XIII. Pindah ke Kota Semarang. [ 1986- 1989].

           Setelah kami kembali ketanah air selesai melaksanakan Ibadah Haji, dari Soekarno Hatta Air Port Jakarta kami langsung menuju rumah kami di jalan Sekejati II No 29 Bandung.
Kami tinggal di Bandung kurang lebih 5 hari setelah itu kami bertiga , saya, isteri saya dan Ahmad Azimi meneruskan perjalanan menuju ke Semarang untuk memulai bertugas lagi.

          Setelah bertugas di Kantor Kepala Daerah Pos dan Giro IV di Palembang  selama hampir 2 tahun 4 bulan aku dipindahkan sebagai Kepala Daerah Pos dan Giro II di Semarang yang membawahi 2 wilayah Propensi yakni Peropensi Jawa Tengah dan Propensi Daerah Istimewah Yogyakarta.

          Pada hari selasa tanggal 9 September 1986, bertempat di Gedung Wanita Semarang dilakukanlah  serah terima Jabatan Kepala Daerah Pos dan Giro II yang meliputi Propensi Jawa Tengah dan Propensi Daerah Istimewah Yogyakarta dari Pejabat lama Pembina Madia [IV/b] R.Budiharjo  Bc.Ap. Nippos 931000269 kepada Pejabat baru Pembina Pos Muda [IV-a] H.Abbas A.H.Kertamuda Bc.AP. SH. berdasarkan Keputusan Direktur Utama Perum Pos dan Giro di Bandung tanggal 30 April 1986 no 41 /Dirutpos/1986. Serah terima tersebut disaksikan oleh Bapak Dirutpos Bapak Moelyoto  Bc.Ap. dan disaksikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah Bapak H.Ismail.
 
          Setelah serah terima aku menerima “Memori Serah Terima Jabatan” yang memuat gambaran singkat secara garis besar tentang kekadaan Daerah Pos dan Giro II , untuk dapat kugunakan sebagai informasi dan bekal pendahuluan dalam pengelolaan Pelayanan jasa Pos dan Giro di daerah ini.

Seperti kebiasaanku dalam memangku jabatan baru , aku selalu mempelajari dengan seksama semua pekerjaan yang akan kukerjakan, mengenali tugasku baik pekerjaan harian
, mingguan, bulanan , triwulanan serta tahunan. Kalau semua itu telah kuketahui, barulah aku memantapkan yang sudah baik, menambah atau mengurangi yang kurang efisient dsb. Hingga pengenalan tugas itu berjalan terus sambil menangani pekerjaan sehari-hari. Biasanya kalau sudah 2 bulan semuanya sudah dapat kukuasai dengan mulai pembenahan dan perombakan dilakukan sesuai dengan keperluannya.

             A.** Berkunjung Ke Jepang  ke-I.
                          [23 Oktober 1988 s/d 06 Nopember 1988.

 

        1.Dalam rangka mengikuti “Executives’ Seminar” dalam bidang Postal Saveng and Postel Money Order di Tokyo “. yang diselenggarakan oleh Postal Saving Bureau, Minister of Pots and Telecommunication Gavernment of Japans, aku berkunjung ke Jepang, selama kurang lebih 3 minggu. Karena kunjunganku ke Jepang itu untuk keperluan Dinas maka, semua keperluan untuk pemberangkatanku itu telah diatur dan di fasilitasi oleh Direktur Jenderal  Pos dan Telekomunikasi bersama-sama dengan JICA [Japan International Coopperation Agency] di Jakarta. Baik yang berkenaan dengan Pasport , Tiket pesawat terbang maupun Visanya, aku hanya mengirimkan data-data yang diperlukan saja. Pada waktu itu aku sedang bertugas di Semarang sebagai Kepala Daerah Pos dan Giro II di Semarang.

   Aku berangkat dari Semarang  ke Jakarta tanggal 20 Oktober 1988 untuk menanda tangani dan mempersiapkan naskah-naskah yang berkaitan dengan tugasku ke Jepang tersebut. Disamping itu aku harus melapor ke Kedutaan Japan untuk mendapat penjelasan seperlunya tentang segala sesuatu yang akan dikerjakanku di Jepang nanti..

          2. Utusan mengikuti Seminar:

       Utusan dari Indonesia hanya aku seorang, oleh sebab itulah maka akupun amat gugup karena baru kali ini aku berpergian ke luar negeri seorang diri tanpa kawan sedangkan tugasku cukup berat. Aku selalu berdo’a agar perjalannya dan semua tugasku nanti bisa berjalan dengan baik.

         3.     Persyaratan untuk dapat ditunjuk mengikuti Executive seminar 
              Menurut menurut surat Derektorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi tanggal 2 Agustus 1988 No 4896/ Kopint/ 88 adalah sebagai berikut:
1.Jabatan peserta setingkat dengan Direktur atau Pejabt tinggi yang bertanggung jawab terhadap manajemen Tabungan Pos atau Tabungan Nasional serta pelayanan uang pos lainnya, baik pada organisasi Pmerintahan maupun pada tingkat opeasional.
2.Mahir berbahasa Inggris baik lisan maupun tertulis.
3.Sehat Jasmani dan Rohani.
4.Sanggup dan mau membuat “ Country Report “ dalam bahasa Inggeris tentang situasi sekarang mengenai pelayanan Tabungan Pos atau Tabungan Nasional, Pelayanan Wesel Pos dan Pelayanan uang Pos lainnya serta masalah yang dihadapi, sebanyak sepuluh halaman terkenik. Country Report harus disampaikan kepada JICA setibanya peserta di Jepang.

         4.       Tempat dan lokasi Seminar.

*** Lokasi Seminar:
Seminar akan dilaksanakan di :
Tokyo International Center [TIC], JICA.
Nishihara 2-49-5 Shibuya-ku
Tokyo 151 Japan.
Tel: Tokyo [03] 485-7051.

***Penyelenggaraan dan pengawasan Seminar dilakukan oleh :
Potal Savings Bureau,
Minister of Poss and Telecomunication,3-2,
Kasumigaseki 1-chome, chiyoda-ku,
Tokyo 100 Japan.
Tel: [03] 504-4475.

          5.    Untuk semua biaya keberangkatan dan akomodasi [ Allowances and expensis] selama seminar ditanggung oleh Pemerintah Jepang [JICA] dan Perum Pos dan Giro.

Dari Perum Pos dan giro aku mendapat uang sbb:
1. Uang haraian 50 % X 17 hari X US$ 160.                  US $ 1.360.
2. Uang perlengkapan [ Jas dll]                                       Rp 200.000,-
3. Uang fiscal dan Air port taxes                                     Rp 250.000,-
             
Dari JICA [ Pemerintah Japan] 

1.Return air-ticket [Normal economy fare] dari Soekarno Hatta – Narita.
2.Allowance  9.500 Yen per hari ditambah Penginapan  dan makan pagi di JICA Traning Center.
3.Biaya-biaya pengobatan selama berada di Japang.
4.Biaya-biaya untuk Study Tours.

