Tour ke Singapura, Korea , Jepang dan Hongkong pada tahun 1992.
                              
        1.Pada tanggal 14 Oktober 1992 perjalan Tour kami dimulai, Berangkat dari rumahkami di Bandung jam 09.00 pagi. Dan sampai di Jakarta Cengkareng [ Sukarno Hatta Air Port] jam 14,30. kendaraan mobil yang kami tumpangi pelan dan kami mampir dulu di Puncak untuk istirahat makan .

 

        2.Tepat jam 16.00 kami naik pesawat menuju Singapura dan samapi di Singapura jam 18.30 waktu setempat [17.30 Wib].. Kami menunggu di Changgi Air Port Singapura untuk melanjutkan perjalanan ke Korean bersama rombongan dari Malayssia dan Singapore hingga jam 22,30.
Pada jam 23,15 waktu Singapore kami naik pesawat Korean Air Line untuk menuju Seul
Korea Selatan. Kami sampai di Kimpo Air Port Seul pada hari Kamis tanggal 15 Oktober –1992 jam 06,30 waktu Korea dan kami transit diisini selama 2 jam. Udara kota Seul pada waktu sangat dingin dan kami sempat jalan-jalan di sepanjang took di Airport.Barang-baraangnya bagus-bagus tapi mahal-mahal. Waktu kami breakfas saya beli 1 gelas kopi lalusaya Tanya harganya, dia menjawab satu gelas plastik kecil 2 dollar [ Rp 4.000 waktu itu nilai 1 dollar= Rp 2.000]. Saya jadi geleng-geleng kepala.

             3.Pada  jam 08,30 waktu Korea kami berkumpul lagi dan pada jam 09,30 kami lalu naik pesawat untuk meneruskan perjalanan ke Tokyo Jepang. Kami sampai di Narita Airport Tokyo jam 11.30waktu Tokyo. Setelah selesai mengambil bagasi kami menuju Bis untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Tokyo; Lumayan udaranya dingin dan hujan deras, di sepanjang jalan menuju kota  nampak mobil bagus-bagus dan pemandangannya sepanjang jalan baik dikiri maupun kanan jalan cantik-cantik.
Jarak antara Narita Airport dengan kota 60 Km . Nama Air Port lama HANITA dan yang baru NARITA.

            4.Kami sampai di Hotel Ginza jam 17.00 waktu setempat, saya mabok sakit jadi saya tiduran saja sampai di hotel istirahat.
Pagi-pagi jam 07.00 kami sarapan pagi di Hotel dan jam 08.00 kami berangkat menuju DISNEYLAND tempat hiburan yang terkenal di Tokyo. Lalu kami masuk kedalamnya,
Pertama kami naik kereta api yang sangat cepat sejenis high coster, kereta tersebut meliwati lorong-lorong gelap dan terjal jalannya serta berkelok-kelok  pokoknya mengerikan sekali.

Yang kedua kami naik perahu /sampan bagus sekali, lalu kami keliling di air meliwati gua yang penuh dengan aneka permaianan yang cukup menyeramkan, termasuk ada buaya, kuda nil dan macam-macam yang aneh-aneh. Semua benda itu digerakkan secara elektronik, pokoknya hebat dan menyeramkan tetapi cukup menyenangkan.
 
Ketiga kami nonton pertunjukkan 3 demensi angkasa luar, setelah itu melihat-lihat took pernik mickey mouse. Setelah itu kami naik kereta api lambat daana keliling melihat pemandangan di disneylands yang pemandangannya sangat indah, kami kagum sekali melihatnya. Kereta kamipun memasuki hutan dan gua yang didalamnya terdapat bermacam-macam pertunjukan dan binatang-binatang bermacam-macam jenis.
Kemudian kami naik lagi sampan besar, dimana kami melihat singa dan binatang buas lainnya, juga masuk gua-gua dan macam-macam yang lainnya.

          5.Sekitar jam 17.00 kami meninggalkan Disney Lands menuju gunung Fujiyama. Kami menginap di Hotel Kawaguci di lereng gunung Fujiyama. Udaranya sangat dingin. Pemandangannya bagus dan cantik.
Kami santap malam ala Jepang dengan pelayannya yang sangat bik, pelayannya sangat hormat seperti dalam filem OESIN saja.
           Pagi harinya kami sehabis sarapan pagi melanjutkan perjalanan ke gunung Fuji yaitu gunung yang tertinggi di Jepang dan sangat terkenal di seluruh dunia karena keindahan alam disekitarnya.
Kami melihat-lihat ke tempat tertinggi yang biasa ditempuh dengan bis, yang memang telah diatur oleh Pemerintah Jepang untuk para turis. Pemandangannya sungguh indah dimana kami melihat dari atas danau yang dibawah kami. Setelah itu kami meneruskan perjalanan kami menuju Oesaka, dalam perjalan kami singga di air terjun Surayito bagus dan indah pemndangan ditempat ini, kami terus jalan menuju danau.
          Setelah itu kami menuju Oesaka, dari Oesaka kami menuju kota Kobe meliwati dan menyeberang laut; Kami singgah ditempat pengerjaan berlian yang besar-besar yang belum diasah di Baverly Salon termasuk lingkungan pulau mutiara. Setelah itu kami ketempat peternakan krang yang menghasilkan  mutiara. Tempat ini ini merupakan kegiatan perternakan dan pengolahan mutiara ialah kota Kobe, adalah suatu kota pelabuhan terbesar di Jepang dan Kota Kobe initempat pengolahan mutiara. Kami melihat bermacam-macam jenis mutiara, sayangnya tidak boleh difoto.
       Kami menonton film cara-cara mengambil mutiara dalam laut melalu peternakan kerang tentunya.—cara pengelolaan dan cara mengambil mutiara dari dalam kerang. Karena tidak semua kerang bening; mutiara yang bagus-bagus dan berwarna warni ada yang pink ada yang gold ada yang blue ada yang black.. Setelah selesai menyaksikan dan melihat-lihat semua mutiara yang dipajangkan dan semuanya bagus-bagus kami melanjutkan perjalan ke TARAKAZUKA.
    
         6. Di Tarakazuka kami menyaksikan pertunjukan derama 2 babak yang pemain-pemainnya 300 wanita cantik dari jam 14,45 s/d 18.30 sore waktu setempat.
Setelaha itu kami menuju ke stasiun kereta api cepat. Kami dibagi karcis satu satu dan waktu masuk karcisnya tadi dimasukkan ke suatu tempat yang telah diisediakan untuk diperiksa secara otomatis, kita sambil jalan mengambil karcis yang sudah diperiksa oleh mesin. Begitu juga kalau kita beli karcis cukup memasukkan uang logam ke mesin, mau berapa lembar, karcisnya keluar sendiri nantinya. Jadi tidak ada orang yang mlayani semuanya dengan mesin elektronik.
          Setelah meliwati 3 stasiun kereta, kami turun dan pindah menuju kereta dibawah tanah. Kami naik kereta dibawah tanah dan di setasiun bawah tanah seperti kota juga semua pertokoannya banyak dan terang benderang sertabagus-bagus barangnya.
         Setelah itu kami naik kereta dibawah tanah sampailah kami ke stasiun yang dituju yakni Sensubasi langsung kami keluar dan sampailah ketempat shopping center, setelah itu sekitar pukul 21.30 kami ke Hotel untuk istirahat.

          7. Besoknya tanggal 19-10-92 jam 07.30 setelah sarapan pagi kami melanjutkan perjalanan ke NARA; KIYOTO dan NAGOYA.
Di Nagoya mnginap di Hotel Dai Ichi, malamnya kami makan malam di restoran jalan bawah tanah. Dibawah tanah itu sangat bagus semua took-toko besar dan lengkap serta supermaketnya sangat luas dan banyak sekali pintu masuk menuju beberapa arah, hingga kalau kita lupa tanda kita bias nyasar dibawah tanah seperti halnya kalau kita diatas tanah. Begitulah keadaan semua kota-kota yang ada di Jepang.

                Kota-kota besar yang kami kunjungi di Jepang ialah :
1.Tokiyo.
2.Osaka.
3.Nagoya.

Kota-kota yang agak kecil yang dikunjungi ialah.
1.Kiyoto.
2.Nara.
3.Takarazuka.
4,Kobe. Dan salah satu kota kecil tapi bagus tempat khusus mutiara dan pulau ini merupakan pulau buatan untuk mengelola mutiara.
             Sungguh menarik dan sangat indah di Jepang.

      8. Pada tanggal 20 Oktober 92. Setelah sarapan pagi di Hotel, jam 7.30 waktu setempat kami berangkat menuju Airport Nagoya. Jam 09.45 kami naik pesawat Japan Air Line [JAL] menuju Seoul. Jam 10.00 waktu Nagoya kami Take Of, dan tiba di lapangan Kimpo International Seoul 2 jam kemudian. Rombongan kami telah di jemput Guide dari Korea Selatan. Sebelum kami ke hotel kami diajak untuk melihat Stadion Olimpiade thn 1988 dulu. Stadionnya memang cukup bagus, fasilatasnya lengkap termasuk untuk pengangkutan para atlet. Setelah melihat-lihat Stadion Olimpide Seoul 1988 kami makan di restoran ala Jepang; setelah itu kami dibawa ke Hotel untuk istirahat. Hotelnya hotel RIVERSIDE.
Malamnya kami dibawa ke Restoran khusus masakan Korea; makan ayam rebus didalam nya ada nasi  yang telah ada bumbunya, di hidangkan dalam wadah khusus mangkok  seperti batok kelapa, Setiap orang mendapat satu porsi yang didalam telah lengkap segalanya. Seperti makan soto ayam campur , hanya saja ayamnya masih utuh, isi perutnya diganti dengan nasi yang sudah diberi bumbu khusus pakai gengseng; makannya sebenarnya dicampur arak khusus korea. Tapi kami tidak pakai arak tapi setiap orang disediakan sebotol arak.

