IX. Pindah ke Kota Lahat ke II. [1967-1973].

Lahat

Pada bulan Juni 1977 aku dipindahkan dari Kantor Pos dan Telegrap Sungai gerong ke Lahat. Setelah terlebih dahulu aku ke detasir selama kurang lebih sembilan bulan di Bengkulu. Kepindahaku ke Lahat tentu saja sangat menggembirakan kami sekeluarga, karena kota itu merupakan kota tempat tinggal sanak keluargau dan akupun pernah tinggal di kota tersebut untuk menamatkan pelajaran di Sekolah Rendah 6 tahun. Dan terus melanjutkan pelajaranku ke SMP Negri di situ.
Sebelumnya aku disuruh memilih apakah mau dipindahkan ke Pangkal Pinang atau mau dipindahkan ke Lahat?. Setelah aku pikirkan secara dalam untung ruginya maka aku memilih Lahat sebagai pilihanku. Karena kalau aku memilih Pangkal pinang, maka aku tidak pernah lagi akan dipindahkan ke Lahat. Sebab prinsip pemindahan Pegawai pada Perum Pos dan giro ialah dia harus pindah ke kantor yang lebih besar lagi dan tidak mungkin ke kantor yang kelas dibawahnya atau setingkat dengan urutan yang lebih rendah.

Sedangkan pada waktu itu Kantor Pos Pangkal Pinang dan Kantor Pos Lahat kelasnya sama yakni sama-sama kelas II. Hanya nomor urutnya berbeda sedikit yakni lebih tinggi kantor Pos Pangkal Pinang setingkat.

 

Selama di Lahat aku bertempat tinggal di rumah dinas dekat kantor Pos .Berdasarkan Keputusan Kepala Daerah Pos dan Giro IV di alembang Saya ditunjuk untuk mendiami rumah Dinas di jalan Sero, klas rumah VI golongan II, sewa Rp 63,- mulai 10 –8-1967., Keputusan no 5/G/Golongan IV tanggal 29 Agustus 1967.

****1.Karena aku berdinas di Kota Lahat ini cukup lama yakni hampir 7 tahun lamanya, tentunya banyak kegiatan dan kesan-kesan yang cukup menonjol selama berada di Lahat.
Di Lapangan pekerjaan, aku cukup menonjol , selalu kalau di Inspeksi dari Palembang mendapat pernilaian yang baik dan pemeriksa selalu puas atas hasil kerjaku. Aku mendapat 3 kali kenaikan pangkat. Pada waktu aku menjabat Kepala Kantor Pos Lahat pertama kalinya pangkatku adalah Pengatur Pos Tingkat I golongan II/d.
Pada tanggal 1 Januari l971 pangkatku dinaikkan menjadi penata Muda Pos golongan III/a.. Pada tanggal 1-1-1973 pangkatku dinaikkan lagi menjadi Penata Muda tingkat I golongan III/b. Karena pangkatku sudah golongan III/b maka tidaklah mungkin lagi aku bisa bertahan di Lahat karena pangkatku sudah melebihi formasi kantor tersebut.

Memang sangat menyenangkan tinggal di Lahat kampung sendiri, karena baik keluargaku sendiri maupun keluarga isteriku ada disini. Hampir setiap malam minggu aku main gaplek bersama kakakku dan adikku, sampai larut malam bertempat di kediamanku di rumah dinas jalan Serelo Lahat.
Akupun menjadi kebanggaan baik dari pihak keluargaku sendiri maupun dari pihak keluarga isteriku, karena mereka melihat dengan kepala sendiri jabatan dan kedudukanku yang cukup elegant.
Apalagi pada waktu aku tinggal di Lahat keadaan didaerah ini sangat sulit, beras langkah, gula langka, pencaharian penduduk sulit. Sedangkan aku dan keluarga hidup lumayan Alhamdulillah, karena disamping bekerja di kantor pos, menjadi guru dibpelbagai sekolah juga aku berniaga dengan kawanku.Jadi penghasilan cukup lumayan.