          Pada tangal 22 Oktober 1988 pesawat yang membawaku Japan Air Line {JAL]  no JL 722 meninggalkan Bandaha Soekarno Hatta Jakarta, menuju Kuala Lumpur. Aku berangkat dari Bandara Soekarno hatta Jakarta sekira jam 19.00 dan tiba di Kuala Lumpur jam 21.00.
Setelah berhenti kurang lebih 45 menit di Bandara Kuala Lumpur, pesawat yang membawaku ke Jepang berangkat lagi menuju Narita Bandaara Tokyo.
Perjalanan kami itu dilakukan  malam hari, pernerbangan  antara Kuala Lumpur ke Narita Tokyo kurang lebih 7 Jam non stop. Waktu senja aku telah melihat lampu kelap kelip di kejauhan didaratan, akupun tidak tahu pasti daratan mana yang kulihat tersebut. Aku sholat subuh di pesawat.   

        Pada  Passenger ticketku telah ditempeli special Meal Card yang telah disiapkan oleh Japan Air Lines yakni “ Meal without pork ”, baik untuk berangkat ke Jepangnya maupun untuk kembali ke Indonesia. Ticket Pesawat terbangku itu merupakan Return ticket sehingga untuk kembalike Indonesia telah pula disediakan untuk kembali tanggal 5 November 1988 dengan Pesawat Japan AirLines no penerbangan JL 721, Tokyo /Narita Jakarta/Soekarno Hatta.. Harga Return ticket  Sukarno Hatta-Narita Soekarno Hatta USD 1516.00

       Kira-kira jam 6.30 pagi waktu setempat pesawat kami mendarat di Narita Airport. Aku pun mengurus bagasiku, setelah itu aku menelusuri petunjuk yang diberikan kepadaku oleh pegawai Kedutaan Jepang di Jakarta serta JICA. Pada waktu aku meliwati jalan menuju pintu keluar Bandara aku mendapatkan tempat yang telah disediakan sebagai informasi tertulis. Aku melihat kotak-kota yang tersedia dan disana terdapat sampul yang memuat namaku. Sampul untuk itu kuambil dan kubuka setelah kubaca instuksi itu aku disuruh menghubungi loket yang telah disediakan untuk mengatur sesuatu bagi delegasi yang datang. Setelah kutunjukkan secarik kertas yang kuambil dari kotak tadi maka aku diberi tiket untuk naik bus dari Narita ke Kota, ditunjukkannnnya tempat naik bus itu dan kebetulan aku bertemu dengan Mr.Kurruppuwattage Tudor Perera Upasena, dia adalah utusan dari Sri Langka . Lalu kami berdua menuju ketempat Bus, derngan membawa bagasi kami masing-masing. Di Bandara Narita tidak ada yang bisa membantu membawakan barang kita seperti di Indonesia. Semuanya Self service.

      Kamipun naik keatas Bus, karena bus itu shutle Bus, kami berhenti di Kota Tokyo tempat Bis itu berhenti terakhir. Ditempat itu baru ada petugas dari JICA yang akan membawa kami ketempat penginapan. Barang-barang kami diurusnya dan kamipun naik mobil yang telah disediakannya menuju  Gedung TICH. [Tokyo International Centre Hatagaya].  Di jalan 2-49-5 Nishihara Shibuya-Ku Tokyo 151 Telpon 03 4857051.

       Aku ditempatkan di lantai 8 dengan kamar yang cukup nyaman dan besar serta semuanya lengkap. Kalau memandang keluar jendela nyaman sekali , aku bisa melihat kegiatan masyarakat sekeliling kami, seperti berolah raga dll. Kata  salah seorang Mahasiswa indonesia yang ada di Gedung itu, Bapak adalah Pejabat golongan Eselon I  [setingkat Dirjen], oleh sebab itu fasilitas yang diberikan kepada Bapak sangat istimewa.

        Di Gedung itu semuanya Self servisce , mereka hanya menyediakan fasilitas saja, kalau mengerjakannya kita sendiri-sendiri seperti mencuci pakaian, menyeterika, bermacam-macam minum disediakan oleh mereka tapi kita harus kerjakan sendiri.
Kalau mau sarapan pagi kita harus pergi ke tempat yang memang disediakan untuk makan dan minum dengan cara “Take and Pay”.  Saya mendapat uang saku yang cukup besar dari Pemerintah Japan dan juga dapat uang saku dari Pemerintah Indonesia. Oleh sebab itulah perkara uang benar-benar kami berkelebihan , disamping itu kami sering dijamu oleh Pejabat dengan  gratis. Kami sering sekali diajak malam dengan masakan ala Japan yang menurut ukuranku sangat mewah dan semua ada. Disediakan segala jenis masakan  mulai dari ikan mentah sampai makanan yang jarang sekli kulihat juga segala minuman khas Jepang termasuk sake, tapi aku tidak berani meminumnya karena minuman itu merupakan minuman keras..

        Selama di Jepang untuk menghindari makanan yang tidak halal aku selalu makan ikan,  karena ikannya sangat banyak macamnya dan masakannyapun bermacam-macam serta lezat-lezat. Tetapi akibatnya setelah saya tiba di Indinesia, dibagian dadaku melepuh dan merah, kutanyakan kepada dokter tentang hal ini. Dokter bilang ini alergi dari makanan, keceritakan aku selalu makan ikan selama di Jepang. Dokter mengatakan itulah penyebabnya dan ini tidak akan berlangsung lama nantinya hilang sendiri..

          6.   Peserta Excecutives Seminar itu, terdiri dari 12 orang yang terdiri dari dari 12 negara  diantaranya adalah sbb:
1. India , Mr.Deepak Shankar Bhalchandra Director Departements of Post Minister of Communications New Delhi.

2. Indonesia, Mr Abbas AH Kertamuda Regional Directorof Post and Giro II Semarang.

3.Korea, MrRo, Byong Jo, Post Master Go=Ro Post office Minister of Comunication, Seoul.

4.Nigeria, Mr James Chuba Ebere Okpala, Chief Postal Controller Nipost Minister of Comunications, Lagos.

5.Pakistan, Mr.Rao Muhammad Sharif. Deputy Chief Director Central of National Savings Islamabad.

6.Palau, Ms.Gloria Ekada, Distribution and Windows Service, Coror State.

7.Panama. Mr. Thomas Roy Lewis. Manager of Credits in operational in a Bank. Chitre.

8.Phillipiness,Ms, Pomposa G.Mongado, Postal Faical Service Chief Money order Sections, San Pedro, Laguna.

9.Sri Langka. Mr.Kurruppuwattage Tuudor Perera Upasena. Deputy Postmaster General, Departement of Post, Maharqama.

10.Thailand. Mr.Vicheal Nititham, Chief Manager, Organistion Development Division, Bangkok.