     9.Pada tanggal 21 Oktober 92. Pagi hari jam 06.30 kami berangkat lagi menuju Airpor Kimpo karena kami mau terbang ke pulau Cheju, perjalan pesawat dari Seoul ke cheju satu jam. Pada jam 09.00 kami terbang ke pulau Cheju. Pulau Cheju ini terkenal dengan nama lain yaitu pulau bulan madu; karena pada umumnya orang Asia turanan china, Thailand, Kamboja dan orang korea sendiri tentunya kalau bulan madu memanfaatkan fasilitas di pulau ini. Jam 10.00 waktu setempat kami tiba di pulau ini. Kami dbawah oleh Guide kami orang Korea ketepi pantai, disana ada batu naga yang besar dan sangat terkenal di Korea. Ditempat itu kami berpoto dengan pakaian Pengantin Korea di Batu Naga tadi. Setelah itu kami pergi lagi  kesebuah taman kayu-kayuan. Wah disana banyak benar para penganten baru, yang melaksanakan honey-moon-nya. Orang-orang tidaklah heran kalau ada pasangan yang saling cium saling berpelukan di taman itu, karena memang tempat di pulau itu disediakan bagi pengantin baru. Tempatnya indah dan luas bagus sekali; benar-benarlah tempat untuk berbulan madu, kayunya rimbun terpelihara.

       Setelah itu kami berangkat lagi menuju tempat yang aneh tapi nyata jalan mobil, tanpa dihidupkan mesinya bisa maju atau mundur, walaupun jalannya itu naik ; orang
menamakannya jalan mmisterius. Jalannya mobil tadi walau menanjak kurang lebih 30 meter.
Setelah itu kami terus ketempat gunung batu gunung berapi yang bentuknya ajaib seperti kerucut. Setelah itu kami mengunjungi air terjun Chong Bank.
Dari Chong Bank kami terus pergiketempat jambatan emas tempat bermain putrid-putri kayangan dulu. Setelaah itu kami kembali ke Hotel untuk istirahat.

       10.Pada tanggal 22 Oktober 1992 jam 08.30 pagi kami berangkat menuju Airport untuk terbang ke kota Pusan. Lama penerbangan satu jam. Jam 11.30 waktu Korea kami sampai di kota Pusan, kami keliling kota dan makan dikota siang dikota ini. Setelah itu kami terus menuju kota Kwangyu, kami melihat-lihat ke Musium ke pantai, Kelenteng Raja lalu bermalam di hotel Imperial di Kwangyu.

      11. Pada tanggal 23 Oktober kami dari Pusan naik pesawat lagi menuju Seul; kami menuju kota di pegunungan yakni Kyongyu yang bagus, jarak perjalan dari Seul ke tempat ke Kyongyu ini 6 jam perjalanan dengan bis. Kami tiba di kota ini matahari sudah terbenam  lalu kami menginap di Hotel Concorde yang terletak ditengah kota.
Pada malam itu kami istirahat di hotel setelah makan malam saya dan bapak jalan-jalan disekeliling Hotel lalu tidur.
          Esok harinya pagi-pagi benar sebelum sarapan pagi kami telah berkumpul dan diajak menuju gunung Sorak; Udaranya sangat dingin. Kami kira kami akan diajak makan pagi rupanya diajak untuk menaik ke gunung sorak. Gunung itu cukup tinggi dan sangat terjal. Kami naik pakai Lift dan kereta gantung yang besar menuju puncak gunung, sangat mengerikan ; tetapi di dalam Trem/Lift sangat mengasikkan melihat pemandangan sekelilingnya yang indah sekali dilembah-lembah gunung tersebut.
         Setelah sampai di puncak yang tertinggi, kami turun dan jalan kaki lagi ke atas gunung lagi, udara dingin sekali 2 derajat celsiun dan pada waktu itu turun salju diatas gunung tersebut tpi tidak lebat.

        Pada tanggal 24 Oktober jam 9.30 pagi kami berangkat lagi menuju seoul dan Jam 15.00 kami tiba di kota Seul. Kami diantar ketempat shopping yang murah meriah, kami diberi waktu 4 jam untuk belanja selanjut harus berkumpul untuk makan malam. setelah makan malam disekitar tempat Shopping kami kembali ke Hotel. Udaranya pada waktu itu dingin sekalikurang lebih 3 derajat Celsius.

          12, Pada tanggal 25 Oktober 1992, kami akan berangkat ke HONGKONG.

           Pagi-pagi jam 05.00 kami telah dibangunkan untuk sarapan pagi pada jam 06.00. Jam 07.00 kami dibawa ke Kimpo Airt Port. Kami naik ppesawat dari Kimpo Air Port  ke Hongkong dengan pesawat Korean Air Line. Perjalanan dari Korea selatan ke Hongkong memakan waktu 3 jam 30 menit; Yang ke Hongkong hanya kami berempat saja yakni aku dengan Bapak dan Ibuk P dengan suaminya sama-sama dari Bandung. Rombongan yang lainnya terus menuju Singapore tanpa singgah lagi di Hongkong.

            Sesamapinya di Kai Tak Air Port di Hongkong kami  telah dijemput oleh Guide Tour yang ditunjuk oleh Tour Agency “ KOREAN de LUXs “yang kami ikut. Semua perjalan kami selama di Hongkong telah diatur oleh Guide Tour Hongkong. Di Kai Tak Air Port kami melihat-lihat siapa yang akan menjemput kami, lucunya kami sudah  menunggu rupaanya orang yang mau menjemput kami sudah lama menunggu dekat kami
tetapi sama-sama tidak tahu. Tanda pada baju kami “ KOREAN DE LUXS”, sedang orang yang menunggu telah memasang papan nama Abbas AH, tapi sayangnya papan nama itu tidak dilihatkan didepan pintu orang keluar jadi kamupun tidak tahu. Setelah kami Tanya sini dan sana barulah orang yang mencari kami Tanya pada kami; akhirnya bertemulah kami dengan guide kami selama Tour di Hongkong. Rupanya guide kami itupun orang Indooesia, Kamipun terus ngomong Indonesia, kami diantarnya ke Hotel. Sorenya kami jalan-jalan Hongkong pusat, karena hotel kami ada di Kowlon. Kami liwat twrowongan di bawah laut. Mungkin orang tidak percaya jalannya di dasar laut, tapi itu benar-benar kenyataan trowongan itu terletak dibawah laut.

        Pada tanggal 26 Oktober 92, kami di jemput oleh Guide terus kami berangkat menuju pantai patung Qwan in , setelah itu kami keliling kota Kowlon dan melihat bermacam-macam hal. Setelah hari telah menunjukkan tengah hari, lalu kami pergi ke Restoran terapung di tengah laut; untuk dapat sampai ke restoran tersebut kaminaik kapal; setelah itu kami makan siang disitu.

         Sehabis makan siang kami pergi menuju Occean Park, setelah kami berkeliling melihat Occean Park, tempat rekreasi yang bagus dengan berbagai macaam permainan dan alat-alat yang dijalankan oleh listerik. Setelah itu kami naik suatu tempat dengan menggunakan kereta gantung yang cukup panjang menyusuri lembah yang curam di pinggir pantai yang jaraknya kurang lebih 2 km  dari gunung ke gunung yang lainnya, memang mengerikan kembali. Setelh itu kami keliling-keliling disana lalu kami turun melalui tangga listerik yang panjang dan banyak jumlah tangga itu, karena memang kami turun dari atas bukit tinggi. Kemudian kami melihat-lihat patung Marco Polo. Setelah itu kami melihat pertunjukan ikan seperti di Ancol Jakarta. Menyaksikan pertunjukan ikan lumba-lumba yang lucu-lucu dan menarik. Lalu kami melihat tempat pengasahan berlian dan mutiara. Lalu kami membeli sepasang jam tangan merek Tambo dengan 5 macam gagangnya yang bis diganti-ganti. Mahal juga harganya, kami terpaksa mengeluarkan Gulden Card Visa, agar lebih bergensi dan lebih bonafide kelihatannya/. Setelah itu kami pulang ke Hotel dan istirahat.

Tanggal 27-10-92 sehabis sarapan pagi kami jalan-jalan keliling kota dulu di Kowlon Hongkong karena hari itu kami akan meninggalkan kota Hoingkong menuju Singapore.
Karena kami pulang liwat Singapore, perjalan kami dari Hongkong ke Singgapore malam hari, sampai di Singapore kurang lebih jam 20.00. Esok pagi tanggal 28 Oktober kami terbang kembali ke Jakarta, setelah menginap di Singapore semalam.
Selesailah perjalan Tour kami dari tanggal 14 Oktober s/d 28 Oktober 1992. Malam itu juga setelah sampai di Sukarno Hatta Airport kami terus ke Bandung.
  
Catatan Tambahan:
A.Terimakasih

  • Bahasa :Jepang Arigato Guzaimasta.
  • Bahasa Korea: Chamisya Hamitta.
  • Bahasa Mandarin Singapore: Kamsiyah.
  • Bahasa China Canton : Chee-che.

B. Dalam perjalan ini naik pesawat dari dan ke:
1.Dari Jakarta ke Singapore dengan pesawat Silk Air.
2.Dari Singapore ke Korea Selatan dengan Korean Air Line.
3.Dari Seoul ke Tokiyo: dengan Korean Air Line.
4.Dari Nagoya Jepang ke Seoul: dengan Japan Air Line.
5.Dari Seoul ke Cheyu dengan Korean Air Line.
6.Dari Cheyu ke Pusan dengan Korean Air Line.
7.Dari Pusan ke Ke Seol dengan Korean Air Line.
8.Dari Seoul ke Hongkong dengan Korean Air Line.
9.Dari Hongkong ke Singapore dengan Eva Air.
10.Dari Singapore ke Jakarta dengan Garuda.

                             ——————–*****——————–

         4]. Pernah mengunjungi Amerika Serikat pada tahun  93 dan tahun l995. Ke Hawai, Los Angeles, Pasadena, Santa Clara,, Santa Ana, Burbabk, San Barnardino, Santa Barbara; San Yose, , Sacramento,, Santa Rosa, Merced, Fresno, Bakersfield, Rostow, Anahem, San Diego,San  Bernardino, Riverside; Reno; Mexico, Tihuana. San Faransisko, Grand Canyon of Colorado, Las Vagas, Hinderson, Kingman, San Fee, Fresno, St Barnadin, Phonik, Fort Worth, Dallas, Huston, Taxas, San Antonio, Austin, Oklahoma, Arkansas dan lain-lain.
 
4.Isteri saya  sangat memperhatikan perkembangan anak-anaknya serta mengurusnya dengan penuh rasa kasih sayang. Walaupun anak-anak kami sering kami tinggalkan karena harus bertugas ditempat lain , umpamnya ketika kami dipindahkan dari Bandung menjadi Kepala Daerah Pos dan Giro di Palembang selama kurang lebih 3 tahun, hanya 2 orang yang kami bawa ke Palembang yang lainnya yakni Ahmad Azimi Kertamuda; Fatchiah E.Kertamuda dan Achmad Zuhry Kertamuda tetap tinggal di rumah kami di Jalan Sekejati II no 29 Bandung. Tetapi isteri saya hampir setiap 2 bulan sekali dengan pesawat terbang pergi ke Banung untuk melihat dan memperhatikan segala keperluan anak-anak kami baik berkenaan dengan kebutuhan pendidikan maupun logistiknya..
Tidak ada rasa cepek jika dia akan melihat anak-anaknya yang jauh.
Begitu pula ketika kami dipindahkan dari Palembang ke Semarang. Semua anak-anak kami tinggal di Bandung. Hampir tiap bulan isteri saya datang ke Bandung dengan Travel SM, sehingga supir travel Sm hapal tempat kemana isteri saya akan pulang.

5.Disamping itu semua mengurus keperluan sekolah isteri sayalah yang menangani, sampai dia tingkat SMA. Baik memasukkan, mengantar mencari sekolah sampai mencarikan guru untuk les bagi anak-anak. Sekali lagi aku bangga karena memang sangat meringankan tugasku yang sehari-hari sangat sibuk di kantor.

                F.Inilah rekaman kisah tentang suka duka kehidupan keluarga kami yang ditulisan dengan tangan sendiri oleh isteriku yang tercinta dimulai pada tanggal 31 Januari tahun 1989 .                                 
                             
               “KISAH PERJALANAN HIDUP DALAM PERKAWINAN”

      I. Pada bulan Februari 1964 saya diperkenalkan oleh seorang tetangga pada seorang laki-laki bernama Abbas di Palembang, tempatnya di Asrama CPM Sekip Ujung.
Dari pertemuan dan perkenalan biasa-biasa saja, namun dari hari ke hari dan dari minggu ke minggu sampai bulan ke bulan terjadilah suatu keputusan yaitu pernikahan.
Pada awal Mei 1964 saya dilamar dan pada akhir Mei 1964 dilangsungkan Pernikahan sederhana.  Kedua belah pihak sama-sama mnyetujui dan merestui.
     
               Awal bulan Juni 1964 saya dibawa suami saya ke Sungai Gerong tempat suami saya bekerja. Suami saya bekerja di Kantor Pos dan Giro Sungai gerong.
Setelah beberapa bulan di Sungai Gerong saya diberitahu oleh Karsidi orang ikut dirumah kami, memang Karsidi dibawa dibawa oleh suami saya dari Jawa. Karsidi menceritakan bahwa sebenarnya pak Abbas itu punya isteri di Jawa  akan tetapi sudah dicerainya dan mempunyai anak seorang perempuan.

          Mendengar cerita itu bukan main kagetnya aku dan hatiku terhenyak sesaat pada waktu itu. Karena menurut ingatanku semenjak pertemuan pertama sampai pernikahan saya tidak diberi tahu secara jelas tentang hal ini oleh suami saya maupun oleh keluarga suami saya. Peristiwa perkawinan suami saya dengan perempuan Jawa itu seolah olah tertutup rapat. Sejak mengetahui peristiwa itu memang ada kebimbangan dihatiku dan akupun menangis  sejadi-jadinya pada waktu itu. Setelah agak tenang saya berfikir mungkin sudah nasibku dan sebagaimana pepatah mengatakan :”Nasi sudah menjadi bubur” mau dikatakan apa lagi.

         Karena saya tidak mengetahui sama sekali peristiwa dan kejadian tersebut aku tidak merasa sama sekali menyakiti hati orang lain [ bekas isterinya??] .Disamping itu saya sama sekali tidak mengetahui dan tidak kenal dengannya.
Kalau melihat dan menilai keadaan  suami saya secara pribadi nampaknya peristiwa-peristiwa yang lalu itu oleh suami saya sudah dikuburnya dan dibuangnya jauh-jauh dan terus dilupakannya, mungkin hal ini dikarenakan sudah lama bercerai. Sehingga aku dapat merasakannya benar-benar bahwa perkawinannya  dengan aku adalah lembaran baru dimulai dari awal hidupnya. Dan sampai akhir hayatnya nanti mudah-mudahan terus bahagia. Hal ini berkat ridho orang tua dan ridho Allah Swt perkawinan kami berjalan  mulus. Suamiku sangat bertanggung jawab dan dia sangat baik dalam semua hal serta sayang padaku. Jadi saya benar-benar merasa aman dan manja serta terlindungi.
   
      II. Setelah sepuluh bulan pernikahan kami, baru saya mulai hamil anak pertama, bukan main senangnya kami, karena sebelumnya aku dianggap mandul oleh keluarga suamiku. Aku sangat sedih pada waktu aku dikiranya mandul itu.
Setelah lahir anak kami yang pertama bertambahlah kegembiraan kami  apalagi anaknya laki-laki sehat dan montok. Anak kami pertama tersebut lahir pada tanggal 5 Nopember 1965 di Rumah Sakit Stanvac di Sungai Gerong. Kelahiran anak kami itu ditangani oleh 2 dokter yakni Dr. Yanitza dari Jerman dan seorang lagi dokter dari Australia; serta dibantu oleh seorang bidan.. Pada waktu itu masih banyak pegawai staf Stanvac di Sungai Gerong itu, orang-orang bule begitu juga banyak kapal-kapal tengker asing merapat di pelabuhan sungai Gerong.
          Karena  suamiku menjabat sebagai Kepala Kantor Pos dan Telegrap di Sungai Gerong yang khusus melayani kebutuhan Stanvac, maka kami mendapat fasilitas yang banyak dari Stanvac. Kami mendapat rumah dinas di Kampung Lama  Jalan Division no 527, tidak jauh dari rumah sakit tempat anakku dilahirkan. Rumahnya besar sekali dan bagus serta lengkap dengan perabut rumah tangganya termasuk keperluan dapur.

          Sejak perkawinan kami sampai punya anak satu hidup kami tenang dan bahagia.
Aku senang dan rajin sekali merawat dan  menimbang bayi di RS Stanvac khususnya pada waktu-waktu yang ditentukan
Ketika umur anakku 4 bulan dalam rangka suatu kegitan diadakan perlombaan bagi bayi-bayi sehat oleh Tim dokter RS Sungai Gerong bagi anak-anak yang dilahirkan di Rumah sakit ini. Pesertanya cukup banyak. Aku tidak mengira  bahwa anak kami mendapat juara I untuk anak-anak dibawah umur satu tahun. Setelah diumumkan dan saya dipanggil untuk menerima hadiah nya. Hatiku sangat gembira dan terharu pada waktu itu. Setelah suamiku pulang dari kantor cepat-cepat aku melaporkan semua kejadian tersebut, kami berdua sangat senang dan gembira.

             Seminggu setelah kejadian itu suamiku ditugaskan ke Bengkulu untuk waktu lebih kurang sembilan bulan, selama itu pula saya dan anakku yang pertama tetap tinggal di Sungai gerong.
Ketika anakku Achmad Azimi berusia satu tahun, aku adakan acara ulang tahun yang pertama. Sunggu ramai sekali anak-anak tetangga semua datang dan tepat hari itu suamiku datang dari Bengkulu. Sungguh senang sekali kami. Saya pada waktu itu sangat gembira disertai hati yang berdebar-debar untuk bertemu dengan suami saya, seperti bertemu dengan pacar saja. Karena sejak ditinggalkan 8 bulan baru itulah pulang ke Sungai gerong. Karena pada waktu itu hubungan antara Palembang dengan Bengkulu sangat sulit, jalan darat rusak berat kalau melalui jalan darat bisa seminggu dari Bengkulu ke Palembang baru sampai.
         Setelah satu minggu di rumah, suamiku bertugas lagi di Bengkulu. Lebih kurang satu bulan kemudian baru kembali lagi ke Sungai gerong, pada waktu itu bulan Desember tahun 1966. hingga kami dapat berkumpul bersama-sama lagi, setelah suamiku mengakhiri tugasnya di Bengkulu.