        7.   Seminar semacam ini diadakan paling cepat  lima tahun sekali. Seminar pertama diadakan pada tahun 1974,.. dan  seminar ke IV tahun 1984, yang ke –V 1988 dan yang ke VI diadakan pada tahun 1992 yang akan datang. Tujuannya ialah untuk mengetahwi masalah-masalah yang timbul yang berkenaan dengan Postal Savings atau National Savings selama masa 5 tahun tersebut, baik menyangkut organisasi maupun yang lain-lainnya dari negara-negara peserta. Serta bagaimana cara menangani masalah-masalah tersebut, melalui diskusi dan sebagainya.

            Dalam seminar tersebut disamping mendengarkan penjelasan dari pejabat-pejabat Jepang mengenai perkembangan Postals Saving dan Postals Maney order di jepang, merekapun mengemukakan tentang kemajuan teknologi yang mendukung kemajuan tabungan dan transfer uang dinegaranya. Minat masyarakat terhadap Tabungan Pos ini sangat luar biasa di Jepang dan mengalahkan bang-bang lainnya yang ada di Jepang, husus mengenai tabungannya.Pelayanannya sangat memuaskan dan tersebar diseluruh pelosok negeri sakura itu sampai kedesda-desa. Jumlah tabungannya pun sangat banyak.

         Disamping itu masing-masing utusan anggota seminar menjelaskan perkembangan Postal Saving dan Money order di negara masing-masing dan bagaimana perkembangannya dimasa mendatang.

 

Pada tanggal 31 Oktober 1988 Setiap utusan diminta untuk memperentasikan Country Report masing-masing negara selama 20 menit. Aku mendapat kesempatan ke –2 dalam memperentasikan  country report-ku. Presntasi Country report ini dipimpin langsung oleh Mr.Yushi Kitahara, Director International Affairs Office Postal Saving Bureau. Karena masing-masing peserta telah menyiapkan Country report ini secara baik di negaranya masing-masing, yang merupakan salah satu syarat dalam mengikuti Excetives Seminar ini, maka semuanya berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya.

 Pada akhir seminar kami diwajibkan untuk membuat laporan, kesan serta perbandingan antara Post saving dan posts manoy order yang ada dinegara masing-masing dengan yang ada di Jepang.
Memang pada waktu itu Indonesia masih jauh ketinggalan kurang lebih 10 tahun jika di bandingkan dengan jepang.

                 Selama di jepang kami diajak melihat, Kantor-kantor pos yang melayani Post money order dan Bank yang melayani Post saving  baik yang ada di Tokyo maupun yang ada disekitarnya. Disamping itu kamipun melihat pusat pendidikan dan latihan di yang berkaitan dengan Perposan dan perbangkan.  Kami juga melihat pabrik pembuatan mesin perangko, pabrik pembuatan ATM dll diluar kota Tokyo.

      Kami pun dipirlihatkan kemajuan yang cukup mengagumkan dari perkembangan negeri sakura ini. Menaiki Bullets Train, menaiki Kereta tercepat di Jepang “Sheng Kang Sheng” yan perjalannya semuanya diatur dengan komputer dan ketepatannya sangat terkendali, sebab kalau terlambat atau kecepatan 2 menit saja maka akan mengacaukan jaringan kereta api itu dan bisa mnyebabkan tabrakan kereta api.

      Pada waktu kami diajak ke Kiyoto dari Tokyo , kami menggunakan kereta api Sheng Kang Seng ini, disebalahku duduk Deputy Minister General of Post and Telecommunication , dia selalu menjelaskan kepadaku segala sesuatu selama dalam perjalan itu.

          8. Ada tiga hal yang aku sangat kagum yang kulihat dalam perjalan itu :

Pertama: Ketika akau bertanya kepada Deputy Mminister , tentang kota apa yang sedang kita liwati ini?. Belau lalu mengambil daftar jadwal yang ada dikantong tempat duduk kami. Setelah dia melihat jam dan dia mengatakan ini kota Kiyusu, lalu aku bertanya lagi kok tuan tahu kota ini. Karena jam kita sekarang jam 09.28 menit berarti kita sudah sampai kota Kiyusu, sebab kalau ini termbat atau tercepat maka kita akan tabrakan dengan kereta lain.

Kedua:. Ketika kami memesan makanan dalam kereta, sehabis kami makan  tentunya ada bekas sampah atau piring yang terbuat dari plastik yang tersisa. Sampah-sampah ini dikumpulkan sedemikian rupa dan pada waktu Kereta api kami berheni disuatu setasiun, Deputy Minister turun dan membawa semua sampah yang dipunyainya keluar kereta, akupun mengikutinya dengan membawa sampahku keluar kereta dan menempatkannya dalam kota sampah yang telah disediakan disetasiun tersebut. Ini menunjukkan
kedisiplinan dalam kebersihan itu baik di dalam kereta api atau disetasiun, baik oleh pejabat atau rakyat jelata memang sangat dijaga.

Ketiga: Dalam kereta api  Sheng Kang Seng yang kami tumpangi itu ada seorang jepang “ mungkin dari kota kecil asalnya” duduk dihadapan kami. Tetapi setelah itu ketika kereta sudah lama berjalan, dia pindah ketempat duduk disebalah kami duduk, dengan meninggalkan tempat duduk yang semula. Pada saat itulah datang Kondektur untuk memeriksa karcis, kami menunjukkan karcis kami masing-masing dan sesuai dengan tempat kami duduki.
Tetapi orang jepang yang saya katakan tadi menduduki tempat duduk yang tidak sesuai dengan nomor tempat duduknya, maka dia dikenakan denda harus membaya satu tempat duduk lagi walaupun tempat duduknya lama kosong. Ini menunjukkan betapa tingginya disiplin orang jepang dalam menerapkan peraturan. Orang itu sambill tersenyum malu membayar uang denda tersebut.

       8. Ada kesan lain selama aku tinggal dijepang yang tidak mudah kulupakan yakni :

Pertama: Ketika aku diajak jalan-jalan oleh seorang mahasiswi Pasca Sarjana dari Indonesia yang juga tinggal di Gedung tempatku tinggal tapi dia tinggal di lantai 3. Dia berasal dari Bogor. Aku diajaknya untuk melihat-lihat kota Tokyo pada hari minggu karena dia telah paham betul dengan keadaan kota Tokyo, sebab dia telah tinggal di Tokyo selama satu setengah tahun.. Kami naik kereta bawah tanah, ketika itu kereta cukup penuh dan banyak sekali orang-orang berdiri ditengah dengan berpegangan pada tempat pegangan yang telah disediakan. Tetapi anehnya ada sebuah bangku panjang berwarna biru dekat pintu kereta yang sama sekali tidak ada yang mendudukinya, artinya bangku panjang yang memuat kurang lebih lima orang tetapi kosong. Akupun melihat bangku itu kosong duduk dibangku yang berwarna biru tersebut. Setelah aku duduk beberapa saat ada orang jepang tersenyum melihatku duduk [ Karena aku pada waktu itu masih muda usiaku baru 51 tahun], lalu aku bertanya pada kawanku Mahasiswa yang mengajakku jalan-jalan itu, diapun berdiri sambil berpegangan. Mahasiswa itu menjawab: Bangku itu khusus disediakan unuk orang jumpo dan yang cacat. Mendengar penjelasan itu akupun segera berdiri. Orang jepang yang lain memandangku sambil tersenyum.