            III. Pada bulan April 1967 kami dipindahkan untuk bertugas ke Lahat. Suamiku ditunjuk sebagai Kepala Kantor Pos dan Telegrap Lahat. Kami senang sekali karena dekat dengan keluarga dan orang tua.
Setelah hampir satu tahun kami di Lahat, saya melahirkan anak ke II perempuan dan kami beri nama Fatchiah Kertamuda  lahir pada tanggal 20 Maret 1968.
Sangatlah gembira serta berbunga-bunga hati kami, dengan kelahiran putri kami ini. Semua keluarga  dan kerabat datang untuk ikut bergembira bersama kami.  
Kami berduapun tidak terkira senangnya menyambut kelahiran anak perempuan ini. Akan tetapi dibalik kegembiraan ini sering pula timbul perasaan tidak senang dan kesal karena ulah keluarga yang salah faham terhadap diriku. Karena telah merupakan suatu kebiasaan, barangkali sudah menjadi suatu tradisi, semua orang kalau menantu atau ipar selalu saja di cap jahat karena termasuk orang lain.
      Tetapi akhirnya syukurlah  semua berjalan dengan baik, gangguan tidak seberapa, hanya timbul riak-riak kecil saja dalam rumah tangga. Hal ini biasa terjadi dimana-mana dalam rumah tangga. Karena suamiku  benar-benar menunjukkan keadilannya  dipihak isteri dan keluargaku. Karena itu justeru saya sangat menghargai pendirian suami saya yang tegas dan berwibawa dan sangat memperhatikan isteri dan anak-anak. Serta keluarganya.
Menurut ingatan saya, aku dan suuamiku tidak pernah terjadi perselisihan paham dalam rumah tangga. Oleh sebab itu rumah tangga kami selalu tenteram dan aman serta bahagia.
       Demikianlah rumah tangga kami berjalan dengan baik dan bahagia  serta sakinah tahun demi tahun, Anak-anak kami menjadi besar dan lucu-lucu serta mengembirakan ini menambah kebahagian di rumah tangga.

                  IV. Setelah beberapa tahun kemudian tepatnya tanggap 7 Juni l970 lahir pula anak kami yang ketiga laki-laki dan diberi nama Achmad Zuhry Kertamuda, anaknya cakep dan gemuk dan berwajah bulat putih, karena saya diwaktu hamilnya, kalau film India selalu  ingin menonton dengan suami saya. Karena aku sangat senang dengan bintang film India terutama Raikafur. Maka itulah barangkali anak saya itu seperti orang India, cakep sekali.

          Waktu kecilnya sering aku bawa anak saya itu kekampung, pada waktu di dalam mobil orang-orang dalam mobil bersama kami itu banyak yang heran melihat anakku itu, komentarnya bermacam-macam, wah cakep sekali, gemuk sekali, matanya bulat-bulat dan putih bersih. Disamping anakku itu putih bersih lucu pula, sehingga ada yang bilang  nanti anak ini bakal jadi orang gede dan ditakuti serta disegani orang. Bakal jadi orang pintar katanya.

         Aku masih ingat waktu itu umurnya baru 2 bulan.
Dan memang sejak kecil anakku itu pendiam serta lahirnya mudah sekali. Dan ketika  sudah agak besar tidak nakal dan tidak rewel seperti kakak-kakanya. Anak penurut, dan pertumbuhan badannya pun benar-benar lain dengan kakaknya. Karena anak kecil ini tidak nakal maka kami sangat sayang  padanya. Sehingga bertambah kebahagian di rumah tangga  dengan adanya anak ketiga kami ini. Pernah pada waktu umur anak kami yang ketiga ini 2 tahun ; dia sakit kena bisul di keningnya hingga menyendul besar sekali dimukanya, tetapi tetap saja dia dibawa kemana-mana. Pada suatu hari anakku ini aku bawa ke dusun Manggul , pada waktu itu bisulnya sudah besar  dan masak tetapi kami tidak berani  untuk memecahkannya  takut kalau dia merasa sakit. Akhirnya anakku itu jatuh dari tangga rumah ibuku di manggul, sehingga bisulnya pecah dan belah. Darah dan
nanahnya banyak sekali keluar. Saya bingung dan anakku itu menangis kesakitan. Setelah dibersihkan semua darah dan nanahnya hingga kering. Alhamdulillah besoknya bisul itu sembuh dan kering yang akhirnya bekas-bekas bisul tersebut tetap ada bakatnya seumur hidupnya.
        Waktu terus berjalan  tahun demi tahun keadaan kami senang dan bahagia, rumah tangga aman dan tenteram; walupun ada saja sedikit-sedikit riak-riaknya namun selalu dapat diatasi bersama-sama. Karena adanya saling pengertian bersama pula. Rumah tangga tetap rukun dan damai, anak-anakpun tumbuh besar dan gembira.
Karena suamiku agak lama bertugas di kota Lahat sebagai Kepala Kantor pos kurang lebih 7 tahun.
Setelah tahun demi tahun dilalui maka pada tanggal 10 Maret 1073 saya melahirkan lagi anak keempat laki-laki yang kami beri nama Marten Shalli. Sebenarnya maksud hati ingin anak perempuan rupanya yang diberi oleh Allah yang laki-laki, alhamdulillah kami ucapkan, maka genaplah 4 anak kami 3 laki-laki dan seorang perempuan. Bertambah pula kebahagian kami  disamping meningkat pula sedikit rizki yang kami peroleh dari tahun ketahun, sehingga kami dapat membuat rumah yang terletak di jalan PGA-N talang jawa lahat.

       Rupanya kelahiran anak kami yang keempat ini membawa berkah. Setelah kami dapat membangun dan menyelesaikan rumah ukuran besar di Lahat pada waktu itu.
        Pada tahun itu juga suamiku dipindahkan ke Palembang. Tetapi sebelum kami berangkat ke Palembang kami sekeluarga  pindah dulu kerumah baru di Talang Jawa tersebut. Pada waktu itu anak kami yang pertama sudah masuk sekolah Taman kanak-kanak yaitu Achmad Azimi dan adiknya Fatchiah Kertamuda  sudah pula ikut-ikutan sekolah Tk Muhammadiyah Lahat.

       Pada waktu kami menempati rumah baru itu anak kami yang kempat yaitu Marten Shalli [ nama ini merupakan kepanjangan dari Maret sepuluh dan sapar lima bulan sapar tanggal 5] baru berumur tiga hari. Dan suami saya mengambil cuti besar selama 3 bulan. Setelah habis cuti anak kami yang keempat telah beumur 3 bulan baru kami berangkat ke Palembang. Bukan main sedihnya berpisah dengan keluarga , sepertinya kami akan pindah jauh sekali rasanya pada hal ke Palmbang saja. Karena hal ini mungkin kami sudah terlalu lama tinggal di lahat di lingkungan keluarga sendiri. Apalagi pada waktu itu jalan ke Palembang masih sulit. Naik kereta api bawak anak-anak 4 orang masih kecil-kecil pula. Kami naik kereta, dari Lahat kereta berangkat subuh pukul 5 pagi, tetapi kami berangkat dari rumah jam 3 malam ke stasiun. Sampai di Palembang atau tepatnya di Kertapati jam 4 sore dan sampai di rumah dinas jam 5 sore. Kami di Palembang mendapat rumah dinas di di Jalan Dr.Cipto dalam.

       Suamiku ditunjuk menjadi wakil Kepala Kantor Pos Besar Kls I Palembang, oleh sebab itu mendapat beberapa fasilitas dari Perusahaan seperti mobil Land Rover long . Bertambah lagi kegembiraan  dan kenikmatan yang kami terima, disamping naik jabatan juga mendapat tambahan fasilitas. Sehingga kami tidak putus-putusnya mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt atas segala kenikmatan dan kebahagian yang telah diberikan kepada kami sekeluarga. Kami selalu berdo’a setiap habis sholat agar kami diberi kesehatan dan perlindungan-Nya.
            Dari tahun ke tahun anak-anak kami bertambah besar dan nakal, repot sekali saya pada waktu itu.  Pada tahun 1973 Achmad Azimi anak kami yang tertua sudah kelas II SD
Fatchiah dan Hery belum sekolah dan shalli masih kecil. Tahun 1974 Fatchiah mulai sekolah kls I Sd di Palembang.

            V.Hari berganti hari , minggu berganti minggu, bulan berganti bulan  dan sampailah pada tahun 1975 aku mendapat musibah yaitu keguguran kandunganku yang jalan 5 bulan, anak kelima. Tepat pada hari itu ada arisan dirumah jalan cipto dalam tempat kami tinggal, dimana ibu-ibu dari Kantor Pos dan dari Kantor Telepon kumpul, dan saya jam tiga sore masuk rumah sakit Charitas Palembang.
Pada jam 3,30 sore ibu-ibu sudah kumpul dirumah semua untuk arisan, mereka heran dan kaget, karena saya tidak ada dirumah tetapi berada di rumah sakit. Setibanya saya dirumah sakit Charitas, saya langsung diperiksa dan saat itu pula saya langsung di koret oleh Dr. Charitas. Karena keadaan itu tidak dapat dihindari lagi aku di koret aku dibius total.

          Aku tinggal dirumah sakit Charitas selama 2 hari , dan Alhamdulillah dapat sembuh kembali. Keguguran ini mungkin disebabkan karena aku makan pil anti KB sebelumnya. Karena pada waktu hamil menginjak usia kandungan 5 bulan terasa geraknya lemah sekali dan perutku juga terasa mengecil. Tiap kali aku periksa pada dokter katanya tidak apa-apa, mungkin bayinya perempuan katanya jadi geraknya lemah. Akhirnya silemah ini keluar juga setelah tidak ada nyawanya lagi didalam perut. Sehingga untuk melahirkannya saya harus disuntik 2 kali. Dan bayi keluar tetapi sudah meninggal dan alhamdulillah aku selamat. Cabang bayi yang keluar itu masih terbungkus , lalu dibawa pulang kerumah dan dikubur bersama tembuninya di jalan Cipto dalam Palembang.

              VI. Setelah satu tahun lebih kejadian keguguran itu, maka pada tanggal 21 September 1976, dua hari lagi lebaran Idul Fitri akau melahirkan lagi anak yang ke 6. yang diberi nama Fitriansyah Kertamuda, karena lahirnya menjelang Idul Fitri. Untuk sekali lagi kami sekeluarga bersyukur kepada Allah Swt. Tadinya kami mendambakan agar bayi yang dilahhirkan perempuan tetapi Allah telah menetapkan yang lain dan kami syukuri ini dengan senang karena Allaah telah menghendaki lain dari yang kami inginkan, sekali lagi kami sekeluarga mengucapkan Alhamdulillah, bayinya sehat dan montok sekali.
Manusia bisa merencanakan dan berangan-angan tapi Tuhan jugalah yang menentukan.
             Sejak kelahiran anak kami yang keenam ini kami berniat anak kami cukup lima saja yaitu 4 laki-laki dan 1 perempuan.
Semenjak itu kehidupan kami sedikit-demi sedikit  membaik, rumah tangga selalu dalam keadaan rukun dan bahagia; anak-anak mulai tumbuh besar dan lucu-lucu, walaupun pada waktu itu banyak keluarga yang ikut  bersama kami. Banyak rizki yang kami terima dari Allah banyak pula yang ditanggung. Memang keadaannya begitu tidak bisa dielakkan, karena kami semuanya merupakan keluarga besar banyak saudara dan famili.  Disamping itu dari kedua keluarga kami, yakni dari pihak keluargaku maupun dari pihak keluarga suamiku kamilah keluarga yang nampaknya agak mampu.
           Kehidupan kami senang, fasilitas dari perusahaan tersedia, rumah yang cukup bagus dan strategis lagi disediakan mobil dan beberapa fasilitas lainnya; kami sering jalan-jalan dengan anak-anak, rumah tangga selalu rukun tidak pernah terjadi keributan dan pertengkaran mungkin karena kami selalu saling pengertian dan saling menjaga diri.
Dan memang suamiku seorang laki-laki yang berwibawa, tegas dan bertanggung jawab serta memperhatikan dan melindungi kami dengan segala kemampuannya, baik kepadaku, kepada anak-anak maupun kepada keluarga; disamping itu suamiku setia dan romantis, Sifatnya selalu ingin menyenangkan dan membahagiakan serta memanjakan saya dan
anak-anaknya. Sehingga kami selalu dalam keakraban di dalam keluarga dan paling senang jalan-jalan, piknik, makan-makan nonton bioskop sekeluarga.

              Setelah lebih dari 13 tahun sejak pernikahan kami pada tanggal 30 Mei l964 , kami tinggal di Sumatera Selatan mulai dari Sungai Gerong, Lahat dan kemudian pindah ke Palembang, akhirnya kami dipindahkan ke Jawa yakni ke Kota Bandung, tepatnya pada bulan Mei l977. Kami sekeluarga pindah ke Bandung karena suami saya dialih tugaskan dari Palembang ke kota Kembang,  untuk menjabat sebagai Kepala Urusan Penempatan,penghargaan dan pengangkatan pegawai di Kantor Pusat PN Pos dan Giro di Bandung.

           Bukan main sedihnya aku karena baru pertama kalinya itu aku pindah jauh keluar pulau berpisah dengan sanak saudara dan para rekan-rekan sekantor yang telah lama akrab dan baik bersama kami. Mungkin karena mereka merasa ada sedikit kebaikan-kebaikan yang dirasakannya selama bergaul dengan kami, sehingga pada waktu kami akan berangkat dari Palembang ke Bandung, banyak sekali kawan-kawan dan para sahabat karib baik sesama dinas maupun diluar itu, disamping keluarga sendiri yang datang dari Lahat, dari dusun Manggul dan dusun Arahan dari Tanjung karang dan terlebih lagi dari kota Palembang sendiri yang mengantar kami ke Air Port Talang Betutu. Karena kami sekeluarga akan berangkat dengan pesawat terbang menuju Jakarta, kemudian setelah beberapa hari di Jakarta baru akan meneruskan perjalanan ke Bandung.

           Pada waktu itu kami sangat terharu atas kedatangan mereka yang begitu banyak mengatarkan kami, air matapun tidak dapat ditahan keluar, begitu juga yang mengantarpun berurai air mata. Hal ini seolah-olah kami akan pergi jauh dan tak akan kembali lagi. Terasa benar bahwa kami sangat disenangi dan disayangi oleh orang-orang  baik teman sekantor , tetangga maupun keluarga. Baru sekali ini pula kami sekeluarga merasakan naik pesawat Terbang dari Palembang ke Jakarta pada bulan Mei 1977. Di Jakarta kami menginap di Mess Postel  selama 2 malam. Pada hari keempatnya kami terus menuju Bandung  mobil Taxi 4848.

         Di Bandung kami sekeluarga untuk sementara menginap di Hotel Maju Jalan Martadinata selama sebelas malam.
Selama tinggal di Hotel Maju suamiku berusaha mencari rumah untuk tempat tinggal kami sekeluarga. Dibalik rasa senang gembira karena pindah ke kota Besar, tetapi aku merasakan sangat repot waktu itu karena harus mengurusi anak yang 5 orang yang semuanya masih kecil-kecil dan bahkan masih ada yang boleh dikatakan bayi. Memang ada seorang pengasuh anak tetapi kerepotan tetap saja ada. Disamping itu pada waktu itu adalah bulan Juni 1977, yakni tahun ajaran pertama sekolah. Anakku Jemi baru naik ke klas IV Sdg Fatchiah baru naik ke kls II dan Heri baru mau masuk SD kls I. Sedangkan Shali masih berusia 3 tahun. Dan Rian baru berumur 8 bulan.

        Setelah berkeliling beberapa hari mencari rumah dengan diteman oleh kawan sekantor suami saya dan juga teman sekelasnya dulu yakni Bapak Endang Muchtaram, barulah dapat rumah yang cocok dan yang sesuai dengan kemampuan keuangan kami.
Rumahnya itu terletak di Jalan Sukabumi dalam Gang Suzuki no 18, rumahnya masih sederhana dan dalam gang pula, tetapi itulah yang sesuai dengan keuangan kami pada
waktu itu. Rumah itu dipilih karena hubungan kemana-mana mudah serta dekat dengan bakal sekolah anak-anak kami.
Dengan uang kontrak selama 3 tahun yang diberikan dinas dan ditambah lagi menjual 2 gelang emas dan 2 bentuk cincin yang jumlahnya sepulu suku atau 77 grm mas 24 karat.kami belilah rumah tersebut. Setelah itu kami sekeluarga pindahlah dari Hotel Maju ke Jalan Sukabumi Gang Suzuki no 18.

           Dirumah inilah kami sekeluarga tinggal menetap dan membesarkan anak-anak; suka dan duka senang dan susah, namun terasa selalu senang dan bahagia. Rumah tangga aman dan bahagia, serta akrab. Sedikit demi sedikit kami dapat memperbaiki dan merehab rumah tersebut shingga ahirnya kelihatannya cukup bagus.
Kepindahan kami ke Bandung ini memang benar-benar memulai hidup dari bawah lagi, serasa baru mulai berumah tangga, padahal sudah punya anak 5 orang.
Lain halnya pada waktu kami baru menikah , kami menghuni rumah dinas Stanvac yang semuanya sudah lengkap, semua perabot tersedia termasuk semua perabot dapur , dan waktu kami dipindahkan ke Lahat rumah dinaspun telah tersedia serta bagus, pindah lagi ke Palembang pun begitu juga rumah dinas dengan perabotnya serta dengan mobil pula.

         Kalau pindah ke Bandung kami tidak punya apa-apa, namun demikian kami sekeluarga selalu bahagia dan senang.
Setelah beberapa bulan suamiku bekerja di Bandung baru dapat motor dinas merek Suzuki baru, bukan main senangnya kami sehingga kalau anak-anak sekolah bersama bapaknya naik motor karena sekolah anak-anak sejurusan dengan kantor suami saya.
Saya sama bapak sering jalan-jalan, nonton bioskop, ke pasar pakai motor; tetapi kadang kami berdua jalan kaki nonton bisokop. Itulah kesenangan kami berdua dan dengan anak-anak setiap minggu kami jalan-jalan, rekreasi dan makan-makan.

          VII. Setelah beberapa tahun di Bandung di bandung kami sedikit demi sedikit ada kemajuan dan suami saya dapat meneruskan kuliahnya  sampai selesai S.1 Sarjana Hukum. Bukan main senang dan gembiranya kami sekeluarga. Disamping itu pula saya sendiri mengikuti kursus-kursus Tata Rias rambut dan kecantikan, sehingga saya mendapatkan ijazah baik local maupun ijazah negara dengan hasil baik. Bertambah lagi kegembiraan kami  sekeluarga. Setelah itu aku membuka peraktek salon di rumah kami di Gang Suzuki, lumayanlah tanggapan konsumen setiap hari banyak yang potong rambut , keriting rambut. Semir rambut dan make up.

             Tidak terasa tahun demi tahun kehidupan kami membaik, disamping itu sudah dapat membeli motor Honda 100 cc untuk kupakai sendiri kemanan-mana, mengantar jemput anak-anak sekolah dan untuk keperluan lainnya. Walaupun ada motor dinas. Sehingga kami setiap saat bersyukur kepada Allah  atas segala nikmat dan rizki yang diberikan-Nya.
            Disamping kegembiraan dan kesenangan yang kami alami, tentu ada pulah kesedihan atau musibah yang menimpa kami, musibah itu antara lain sebagai berikut :

1.Pada suatu sore aku menyuruh anak kami Fatchiah untuk memompa air, karena sore itu pembantu kami sudah pulang kerumahnya. Ketika itu anak kami Fatchiah masih kecil sebenarnya belum bisa mengerjakan pekerjaan yang agak berat, dia masih dikelas IV SD.
Setelah anak itu memompa air dia terpeleset, dan besi pompa terbentur kearah mulutnya sehingga anakku itu jatuh dan berlumuran darah dimulutnya. Akupun panik dan kebingungan, serta menangis dan menjerit melihat anak itu. Akhirnya aku dan suamiku sarta Fatchiah naik motor bertiga ke Rumah Sakit Boromeus. Sampai di rumah sakit Boromeus terus ke ruang Gawat Darurat. Disitu anak itu langsung diperiksa dan dijahit mulut bagian rahang atasnya. Setelah selesai dijahit dan diobati kami pulang lagi kerumah.
       Aku sungguh menyesal  atas kejadian yang menimpa anakku ini, karena akulah yang menyuruh dia memompa air. Lebih kurang satu minggu barulah sembuh, Alhamdulillah baik kembali.