Kedua:Aku kagum tentang kedisiplinan orang jepang , mulai dari anak-anak hingga orang tua. Ada ketentuan di Jepang itu, bahwa anak-anak sekolah kalau jarak sekolahnya setengah  km bagi anak Tk dan SD tidak boleh naik kendaraan tapi harus jalan kaki ke sekolah. Dan kalau tingkat SMP keatas jarak 2 km tidak boleh naik kendaraan tapi harus berjalan kaki. Kalau lebih dari itu boleh naik angkutan umum seperti Kereta dibawah tanah atau Bis kota.

       Ketentuan ini selalu dipatuhi oleh mereka, dan oleh sebab itu setiap pagi saya melihat anak-anak sekolah selalu berduyun-duyun berjalan kaki menelusi jalan-jalan yang khusus disediakan untuk pejalan kaki dan kalau bertemu dengan persimpangan jalan besar mereka meminjit pengatur lalu lintas kalau sudah lebih dari tiga orang untuk menyebarang. Disamping itu tiap-anak taman kanak-kanak dan SD kls I ada kantong di bajunya, khusus
untuk membuang sampah jika dia makan permen atau sesuatu. Sama sekali mereka dilarang membuang sampah kejalan. Dan kalau dia bertemu dengan tempat sampah maka isi kantorng tadi langsung dibuang ditempat sampah tersebut.

Ketiga: Setiap insan yang yang ada di Jepang itu selalu memelihara kebersihan lingkungan dan dimulai dari dirinya sendiri, tidak ada sama sekali niat untuk membuang sampah kalau bukan ditempat sampah. Aku pernah keliling di Stasiun Kereta Api di Kiyoto, sambil menunggu kereta tiba kami istirahat di Stasiun lalu aku keliling stasiun Kyioto dari ujung ke ujung kulalui tapi tidak ada satu sampah pun kutemui. Baru ketika aku mau menaiki jambatan penyeberangan yang agak jauh dari setasiun aku temui sepotong pontong rokok. Ini menggambarkan bahwa kebersihan di Jepang memang sangat dijaga dan dipelihara oleh semua pihak.

Keempat: Ada kesan lain yang kutemui. Di kota-kota besar seperti Tokyo, Kitoto Nagoya dll kita tidak temui pencopet atau penjambret, karena dia dijaga sangat ketat oleh “Yakuza” suatu perkumpulan swasta yang memang menjaga ketertiban perusahaan. Perkumpulan yakuza ini sangat ditakuti oleh penjahat, dia mendapat uang dari Perusahan-Perusahaan. Beberapa persen dari keuntungan perusagaahn diserahkan kepada Yakuza ini. Bila ada yang mencopet atau merampok maka yakuza ini secara diam-diam menghilangkannya. Disamping itu kita tidak akan pernah melihat orang jepang mengganggu anak-anak atau perempuan di jalan. Tidak pernah kedengar suit-suit atau bersiul lainnya jika ada gadis lewat. Bila itu terjadi maka pasti bukan orang jepang yang melakukannya tetapi orang datangan.

        Pada suatu hari aku berjalan-jalan dengan kawanku masuk toko keluar toko, ketika aku mau masuk ke sebuah toko arloji ada seorang yang badanya tegap dan kekar menanyai aku : “Are you from Phillipines”?. Aku menjawab . No sir,  I am from Indonesia. Oh sorry. Jawabnya. Lalu aku bertanya pada kawanku itu, mengapa dia menanyai aku tentang hal itu?. Kawanku menjawab dia adalah intel keamanan , dia selalu mengawasi orang-asing terutama orang Philipina yang masuk Tokyo, terutama para anak buah kapal dll, karena mereka ini sering mencopet, maling dan membuat onar.

KELIMA: Pada waktu aku menumpang pesawat Japan Air , para pramugari dan awak pesawat sangat menghargai dan menghormati bangsanya sendiri melebihi dari penumpang bangsa lainnya .Hal ini sangat bertolak belakang jika kita menumpang pesawat Garuda, bangsanya sendiri kadang –kadang dianggap golongan kelas II dan yang dianggapnya golongan kelas I ialah orang-orang bule?.Mungkin ini masih peninggalan mental penjajah?.
       
           Sewaktu aku pulang dari Narita ke Jakarta aku duduk bersebelahan dengan orang Jepang , setiap kali Pramugari menuju tempat kami dia selalu menyapa dengan hormat orang Jepang itu dan sangat ramah serta menanyakam  apa yang diperlukannya, dan kalau orang jepang itu meminta sesuatu dengan segera akan dilayaninya. Akupun ikut mendapat perlayanan yang baik karena dibantu oleh orang Japang yang ada disebelahku. Aku pada waktu itu membutuhkan cindra mata dari kapal itu lantas aku cerita pada orang jepang tersebut; dengan serta merta orang jepang dekatku memanggal pramugari JAL dan dalam
bahasa Japang ia mengemukakan sesuatu dan tidak lama kemudian apa yang kuminta itu telah diberikan kepadaku. Akupun berterimakasih pada Jepang yang didekatku.

        Bukan hanya pada pesawat Jepang saja hal semacam ini kutemui, ketika aku menaiki pesawat Korean Air Line dari Seoul ke Hongkong dan Singgapore Air Line dari Hongkong ke Singapore, merekapun melayani bangsanya sendiri lebih ramah dan lebih baik dari orang lain termasuk bule. Tetapi mengapa pramugari Garuda sangat berbeda perlakuannya??. Apa bila yang dilayaninya orang bole, dia sangat tanggap dan hormat, tetapi kalau bangsanya sendiri ya begitulah. Inilah mental yang perlu diubah oleh pramugari Indonesia.
 
Seperti telah kukemukakan pada bagian lain terdahulu, bahwa berpergian karena dinas atau dengan biaya sendiri dengan mengatur sendiri jauh lebih boros waktunya jika kita menggunakan Tour. Kalau kita menggunakan perjalan melalu Travel Biro waktu yang digunakan sangat efisien dan padat. Selama saya tinggal di Jepang waktu seminar, tidak banyak tempat-tempat penting yang kukunjungi, umumnya hanya terikat pada jadwal yang telah diatur oleh penyelenggara yang pada dasarnya ingin memperlihatkan kebaikan pengelolaan dan fasilitas pemerintah saja. Oleh sebab itulah tidak banyak hal yang dapat kuceritakan dalam kisah ini mengenai tempat-tempat yang menarik dipandang sudut wisata.
 Alhamdulillah akhirnya pada tangg 6 Nopember dengan menumpang pesawat JAL lagi aku kembali dari Jepanng liwat Kuala lumpur juga menuju Jakarta. Saya sampai di Jakarta pagi hari.

         Ada sesuatu hal aku sendiri malu terhadap orang jepang yang ada disebelahku duduk dipesawat tadi. Pada waktu aku keluar dari pesawat aku telah dijemput oleh petugas pos yang dikepalai oleh Pak Edy Putranto, yang pada waktu menjabat sebagai Kepala Kantor Pos Tukar Cengkareng dengan anak buahnya.Aku menadapt layanan yang khusus, tidak melalui jalur  penumpang biasa, tasku dan semua bagasiku dibawa dan diurus oleh  [pegawai Pos tadi], ini sangat bertentangan dengan keadaan di Jepang, yang semua orang harus meliwati pintu yang telah ditentukan apakah dia pejabat atau bukan. Aku jadi malu dengan orang jepang yang selalu menolehku karena aku meliwati jalan lain yang tidak antre bersama mereka.  Inilah Indonesia.
                         
         9.                  Kesan-kesan pribadi pada waktu seminar.         

            Walaupun para peserta Seminar dan para penyelenggara seminar berkumpul bersama hanya 15 hari saja  tapi kesan hubungan pribadi satu sama lain baik antara sesama peserta seminar maupun dengan penyelenggara amatlah akrab dan mendalam dan sangatlah berkesan. Oleh sebab itu ketika diadakan perpisahan sebelum pulang ketanah air masing-maing, para peserta dan penyelenggara cukup terharu dan sedih karena akan berpisah.
           Setelah kembali ketanah air masing-masing kami tetap berhubungan satu sama lain saling bertukar cerita dan tanda mata dari negerinya masing-masing. Berikut ini beberapa cuplikan surat-surat dari yang saya terima maupun yang saya kirim kepada mereka.

            10.        **** Surat dari peserta dari Palau: *****

       Dear Mr Kertamuda.       
       Than you so much for th wonderful letter and ficture. I had settle down to my work and everything are going smoothly at home. Haw about you?. Haw are you doing and haw are you family?. Hopeevery thing ok.
Wishing you and you family a happy and bright New Year and many years to came. Take care of your self and I hape to hear from you.
Always,
Gloria Ekada,
Koror, Palau 96940.

 Surat dari peserta dari Nigeria.
 
*** Dear Mr.Kertamuda ,
        Happy to report of my safe arrival back home in Negeria after the recent Executives Seminar concluded in Japan. Indeed I returned with sweet memories. My seminar handouts have been posted to me and they were received a week after my return amonth today. I hape you returned to meet your people well too?.
I count it a blessing from God to have been oppotuned to visit Japan and share the common views with you. You had shown a good representative of your country. I look forword to meeting you in future.
I received photographs taken during the stay in Japan from the Director Intenational Affairs as well as from Mr Ro Byong Yo from Korea. The fictures were very lovely. Please I will also appreciate if you have such pictures taken there you may have to send to me formy keeping and pleasure.
  
I remain,
Yours truly,
James Choba Ebere Okpala,
Nigerian Postal Services Departement,
Lafiaji Building,
P.M.B. 12537, Lagos. Nigeria.

***** Salah satu Surat untuk peserta dan kawan-2  penyelenggaran. *****                         

 

Semarang, 8th Nopember 1988.

                         Dear, Mr. & Ms,………

First of all I’d like to say thank you very much for all your kindness and generosities and also for your helpness while I stayed in Japan.
I was really very impressed by your warm favor.
I hope that our friendship and our communication is not only tied during the Seminar, but we hope after we arrived in our countries , we still in deeply relationship.
We always remember our enjoyable memories in Japan, and we look forward somedays in the future.
                     I’d like:  “ Taihen tasukarimash ita. Anata nogoshinsetsu wasuremasen. Nan to orei o itte ka wakarimasen “. That’s way I want to tell you : “Kokoro kara orei o mashiagemasu” .
Once again : “ Domo arigato gazaimashita. Mata ome ni kakarimasho.
Gokazuku ni yoroshiku.

Sincerely Yours,
Abbas A.H. Kertamuda.
3 Imam Barjo Street.
Semarang 50241.
INDONESIA.

                         ***** Surat dari peserta dari Thailand, *****

Dear Kertamuda,
     First of all , I would like  to thank you for the nice pictures sent to me. This pictures remind me of our adventures in Japan, esepicially the shinjuku by night
. Scondly, I’ve to apologize for not contact you earlier as it should be due to my busy travel up country on bisniss trip. Attached are some pictures  from my camera for youur memoriy. Please don’t hasitate to tel me , whenever you visit Bangkok.
I’m very much looking forward to meet you again.

Yours truly,

Vicheal Nititham

The Government savings Bank.
470 Phaholyodhin Road Bangkok 10400 Thailand.

 

                           *****Surat dari peserta dari Panama. *****

Dear Kertamuda,
Haw are you doing ? I hope just fine , here I am again at home and work doing very well.
Well we have a lot of memories from Japan and we have to tell them to our families and friends. After all I had seen my fictures and videotapes several times. I can’t forget your hot souce in your meals  and Mr. Bulakandra and Mr. Rao with their troubles with their meals. I have appreaciated your friendship while we were there. Says hello   to your families and have a nice and Happy New Year.

Sincerely your friend,
 Thomas Roy Lewis.
Ave YuliaAyona 3776
Chitre, Panama.

                   **** Selain itu ada beberapa surat dari peserta dan penyelenggara lainnya antara lain dari yang tidak kumuat isinya yakni dari:

1,Mr.Byong Yo, Pos Master
 Gu-Ro Post office
 Seoul Korea.

2.Mr.Rao Muhammad Syarif ,
 Deputy Chief Director Central Directorate of National Savings
 Islamabad, Pakistan.

3.Mr.K.T.P.Upasena,
Deputy Postmaster General,
Departement of Posts,
Colombo 1, Sri Langka.

4.Kaichiro SATO,
Postmaster Nihonbashi Post Office.
1-18-1.Nihonbashi,Chuo-Ku
Tokyo 103, Japan.

                             ——————————***————————–

 

        B.Beberapa Catatan Penting dalam rangka meng-akhari tugas di Semarang.

  1. Cuplikan Sambutan Kdpos II Semarang dalam rangka Perpisahan dengan Bapak Soeponco Raharjo Kepala Bagian Administrasi dan Kepegawaian yang dialih tugas-kan dari Kantor Kdpos II Semarang ke Kantor Pusat Perum Pos dan Giro di Bandung, pada bulan Agustus 1989.

 

1.Maksud Pertemuan:
**Untuk secara resmi melepas rekan kita Bapak Soeponco Raharjo beserta isteri yang akan pindah tugas ke Kantor Pusat di Bandung.

**Pada kesempatan ini pula saya ingin meng-informasikan tentang kepindahan kami.

 2 Kami sekeluarga mohon keridoan-nya atas apa-apa  yang telah kami makan atau telah kami manfaatkan yang diberikan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak kepada kami serta mohon maaf atas segala kesalahan dan kealpaan kami sekeluarga.