2. Waktu berlalu bulan berganti bulan  tahun pun berganti, musibah kedua terjadi lagi atas kami. Pada suatu sore  anak kami Fitriansyah bermain-main dengan kawan-kawannya, pada waktu dia berlari-lari dia jatuh, kaki pahanya terbentur besi rel Kereta api yang tidak dipakai lagi. Malamnya anak itu menangis terus menerus, pahanya membengkak dan memerah serta tidak bisa digerakkan sama sekali., kami obati dan kami urut. Setelah beberapa  hari tidak sembuh , maka kami bawa ke dokter. Sungguh di luar dugaan kami, pendapat dokter sangat mengagetkan  sekali sehingga  saya menjerit dan menangis tidak percaya pendapat dokter itu bahwa tulang paha anak kami hancur katanya dan segera di opname di rumah sakit. Sore itu pula saya dan suami saya naik becak, karena naik motor tidak bisa kaki Rian tidak bisa banyak digerakkan, disamping itu dia merasakan kesakitan yang sangat. Dari jalan Anggrek ke rumah sakit Boromeus naik becak bertiga dan saya sudah bingung sekali dan terus menangis sepanjang jalan sampai ke R.S Boromeus, akan tetapi alangkah tabah dan besar jiwa suami saya  waktu itu, dalam keadaan hujan deras tidak ada keluhan dan rasa bingung sehingga kami sampai ke Rumah Sakit. Setelah kami menanyakan kesana dan kesitu, rupanya tidak ada tempat buat anak saya untuk diopname, walaupun kami membawa surat dari dokter karena tempat opname untuk anak-anak sudah penuh. Akhirnya anak kami disuruh ke RS Advent dan diantar dengan ambulan dari RS Boromeus.

          Dirumah sakit Advent anak kami dapat tempat untuk opname, anak kami di rontgen berkali-kali, kali ketiga baru ketahuan penyakitnya. Sebelumnya paha anak saya itu tetap bengkak dan merah serta keras sekali, setiap waktu selalu dikompres. Dan Alhamdulillah hasil rontgennya bahwa tulangnya tetap utuh namun ada sesuatu pengerasan dipahanya. Sebenarnya dokter mau menyayat bagian paha yang keras itu setelah kempes nanti. Namun saya, suami saya tidak menyetujuinya.Selama 16 hari Rian diopname di RS Advent, siang malam aku tunggui. Akhirnya kaki pahanya mengempis  dan sembuh, akan tetapi Rian tidak bisa berjalan sendirian seperti lumpuh, karena kakinya tidak bisa menekuk. Dari pangkal paha sampai ke mata kaki lurus, kami sangat sedih melihatnya.
Setelah pulang dari rumah sakit Advent tidak bisa berdiri dan berjalan hanya bisa duduk dan merangkak saja.

         Setelah itu Rian kami bawa ke dukun urut tempatnya di Dago pojok , dukunnya bernama AKI HANA. Setiap sore aku dan suamiku mengantar Rian ke Dago Pojok untuk
diurut. Dengan hati yang mantap sabar dan yakin akan kesembuhan anak kami itu, serta berdoa selalu agar anak kami ini pulih kembali kesehatannya. Selama lebih kurang 3 bulan diobati, diurut serta dilatih berjalan oleh Aki Hana. Alhamdulillah Rian sembuh kembali. Kami sekeluarga bersyukur kepada Allah Swt  atas kesembuhan ini. Selanjutnya anak-anak kami sehat-sehat dan dapat bermain serta kami belikan sepeda mini.

3. Setelah beberapa bulan berlalu , datang lagi musibah kecil menimpa anak kami.
Pada suatu hari Hary bermain dengan kawan-kawan sekolahnya dengan mengendarai sepeda mini masing-masing di jalan Bengawan, agak jauh dari tempat tinggal kami. Kawannya nya mengenadarai sepeda mini baru, setelah mereka bermain-main agak lama mereka tukar pakai sepeda; Hary anak kami memakai sepeda kawannya yang dan kawannya memakai sepeda Hery yang sudah lama. Tidak jauh dari situ ada anak remaja nakal dan meminta paksa sepeda mini yang dipakai Hary dengan ancaman pisau tajam kepada Hary agar sepeda itu diserahkan kepadanya kalau tidak pisau itu akan ditusukkan pada badan Hary, kawan Hary melihat kejadian itu. Karena mereka berdua ketakutan maka sepeda yang dipakai Hary diserahkan kepada anak nakal tadi. Hary pulang kerumah sambil menangis menceritakan bahwa sepedanya dirampas orang, pada waktu itu Hary masih duduk dibangku kelas IV SD. Aku marah pada Hary karena bermain terlalu jauh dari rumah dan menghilangkan sepeda orang. Akhirnya sepeda Hary diberikan kepada kawannya sebagai ganti sepedanya yang hilang. Akhirnya anak-anak tidak punya sepeda lagi.
             4.Pada tahun itu juga selang beberapa bulan kemudian musibah datang lagi pada anak kami Fitriyansyah, yang memang pada waktu usia yang cukup nakal dan lucu-lucunya. Anak ini pintar, berani dan lincah serta banyak kawannya.
Pada suatu sore dia sedang bermain-main dengan teman-temannya didepan rumah tetangga kami. Pada waktu itu mobil Angkot kepunyaan tetangga kami mau keluar garasi dan berjalan mundur, sehingga anak-anak ramai bergelantungan dibelakang mobil yang sedang mundur itu termasuk anak kami Rian. Setelah mobil agak berat jalan mundurnya anak-anak pada lari dan Rian ikut lari tapi dia  terjatuh di belakang mobil itu . Mobil terus mundur sehingga kaki Riyan tersangkut pada Ban belakang mobil itu dan otomatis paha Rian tergilas Ban mobil hingga terjadilah kecelakaan itu. Daging paha kakinya sedikit hancur dan langsung di bawa ke R.S Santo Yusuf. Paha kakinya dijahit sebanyak tiga jahitan. Bukan main terkejutnya kami waktu itu. Kami diberitahu setelah anak itu sudah di RS Santo Yusuf, saya tidak tega melihat lukanya. Setelah dijahit anak itu menjerit kesakitan
Serta ketakutan sekali kalau kami marahi. Saya hanya bisa menangis melihat keadaan anak kami itu, serta berdoa kepada Allah semoga anak kami cepat sembuh.

          Setelah habis dijahit dan diobati boleh pulang ke rumah lagi, tetapi setiap dua hari harus datang lagi ke R.S untuk diganti obatnya dan diganti perbannya. Sehingga saya mundar mandir ke Rumah sakit dengan menggendong anaknya. Selama 15 kali perawatan di Rumah sakit itu, yang memakan waktu kurang lebih 2 bulan barulah anak kami itu sembuh. Alhamdulillah Rian telah sembuh kembali.

        Baru beberapa bulan sembuh dari luka pahanya, dia kembali lagi berlari-lari kian kemari bermain dengan kawan-kawannya, memang anaknya  agak bandel suka lari-lari dan lancat-loncat kalau bermain. Sehingga waktu itu tangannya keseleo dan bengkak lagi
dan tidak bisa digerakkan lagi. Akhirnya kami pergi ketukang urut, tangannya diurut dan ditapal  dengan jahe serta dibungkus dan tangannya yang bengkak digendong supaya tidak bergerak. Pengobatan dengan tukang urut ini dilakukan tiap hari selama satu minggu sampai benar-benar sembuh. Aku mengeluh atas kejadian-kejadian ini, untung kami diberi Nya kesabaran atas segala musibah-musibah  dan kejadian ini, sehingga semuanya berjalan dengan baik.

          Disamping cobaan-cobaan kecil ini , kamipun mendapat nikmat dan rizki dari Allah, kami selalu bersyukur dan berdoa kepada Allah setiap habis sholat. Dengan rizki dari Allah akhirnya kami dapat membeli sebuah mobil bekas merek Fiat 1300 CC. Dengan adanya mobil ini lengkaplah kegembiraan kami sekeluarga. Anak-anak suda beranjak besar Jemi sudah di SMP, Fatchiah hampir ujian akhir SD klas VI; Hery sudah naik kelas V, Rian sudah masuk SD. Hanya Hery yang sering  sakit panas karena radang amandelnya yang akhirnya Hary dioperasi amandelnya di Bandung tahun 1980. Achmad Azimi di operasi amandelnya di Palembang tahun 1975. Fitriansyah dioperasi amandelnya di Palembang tahun 1985, pada waktu itu Riyan sudah kelas IV SD.

           Setelah kami punya mobil, kami sering jalan-jalan sekeluarga, setiap minggu selalu ada acara  sehingga kesenangan dan kebahagian serta keakraban selalu terjadi, rumah tangga  rukun dan tenteram benar-benar kami rasakan.
Tahun 1979 kami sekeluarga pergi ke Ancol di Jakarta. Tahun 1980 kami piknik ke Bali.
Ke Pelabuhan Ratu, ke Pangandaraan,  Ke Yogyakarta, Borobudur, Perambanan. Ke Solo, Tawang mangu, jati jajar ke keraton bersama anak-anak .
          Setelah bertahun-tahun tinggal di Gang Suzuki, rasanya sudah menyatu kami dengan warga di jalan sukabumi tersebut, seperti di kampung sendiri. Kami tinggal di Gang Suzuki mulai bulan Mei tahun 1977 s/ bulan Juni tahun 1983. Pada bulan Juni kami pindah rumah ke Jalan Sekejati II no 29 Bandung. Rumah komplek, cicilan dengan BTN, tetapi ahirnya sebelum sempat mencicil satu kalipun , rumah tersebut kami bayar lunas.
Sedih pula rasanya pindah meninggalkan Gang Suzuki, karena kami sudah cukup lama berdiam disitu dan sudah akrab dengan para tetantang di tempat tersebut. Anak-anak semuanya besar disana seolah olah sudah menjadi kampung kelahiran kami. Suka duka, susah senang , gembira sedih dan banyak pristiwa-peristiwa penting dialami di sana.

          Jalan Sukabumi dalam kami tinggalkan , apa boleh buat, keadaan dan kehidupan kami sekeluarga bertambah baik , Alhamdulillah.
Dari hari ke hari dari bulan ke bulan dan dari Tahun ke Tahun, banyak perobahan dikantor juga Bapaknya anak-anak mendapat fasilitas mobil dinas disamping itu kamipun punya mobil pribadi. Kamipun mendapat mobil lelangan khusus dari kantor Merk Daihatsu Taff tahun 1980. Sehingga dirumah ada dua mobil pribadi. Rumah kamipun baru pula terletak dikomplek perumahan pegawai. Lengkaplah semua kenikmatan yang kami terima dari Allah Swt. Kami tidak habis-habisnya bersyukur kepada Allah Swt atas segala limpahan karunia rezki yang diberikan kepada kami sekeluarga. Mobil pribadi yang satunya lagi ber merk Fiat 1300 cc.

          Setelah sepuluh bulan tinggal dirumah jalan sekejati II no 29 pada waktu itu bulan April 1984. Bapaknya anak-anak dipindahkan ke Palembang menjadi Kepada Daerah Pos dan Giro Sumatera Bagian Selatan di Palembang. Bukan main senangnya kami sekeluarga, karena jabatan seperti itu di Perum Pos dan Giro adalah jabatan pilihan tidak semua orang dapat mendudukinya. Oleh sebab itu sangat bersyukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kami sekeluarga.
Akan tetapi dibalik kegembiraan yang aku dapat aku merasa sedih karena anak-anak yang besar akan tetap tinggal di Bandung untuk melanjutkan sekolahnya yakni Jemi, Fatchiah dan Hery. Karena pada waktu itu Jemi mau menghadapi sipenmaru; Fatchiah naik kelas III SMP, Heri baru naik ke kls II SMP. Yang ikut kami ke Palembang hanya shaly dan Rian karena keduanya masih di SD.

        Tanggal 4 April 1984 Suamiku dilantik di Bandung dan tanggal 24 April serah terima jabatan di Kantor Gubernur Sumsel. Setelah beberapa hari  aku di Palembang kami kembali ke Bandung untuk mengurus kepindahan anak-anak sekolah yakni Shalli dan Rian. Dan achir juni saya bersama anak-anak ke Palembang semua karena sekolah libur; jadi kami sekeluarga ke Palembang semua dulu.

Setelah sampai kami sekeluarga sangat senang dan gembira berada kembali di Palembang, banyak orang-orang kantor yang menjemput kami di Lapangan terbang. Kami langsung menuju rumah dinas di jalan Sumatera  no 10. Selama satu minggu kami sekeluarga berkumpul di Palembang rasanya sangat senang dan gembira bercampur dengan anak-anak. Kini tibalah waktunya Jemi, Fatchiah dan Hary kembali ke Bandung lagi, karena mau sekolah lagi; liburan sudah habis.

      Bukan main sedihnya saya karena baru kali inilah berpisah dengan anak-anak. Waktu kami baru bertugas di Palembang aku sering tidak dapat tidur karena teringat anak-anak yang di Bandung, tetapi setelah agak lama terbiasa juga.

          Selama Bapaknya anak-anak menjadi KDPOS Palembang aku hampir tiap 2 bulan sekali pergi ke Bandung untuk menjenguk anak-anak. Demikianlah aku bolak balik dari Palembang ke Bandung dan sebaliknya selama hampir tiga tahun. Pada bulan Juli 1986 Bapak dipindahkan ke Semarang menjadi Kepala Daerah Pos dan Giro II di Semarang yang wilayahnya meliputi Jawa Teengah dan DiY.
Keberangkatan kepindahan kami ke semarang  kami tidak langsung menuju Semarang. Saya dan Bapak rupanya mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah Haji ke Makkah.

          Tanggal 2 Juli 1986 saya bersama anak-anak Shali, Rian Pembantu dan Umak pergi ke Bandung mengantar anak-anak duluan dan menyelesaikan kepindahan sekolahnya dulu dan Umak [ Rakyah] ikut ke Bandung menjaga anak-anak selama kami berdua menunaikan ibadah Haji. Setelah mengatur segala-galanya sayapun pulang ke Palembang lagi untuk serah terima Jabatan Bapak dan saya juga di Dharma wanita.

         Tanggal 14 Juli 1986 Bapak serah terima jabatan  dan tanggal 17 July kami berangkat ke Makkah bersama kanda H.Muhammad dan ayuk Musriyah beserta rombongan jemaah Haji Sumatera selatan ke Jakarta. Kami meninap di pondok gede selama dua hari. Pada tanggal 20 July 1986 rombongan kami terbang ke Jeddah. Tanggal
21 July sampailah kami di Jendah [ King Abdul Aziz Air Port] Tanggal 22 rombongan sampai di Madinah.

           Selama 9 hari rombongan kami berada di Madinah menyelesaikan ibadah sholat Arbain [ 40 waktu sholat]. Pada hari ke sembilan setibanya di Madinah rombongan kami menuju Makkah. Waktu kami berada di Madinah suhu udara cukup panas sekitar 50-54 derajat C.c  Akan tetapi kami Alhamdulilah tidak ada halangan semua berjlan dengan lancar. Saya , Bapak dan wak Haji Muhammad bersembahyang di Masjid Nabawi di Madinah dan dapat pula melakukannya di Raudah yang mana dekat dengan kuburan Nabi Muhammad Saw.
         Didalam Masjid Nabawi itu sangat bagus penuh sesak dengan orang dari berbagai negara berdesak-desak. Kami juga sempat ziarah ketempat-tempat  Makam sahabat Rasulullah Saw Masjid Quba dll. Setelah itu kami berangkat menuju Makkah dengan rombongan jamaah lainnya .
        Dari Madinah kami menuju Bir Ali dengan sudah memakai pakaian ihrom; Ada beberapa tempat yang kami singgahi sebelum sampai di Makkah untuk sholat wajib maupun sunat di perjalanan. Sepanjang perjalanan dari Madinah ke Makkah hanya batu-batu dan padang pasir melulu. Dalam perjalan kami dari Madinah ke Makkah tidak ada halangan apa-apa.

           Setelah kami sampai di Makkah kami melakukan Umroh dan terus tahalul kemudian kami langsung menemui keluarga Bapak di Makkah dan kami disambut dengan baik; setelah pertemuan dengan keluarga di Makkah kami kehotel lagi.
Kamipun sholat di Masjidil Haram yang sangat terkenal diseluruh dunia disana ada Ka’bah yang merupakan kiblat orang-orang Islam dalam sholat. Ka’bah itu terletak ditengah-tengah Masjidil Haram, melihatnya begitu mengharukan.

         Dan didekat Kakbah  itu ada Makam Ibrahim, Hijir Ismail, Sumur Zamzam , Multazam dan yang tidak kalah utamanya ialah Hajar Aswad terletak disudut Kakbah. Menciumnya hukumnya sunnah oleh sebab itu orang berlomba-lomba untuk mencoba menciumnya. Alhamdulillah saya dan Bapak  dapat menciumnya walaupun sangat berdesak-desak oleh lautan manusia yang ada disekitar Kakbah itu. Bukan main gembira dan senangnya  serta trharu bukan kepalang, air mata meleleh dipipi tidak terasa, setelah selesai itu kami mengucapkan Alhamdulillah..

          Didalam Masjidil Haram itu ada sumur air Zam-zam . Saya banyak meminum air zam-zam dan menyirami seluru kepalaku dan mukaku. Di Makkah panasnya hampir sma dengan di Madinah . Selama berada dikota Makkah kamipun banyak berziarah ketempat yang terkenal sebelum melaksanakan ibadah haji seperti ke Arafah, Minah, Musdalifah dll untuk nantinya pada waktu melakukan ibadah haji sudah mengenal tempat itu. Disamping itu kami ziarah ke Gua suur, jabal Nur dll.

           Didalam Masjidil harampun sangatlah indahnya , lampu-lampu kristal bagus-bagus  dan sangat luas. Kalau kita berada didalam Masjidil Haram seolah-olah kita berada di syurga saja. Setelah beberapa hari rombongan kami berangkat ke Arafah untuk melakukan ibadah Wukuf. Terus ke Muzdalifah kemudian ke Mina untuk melontar yang batunya diambil waktu di Muzdalifah tadi. Semua yang kami kerjakan itu berjalan lancar dan mudah Alhamdulillah. Semuanya mendapat kemudahan dari Allah, kemudian kami kembali lagi ke Makkah untuk Tawaf Ifadah dan Sa’i  terus tahallul.

       Setelah menunggu seminggu di Makkah maka rombongan pulang ke Indonesia. Tepat
tanggal 27 Agustus sampai dirumah di Bandung dengan selamat . Kami bertemu lagi dengan anak-anak dan umak serta  berkumpul bersama di jalan Sekejati II no29 Bandung. Semua keluarga dan kami merasa sangat gembira dan senang karena kami telah dapat menyelesai Ibadah Haji dengan tidak ada ganggun atau rintangan apapun juga serta kembali ke tanah air dalam kedaan sehat wal afiat.

       Setelah beberapa hari di sekejati tepatnya 5 hari melepaskan rindu dengan anak-anak dan orang tua, sebenarnya pada waktu itu belumlah habis betul masa rindu dan gembira kami berkumpul dengan anak-anak dan orang tua, kami berdua berangkat ke Semarang untuk melaksanakan serah terima jabatan Kdpos II Jateng dan DIY.