3.Kita saling mendo’akan agar kita selamat dan bahagia baik didunia ini maupun diakherat nanti.
4].Mari kita terus jalin tali persaudaraan yang telah baik selama ini tanpa terikat pada garis pemisah antara pimpinan dan pegawai, tetapi tali persaudaraan antar sesama manusia.

                                    ————–***————-
Setelah aku bertugas selama lebih dari 3 tahun dan 3 hari [ mulai 09-09-86 s/d 12-09-89] di Semarang, tibalah masanya aku mngakhiri tugasku di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

      Pada hari Senin tanggal 12 September  1989 bertempat di Gedung Sekretaris Daerah Tinggkat I Jawa Tengah telah dilaksanakan srah terima Jabatan Kepala Daerah Pos dan Giro II Jateng dan D.I.Yogyakarta dari pejabat lama Pembina Tingkat I IV-b] H.Abbas A.H.Kertamuda Bc.Ap. SH kepada Pembina Tingkat I Dikdik Suwarya Affandi  berdasarkan Keputusan Direktur Utama Perum Pos dan Giro Tanggal 20 Juli 1989 no 85/Dirutpos/1989.

 Serah terima jabatan ini disaksikan sendiri oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah Bapak H.Ismail dengan disaksikan pula oleh Dirutpos, Bapak Ir.Marsoedi M.P.

Pada serah terima tersebut kuserahkan pula Memorandum Serah terima yang cukup tebal, karena aku ingin memberikan informasi kepada pejabat baru pengganti semua hal yang berkaitan denganWilayah ini serta apa-apa saja yang telah kuselesaikan dan apa saja yang sedang dapat pengerjaan dan apa saja yang belum dikerjakan yang merupakan program kerja serta harapan masyarakat pemakai jasapos di dadaerah ini.

            B Kata Pengantar Memorandum Serah Terima Jabatan 12 –09- 89.

           Berkat rahmat dan Ridlo Alla Swt, alhamdulillah pada hari, selesailah tugas kami selama kurang lebih tiga tahun atau tepatnya mulai tanggal 09-09-1986 s/d 29 Agustus 1989, selaku Kepala Daerah Pos dan Giro II Wilayah PropensiJawa Tengah dan D.I.Yogyakarta.
           Dalam masa jabatan kami tersebut, kaami telah berupaya untuk berbuat yang terbaik dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab kami selaku Kepala Daerah Pos dan Giro II.  Dalam kaitan tersebut sudah barang tentu banyak dijumpai kemajuan-kemajuan atau keberhasilan-keberhasilan yang telah dapat dicapai , namun sudah barang tentu masih ada juga hal-hal yang belum selesai kami kerjakan dan merupakan juga terdapat banyak kekurangan-kekurangan disana-sini.

          Maksud dan tujuan dibuatnya buku Mamorandum ini dalam rangka serah terima jabatan Kdpos II adalah disamping memberikan pelbagai informasi penting kepada pejabat baru, juga hal-hal yang belum ditangai  dan dilaksanakan oleh kami, dan yanag masih perlu ditangani dan dilaksanakn oleh pengganti kami.
Untuk itulah maka disusunlah “Buku Mamorandum serah terima Jabatan Kepala Daerah Pos dan Giro II”ini, dan dimaksudkan juga sebagai gambaran  sebagian keberhasilan Pembangunan Nasional di sector Pos dan Giro, khususnya Wilayah kerja  Daerah Pos dan Giro II yang meliputi Propensi Jaawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta.

          Keberhasilan pejabat lama sangatlah terkait dengan bantuan dan kerjasama dengan segenap pegawai dijajaran Dapos II khususnya serta bantuan dan kerjasama  yang sangat baik dengan pelbagai pihak, utamanya dengan pihak Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta dan juga dengan pemerintah Daerah Tingkat II beserta segenap jajaran Instansi Vertikal yang ada diseluruh  wilayah tersebut.

         Untuk itu dalam kesempatan yang sangat berbahagia ini , perkenankanlah kami menyampaikan terimakasih kami yang sebesar-besarnya , serta apenghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah dan seluruh Karyawan dan Karyati dalam jajaran Daerah Pos II serta kepada segenap masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta, yang telah memberikan bantuan serta partisipasi aktif dalam ikut membangun Pos, saehingga keberadaan Perum Pos dan Giro ditengah-tengah kehidupan masyarakat dapat diterima  secara baik, selaras dan seirama dengan dinamikanya Pembangunan masyarakat Jawa Tengan dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

            Sudah barang tentu peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa Pos dan Giro akan terus berkembang, sehingga masyarakat luas khususnya yang tinggal di daerah pedesaan akan dapat menikmati secara wajar pelayanan jasa Pos dan Giro.
Demikian pula rasa terimakasih kami, kami sampaikan pula kepada Direksi Perum Pos dan Giro , yang telah memberikan kepercayaan , bimbingan, serta pengarahan kepada kami untuk memimpin Daerah pos dan Giro II, sehingga semua tugas yang diberikan kepada kami menjadi terasa ringan dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

            Akhir kata sebagai pemungkas kata pengantar ini , perkenankanlah kami mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan dihati, dan semoga Allah Swt senantiasa memberikan petunjuk , bimbanagan, Taufiq dan hidayah-Nya kepada kita sekalian.

                                                                    Semarang 29 Agustus 1989,
                                         
                                                                   Kepala Daerah Pos dan Giro II
                                                                  Wilayah Jawa Tengah dan D.I.Y.

 

                                                          H.Abbas A.Hamid K. Bc.Ap SH.

 

C. Pekerjaan-pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam kurun waktu mulai April 1994 s/d Juni 1996 untuk Wilayah Propensi Jawa Tengah antara lain sbb:

A.Keberhasilan dalam Pencapaian Jangkauan Pelayanan Pos dan Giro.

1.Kabupaten/Kotamadia.
Untuk Ibu kota Kabupaten dan kota Madiyah di Wilayah Propensi Jawa Tengah telah ada Kantor Pos yang berdiri sendiri, yang berfungsi sebagai Kantor Pos Pemeriksa bagi kantor-kantor Pos tambahan di dalam kota, maupun kantor-kantor pos pembantu yang berada di Ibu Kota Kecamatan, dari masing-masing Kabupaten /Kota Madiyah yang bertalian.
2. Kecamatan-kecamatan :
 Pada umumnya seluruh wilayah kecamatan di Propensi Jawa Tengah telah terjangkau oleh pelayanan Pos dan Giro, bakan antaran surat-surat pos telah dilaksanakan  sampai kekantor-kantor kepala desaa yanaga berada di wilayah Kecaamatan yang bertalian.
Adapun jangkauan pelayanan Pos dan Giro dikecamatan-kecaamatan tersebut dilaksanakan sbb:

Jumlah kecamatan di Propensi Jawa Tengah saat ini berjumlah 502 kantor.
39 kecamatan dilayan oleh Kantor Pos berdiri sendiri.
64 kecamatan dilayani oleh Kantor Pos Tambahan.
256 kecamatan dilayani oleh Kantor Pos Pembantu30 Kecamatan dilayani oleh Pos Keliling Kota.
281 Kecamatan dilayani oleh Pos Keliling Desa.
106 Kecamatan dilayani oleh Rumah Pos.

 

D.Trend kenaikan Produksi mulai thn 1985 s/d 1988 sbb:

Jenis Produksi            1985                  1986              1987                1988
.————————————————————————————————
1.Suratpos              34.111.000.        35.351.000.   44.550.000.     52.709.000.

2.Paket Pos                 233.000.              234.000.        234.500.          257.000

3.Weselpos            70.926 juta          77.565. juta     91.187. juta.   106.584. juta.

4.Giro Pos              5.124. juta.         5.383. juta.         5.751. juta.     6.662. juta.

 

E.Daya serap tenaga kerja  untuk masa September 86 s/d Agustus 89 berjumlah 697 pegawai diantaranya untuk mengisi tenaga dalam pembukaan kantor baru yang jumlahnya 151 di Jawa Tengah dan 13 kantor di D.I.Y. Jumlah kantor baru yang dibuka ialah 164 kantor.

F. Keberhasilan Daerah Pos II dalam memperluas jangkauan Pelayanan Pos dan pengadaan Kantor-kantor Pos di Wilayah Kecamatan sebagai sentra Pelayanan Pos sebagai realisasi program Kerja tahun 1989 yang telah berhasil 100 % sebelum berakhirnya tahun 1989. Ditandai dengan diresmikannya pembukaan kantor  66 kantor baru, oleh Bapak Menteri Parpostel pada tanggal 27 Mei 1989 yang di pusatkan di Patebon Kendal, Jawa Tengah. 

                  Kata Pengantar Kdpos II dalam rangka Peresmian :
***Pemakaian 6 Gedung baru Kantor Pos Pembantu.
***Pembukaan 66 Kantor Pos Pembantu dan Tambahan  baru.
                                     Kata Pengantar.

Mengawali Tahun pertama Pelita V, Daerah Pos dan Giro II Wilayah Prop. Jawa Tengah dan Daerah Istimewah Yogyakarta , menambah Fasilitas fisik Pekayanan Pos yang berupa Pembukaan 66 buah kantor Pos dan Giro Pembanatu/Tambahan, yang paada hari ini Sabtu Keliwon tanggal 27 Mei 1989, Bapak Menteri Parawisata Pos dan Telekomunikasi berkenan untuk meresmikannya, termasuk pula Pemakaian 6 Gedung baru Kantor Pos Pembantu, yang dipusatkan di kantor Pos Pembantu Patebon Kabupaeten Dati II Kendal.

               Pembukaan kantor-kantor Pembantu dikecamatan-kecamatan dalam Wilayah Peropensi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini, dimaksudkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat pedesaan untuk dapat mempergunakan jaa pelayanan pos, juga merupakan pelaksanaan  tujuan jangka panjang program kerja Dapos II agar disetiapkecamatan, nantinya ada sebuah kantor Pos . Dengan demikian diharapkan pertukaran informasi tertulis dari satu daerah  kedaeraah lain akan semakin lancar, sehingga membuka isolasi daerah  serta diharapkan akana  membawa dampak positif  yang berupa peningkatan kesejahteraan social bagi masyarakat setempat.

             Kepada Kepala Daerah Tingkat II Kab Kendal beserta segenap jajarannya, serta semua pihak yang telah memberikan bantuannya sehingga sehingga pelaksanaan upacara ini dapat berjalan dengan baik, kami sampaikan ucapan terima kasih.

Dalam kesempatan ini tiada lupa kami sampaikan rasa terimaa kasih kami yang sebesar-besarnya  kepada Bapak Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi yang telah berkenan meresmikan pemakaian 6 Gedung baru Kantor Pos Pembantu dan pembukaan 66 Kantor Pos Pembanatu dan Tambahan di Daapos II ini.
          Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa akan memberikan Taufiq dan Hidayah serta Inayah-Nya kepada kita sekalian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakata luas serta dalam melanjutkan pembangunan di Negara kita.

                                                             Semarang, 27 Mei 1989

         
    Catatan: 
A. Daftar nama-nama 6 gedung baru Kantor Pos yang diresmikan Pemakaiannya.

** Kpp Kaliwungu, Kendal; ** Patebon, Kendal; **  Taman, Pemalang; ** Pituruh, Purworejo.; ** Bayat, Klaten; ** Pajangan, Bantul.

B. Daftar nama-nama 66 Kpp/Kptb yang baru dibuka.

**Sayung, Demak; ** Dempet, Demak; **Singorojo, Kendal; ** Plantunga, Kendal; **MojoGedang, Karanganyar; ** Jatipuro, Karanganyar; ** Sumber, Rembang; ** Kaliori Rembang; ** Tlogowungo, Pati; ** Cluwak, Pati; ** Margorejo, Pati; ** Sambong, Blora; ** Menden, Blora; ** Puloosari, Pemalang; ** Banatara Bolang, Pemalang; ** Nogosari Boyolali; ** Cepogo, Boyo lili; ** Toroh, Grobogan; ** Ngaringan, Geobogan; ** Batuwarno, Wonogiri; ** Giriwoyo, Wonogiri; ** Sidoharjo,Kebumen; ** Alian, Kebumen; ** Buayan, Kebumen; ** Gesi, Seragen; ** Mondokan, Sragen; ** Bayan, Purworejo; ** Tuntang, Semarang; ** Rawalo, Banyumas; ** Kembaran, Banyumas; **Banjar Manggu, Banjaar negara; ** Wanayasa, Banjarnegara; ** Karang Dowo, Klaten; ** Gantiwarno, Klaten; ** Kali angrek, Magelang; ** Lebak barang, Pekalonga; ** Talun Pekalongan; ** Bulu, Sukoharajo; ** Gatak, Sukoharjo; Sukaharjo; ** Jumo, Temanggong; ** DukuhWaru, Tegal; ** Kedung Banteng, Tegal; ** Kedung Reja, Cilacap; ** Slomerto, Wonosobo; ** Wadaslintang, Wonosobo; **  Ulu Jami, Pemalang; ** Slogiri, Wonogiri; ** Getasan, Semarang; ** Kali Bagor, Banyumas; ** Kejobong, Purbalingga; ** Kutasari Purbalingga; ** Bayat, Klaten; ** Minggir,Sleman; ** Sleman;. ** Pajangan, Bantul; ** Semarang Brumbungan, Semarang; ** Semarang Tlogosari, Semarang; ** Ungaran Babadan, Ungaran; ** Purwokerto Selatan, Purwokerto; ** Salatiga ledok, Salatiga; **Brebes Kaliganggsa Wetan, Brebes; ** Solo Baru, Surakarta; ** Solocengklik, Surakarta; ** Klaten selatan, Klaten.

                             ——————-***—————

D. Pekerjaan-pekerjaan yang berhasil diselesaikan dalam kurun waktu mulai April 1994 s/d Juni 1996 untuk Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain sbb:

A.Keberhasilan dalam Pencapaian Jangkauan Pelayanan Pos dan Giro.