        Pada waktu yang ikut kami hanya Jemi, setelah 2 hari menyusul Fatchiah dan Hery ke Semarang untuk melihat-lihat. Setelah itu anak-anak pulang lagi ke Bandung. Berpisah lagi!!!. Saya dan Bapak di Semarang  dan anak-anak di Bandung, apa boleh buat  demi karier Bapak di Kantor. Anak-anakpun telah diberi pengertian dan akhirnya dapat menerima keaaan seperti itu.

      Sehingga sayalah yang bolak balik semarang-Bandung, dan waktu libur sekolah saya dan anak-anak ke semarang. Memang kalau saya sedang  di Semarang terasa sepi sekali di rumah sendiri tanpa  anak-anak hingga saya sering menangis.
Memang dirumah ada seorang anak Bapak yang dulu, namun terlalu asing bagi saya maupun bagi dia.Kami serumah tetapi biasa-biasa saja.

       Setelah kami satu tahun di Semarang anak kami Fatchiah diterima kuliah di Salatiga di Universitas Satya Wacana, dialah yang sering ke Semarang setelah itu ada sedikit terhibur hati ini. Tetapi anehnya selama Bapak dinas di Semarang setiap kali saya sedang di Bandung bersama anak-anak; saya sangat berat untuk ke Semarang lagi meninggalkan anak-anak yang berada di Bandung itu.

        Setiap kali dari Bandung saya selalu merasa was-was dan selalu merasa berat dan merasa cemas dan selalu merasa tidak tega meninggalkan anak-anak. Sering saya menangis dalam mobil yang menuju Semarang. Orang duduk disebelah saya jadi heran akan tetapi saya selalu menjelaskannya. Sehingga setiap kali sampai di Semarang selalu murung, tapi begitulah perasaan saya tidak dibuat-buat. Selalu sepertinya ada yang mengganjal, atau ada yang memang saya sendiri  tidak mengerti pokok sedih saya itu.

         Kalau sedang di Bandung saya merasa senang, tenteram bersama anak-anak, ada yang nanya ada yang cerita ada yang nyanyi dan macam-macam.
Kalau Jemi selalu senang cerita masa kecilnya, Selli cerita tentang pacarnya, Hery selalu soal sekolah dan pelajaran; Rian cerita tentang kejadian sehari-hari. Mungkin kalau Heri karena dialah yang paling pintar di sekolah dia selalu cerita tentang pelajaran  dan dirumah juga Hery yang paling pintar diantara semua kakak dan adiknya.

        Terbukti sejak sekolah di SMP s/d SMA selalu mendapat rangking kelas. Waktu ujian akhir di SMP nilai Nem-nya yang tertinggi sehingga oleh guru wali kelas Hery boleh bebas memilih sekolah SMA Favorit di Bandung. Namun akhirnya dia memilih sekolah yang SMA yang sedang tingkatnya [tengah-tengah] dengan harapan kalau di sekolah yang sedang dia akan selalu mendapat rangking kelas. Semua itu terbukti nyata  dengan giat belajar dan rajin dia selalu mendudki rangking I atau II di sekolahnya. Saya sangat bangga begitu juga bapak akan perestasi anak kami ini. Sering kami [saya dan Bapak] berbincang-bincang mudah-mudahan diantara semua anak kami Herylah yang dapat maju yang
menjadi tumpuan dan harapan untuk melanjutkan sekolahnya kelak. Yaa mudah-mudahan pikir saya.

      Waktu berjalan terus senang dan gembira, tidak ada terlintas dihati, tidak terbesit sama sekali akan mendapat musibah pertama pada bulan Juni tanggal 2 tahun 1988 Hery ujian Sipenmaru dan saya tanggal 2 juni 1988 harus ke Palembang karena orang tua  [Bak] sakit keras sudah gawat sedang diopname di R.S. Charitas Palembang.

       Demi cinta kepada orang tua hari itu juga saya ke Palembang dan langsung langsung menemui Bak di Rumah sakit. Keadaan Bak memang sudah parah  tetapi di masih ingat dan sadar sekali. Setelah saya datang saya peluk dan cium Bak yang sudah terbaring. Saya memohon maaf karena terlambat datang sebab alat angkutan penuh; Bak mengangguk melihat saya datang dan kami sama-sama menangis, setelah itu saya selalu berada  disampingnya menjaga, menyuapinya makan, membersihkannya. Besoknya tanggal 3 Juni 1988 tepat jam sore kurang seperempat, hari itu hari Jum’at, Bak meninggal dunia , Innalillahi wa Innailhi rojiun” semuga beliau akan mendapat rakhmat dan pengampunan dari Allah serta ditempatkan pada tempat yang sebaik-baiknya disisi-Nya, diterima iman Islamnya.Amiiiin.

        Malam harinya jenazahnya dibawa pulang ke dusun Manggul dan di kubur besoknya hari Sabtu tanggal 4 Juni 1988. “Selamat jalan bapakku tersayang dan selamat sejahtera disana di alam baka. Sesudah tujuh hari tepatnya tanggal 10 Juni 1988 saya pulang lagi ke Bandung. Sebenarnya tanggal 7 Juni 1988 adalah  hari ulang Tahun Hary yang ke –18.
Dimana setiap kali hari ulang tahun semua anak-anak saya selalu membuat nasi kuning. Namn waktu ulang tahun Hary yang ke –18 keadaannya lain saya masih di dusun Manggul. Dan Rupanya Hary sudah ujian Sipenmaru. Setelah itu dia pergi ke Semarang mnemui Bapak. Persis Hari ulang tahunnya dia pergi dengan Bapak  keluar kota [Piknik] sambil merayakan ulang tahunnya ke –18.

        Dan tanggal 10 Juni Hary sudah kembali ke Bandung lagi, jadi sama-sama datang kebandung. Saya juga dating ke Bandung dari Lahat.

         Banyak cerita nya tentang ulang tahunnya di kota-kota di Jawa Tengah dengan Bapak. Sampai dia cerita  kalau membeli kado buat pacarnya berupa kuningan di kota Juwana. Dan saya juga banyak cerita  dengan Hery tentang meninggalnya nenek lanang; dan saya membawa sejumlah foto-foto nenek waktu meninggal dunia.

        Sejak tanggal 10 Juni 1988 s/d 16 Juni 1988 saya di Bandung, namun aku meninggalkan kota Semarang sejak tanggal 30 Mei 1988.

             Tanggal 18 Agustus 1988, adalah hari yang tidak dapat dilupakan seumur hidupku, yaitu hari meninggalnya anakku yang tersayang Achmad Zuhry Kertamuda karena kecelakan lalu lintas. Dia naik motor untuk menyelesaikan persiapan pendaftaran kuliahnya, terjadilah kecelakaan di jalan Terusan Kiara Condong Bandung.
            Pertemuan terakhir Hery dengan saya ialah pada tanggal 6 Agustus 1988 waktu aku berada di Bandung selama satu minggu bersamanya. Sesudah itu aku kembali ke Semarang.

Hari selasa jam 6.00 sore saya masih berbicara dengannya melalui telepon. Pada hari Kamis tanggal 18-08-88 jam 11.00 siang  hari naas itu tidak dapat dielakkan lagi, maut telah sampai kepadanya. Innalillahi wa inna ilahi roji’un, semoga Allah akan mengampuni segala dosa dan kesalahannya dan memaafkan atas segala keteledorannya serta mnempatkannya pada tempat yang sebaik-baiknya disisi-Nya.
Ya Allah kuatkanlah imanku dalam menerima musibah ini dan ampunilah dosa-dosaku. Semoga Engkau memberikan ganjaran pahala dan pengganti yang lebih baik atas cobaan ini, kepada kami sekeluarga, Amiin, amiin ya Robbul ‘alamiin.
                                     ————***————–

            6.Silsilah singkat keluarga  ayah dan ibu Hj.Wartini.
                   Ayahnya bernama Keman bin Waris.
 Keman bin Waris mempunyai empat bersaudara ; 2 laki-laki dan 2 perempuan.

Yakni:
1.Rejawi.
2.Keman.
3.Ayunah.
4.Nursanah.

                     Ibunya: Hj.Rakyah binti wamad.
Mempunyai 2 Suaudara perempuan dan satu saudara laki=laki.
Yakni;
1.Hj.Rakyah.
2.Hj.Subakyah.
3.Syofi’ah.
4.M.Asri.

Anak-anak H.Keman bin Waris dengan Hj.Rakyah binti Wamad.

1.Bachrun. Isterinya bernama Sa’yah.
Anak-anaknya ada 10 orang ialah:.
Chairul Semidang, Rostati, Samudera, Yusnaini, Sudarman, Mardiana ,Indera, Ujang dan Wita. Dan satu orang meninggal dunia ketika masih kanak-kanak.

2.Zakariah.Isterinya bernama Saridah:
Anak-anaknya ada 7 orang ialah:
Sudarli Semidang, Eliyana, Itung, Linda. Aming , Tina dan Yayan

3.Rusniana. Suaminya bernama Zainal Abidin.
Anak-anaknya ada 9 orang ialah:
Nisrawaty, Anto,Herman, Fajar, Elywati, Darman, Erlan, Safri dan Rian.

4.Sudarni.Meninggal dunia pada masa kanak-kanak.

5.Honudin isterinya bernama Sudarna.
Anak-anaknya ada 7 orang ialah:
Dadang Semidang, Kartini, Bosri, Golan, Yuliana, Ritawati, Daniah.

6.Wartini.Suaminya saya sendiri.
Lihat putera-puteri H.Abbas AH Kertamuda.

7.Aprunuddin.Isterinya bernama Masitoh.
Anak-anaknya ada 3 orang ialah:
Hery, Yulianti, Indera.
 
                          ————————***————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s