1.Kabupaten/Kotamadia.
Seluruh Ibu kota Kabupaten dan kota Madiyah di Wilayah Propensi Daerah Istimewa Yogyakarta telah ada Kantor Pos yang berdiri sendiri, yang berfungsi sebagai Kantor Pos Pemeriksa bagi kantor-kantor Pos tambahan di dalam kota, maupun kantor-kantor pos pembantu yang berada di Ibu Kota Kecamatan, dari masing-masing Kabupaten /Kota Madiyah yang bertalian.

2. Kecamatan-kecamatan :
Seluruh wilayah kecamatan di Propensi Daerah Istimewa Yogyakarta telah terjangkau oleh pelayanan Pos dan Giro, karena seluruh kecamatan di Wilayah ini telah ada Kantor Pos dan Giro-nya, bahkan antaran surat-surat telah dilaksanakan sampai dikantor-kantor kepala
Desa yang ada di desa-desa di wilayah kecamatan-kecaamatan tersebut.

Adapun Jangkauan Pelayanan Pos dan Giro di kecamatan-kecamatan tersebut dilaksanakan sebagai berikut:

Jumlah kecamatan di Propensi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berjumlah 73 kantor.
5 kecamatan dilayan oleh Kantor Pos berdiri sendiri.
20 kecamatan dilayani oleh Kantor Pos Tambahan.
55 kecamatan dilayani oleh Kantor Pos Pembantu.
7   Kecamatan dilayani oleh Pos Keliling Kota.
 33 Kecamatan dilayani oleh Pos Keliling Desa.

B. Perluasan dan penambahan sarana pelayanan yang dibuka sejak September 86 s/d Juli 1989 sbb:

Dalam kurun waktu tersebut pelbagai sarana pelayanan Pos dan Giro telah ditambah dan dibuka, antara lain sbb :
1.Kantor Pos bertambah                                                              – buah.
2.Kantor Pos tambahan bertambah                                             4 buah.
3.Kantor Pos pembantu bertambah                                             9 buah.
4.Sentral Giro Gabungan bertambah                                            – buah.
5.Pos Keliling Kota bertambah                                                    3 Unit.
6.Pos Keliling Desa bertambah                                                    23 Unit.
7.Kendaraan roda 2 untuk operasional pelayanan bertambah.    39 buah.
8.Kendaraan roda 4 untuk operasional pelayanan bertambah.      1 buah.
                                                ————————————————–
              Jumlah potensi Pelayan Pos     bertambah                     79 buah /unit

9.Trayek Pos Keliling Kota bertambah               9 Trayek.
10.TrayekPos Keliling Desa bertambah             66 Trayek.
                                                ———————————–
Jumlah Trayek PKK dan PKD bertambah          75 Trayek

 

C.Gedung Kantor yang dibangun dalam masa  September 86 s/d Agustus 89.

1.Kantor Pos dan Giro                                      1 buah.

D.Trend kenaikan Produksi mulai thn 1985 s/d 1988 sbb:

Jenis Produksi            1985                  1986              1987                1988
.————————————————————————————————
1.Suratpos              10.772.000.        11.163.000.   14.068.000.     16.907.000.

2.Paket Pos                  65.468.              65.742.        65.830.             72.514.

3.Weselpos            21.464 juta          23.475. juta     27.596. juta.   32.273. juta.

4.Giro Pos             76.908. juta.        80.244. juta.        80.918. juta.     88.031. juta.
—————————————————————————————————

Catatan : Keberhasilan Daerah Pos II dalam memperluas jangkauan Pelayanan Pos dan pengadaan Kantor-kantor Pos di Wilayah Kecamatan sebagai sentra Pelayanan Pos sebagai realisasi program Kerja tahun 1989 yang telah berhasil 100 % sebelum berakhirnya tahun 1989. Ditandai dengan diresmikannya pembukaan kantor  66 kantor baru, oleh Bapak Menteri Parpostel pada tanggal 27 Mei 1989 yang di pusatkan di Patebon Kendal, Jawa Tengah. 

Daya serap tenaga kerja  untuk masa September 86 s/d Agustus 89 berjumlah 697 pegawai diantaranya untuk mengisi tenaga dalam pembukaan kantor baru yang jumlahnya 151 di Jawa Tengah dan 13 kantor di D.I.Y. Jumlah kantor baru yang dibuka ialah 164 kantor.
                                 ———————***—————-

          Hampir seluruh kecamatan yang ada di Jawa Tengah yang jumlahnya pada waktu itu 502 buah dan 29 Kabupaten serta 6 kota telah kukunjungi dan bahkan di kota-kota Kabupaten dan kotamadiya aku dan isteri telah menginap diktoa tersebut.
Begitu pula dengan di Daerah istimewa Yogyakarta yang terdiri dari 4 Kabupaten dan 1 kotamadiya dengan 73 kecamatan telah kukunjungi semua bersama isteri. Dan Di ibu kota kabupaten dan kota saya telah menghianp ditempat tersebut. Hal ini kulaksanakan agar aku dapat memantau dengan baik kebutuhan masyarakt ditempat itu dengan pelayanan Pos dan Giro.

Alhamdulillah selama bertugas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tugasku berjalan dengan baik dan boleh dikatakan sangat memuaskan. Pernah pada suatu hari oleh Menteri Parpostel yakni Bapak Soesilo Soedarman diresmikan pembukaan 66 kantor Pos baru dan 6 gedung baru di Jawa tengah dan dipusatkan di Patebon [Kendal] Jawa tengah pada tahun 1988. Pembukaan kantor tersebut di[pusdatkan di Patebon karena dekat dengan semarang.

        Berdasarkan Keputusan Direksi Perusahaan Umum Pos dan Giro di Bandung tanggal 20 Juli 1989 No 84/Dirutpos/1989 saya dipindahkan dari Semarang ke Kantor Pusat Perum Pos dan Giro dan ditunjuk sebagai Kepla Sub Diroktorat Operasi Pelayanan Jasa Pos [ K.Subditpos]

        Serah terima Jabatan Kepala Daerah Pos dan Giro II di Semarang dilakukan di Kantor Gubernor Jawa Tengah di Jalan Imam Barjo pada tanggal 9 Sepetember 1989. Disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah H.Ismail dan Dirupos Ir.Marsudi MP.
Dalam memori Timbang terima  antara aku dengan Bapak Dikdik Suwarya  telah kujelaskan  bahwa Wilayah kerja Kdpos II Semarang ini meliputi 2 Propensi yakni. Peropinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah dengan ibu kotanya Semarang dan Propinsi Daerah Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ibu kotanya Yogyakarta.

2 Responses to “I3. Semarang”


  1. Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


  2. Untk Bapak H.M.Jamil, SQ,Mpd.
    Insya’Allah harapan bapak akan terkabul, dan kami dukung rencana Bapak untuk maju menjadi calon DPR RI dari PPP, setidak tidak kami mendoakan bapak agar selalu sukses.
    Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s