Aku ditunjuk sebagai anggota Staf Kepolisian Khusus Daerah pada Komando Resort Kepolisian 605 Lahat mulai tanggal mulai aku bertugas sebagai kepala Kantor Pos Lahat dan berakhir setelah aku dipindahkan ke Palembang. Penugasan ini ditetapkan dengan Keputusan Komando esort Kepolisian 605 Lahat tanggal 11 Juli 1969. No:Pol/159/E/ Khus/69.
Akupun ditunjuk sebagai Bendaharawan Proyek Pembangunan Kantor Pos Pendopo Lintang Lahat berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan no K-15/5/17 Phb tanggal 9 Mei l969.
.Disamping bekerja sebagai Kepala Kantor Pos Lahat, akupun mengajar di SMP Muhammadiya, PGAA Muhammadiyah; di Persiapan IAIN serta asisten dosen pada IAIN Raden Fatah Palembang cabang Lahat. Akupun kulia di IAIN meneruskan kuliahku di Raden Fatah Palembang dulu pada waktu aku sedang bertugas di Sungai gerong.

****3.Akupun giat dalam bidang usaha. Bersama dengan Mustofa, juga pegawai kantor Pos dan Telegrap Lahat.

 

 

Kami mendirikan usaha dagang untuk melayani keperluan karyawan sendiri maupun
karyawan dari lain instansi. Usaha kami makin hari makin berkembang, mulanya kami menyewa sebuah jonkok di pasar baru Lahat dekat dengan Masjid Muhammadiyah Lahat, dagangan kami berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, sabun, dan berbagai macam lagi, termasuk juga alat-alat elektronok seperti radio tape dan lainnya.

Karena kebutuhan para konsumen makin meningkat, apalagi pegawai Pemda telah meminta agar bisa belanja di tempat kami dan pembayarannya dilakukan habis bulan. Lalu kami membeli sebuah tokok dijalan stasiun dekat simpang 3, dengan Ibu Nuraini isteri Abdul Majid. Sejak kami bertoko disana usaha kami bertambah maju, kami khusus memperkerja pegawai untuk melayani konsumen kami. Sedang lami dengan mustofa sore hari sehabis dinas mengawasinya saja serta memberikan arahan-arahan tertentu kepada para pegawai kami.
Dari hasil usaha kami berdua di Lahat ini, kami bisa membangun rumah masing-masing di Lahat . Aku membangun rumah di Jalan PGAA sedang mustofa membangun rumah di jalan Letna marzuki no l00.
Setelah itu kami pun membeli tanah di Palembang dan membangun sebuah rumah disana.
Toko dan rumah-rumah di Lahat semuanya masih ada pada waktu kisah ini kubuat. Sedang rumah yang dimiliki bersama di Palembang di Jalan Cipto dalam no 537 sudah kami jual dengan Arifin pada tanggal 8 Mei 2006.
Kanda mustofa memanfaatkan uang penjualan itu untuk naik haji dengan uang tersebut sedang aku dengan isteri memanfaat uang itu untuk tambahan belanja bulanan yang makin meningkat karena pensiun kami tidak mencukupi lagi, kami hanya menerima uang pensiun hanya Rp 1.000.000,- perbulan. Pada hal pengeluaran tiap bulan berkisar 1.450.000,- Untuk pembayaran listerik, telepon, PDAM, dan iuran RT /RW dll disamping harga-harga terus meningkat. Sehingga untuk keperluan makan makin sedikit. Tetapi dengan penjualan rumah tersebut alhamdulillah kehidupan kami normal kembali seperti masih bekerja dulu.

***5. Alhamdulillah selama kami tinggal di Lahat pergaulan kami dengan para pejabat dan handai tolan serta masyarakat sekitarnya, berjalan sangat baik dan lancar.
Pada waktu Masjid Muhammadiyah di pasar dipugar, maka kegiatan jum’a’t dipindahkan ke kantor Pos Lahat selama kurang lebih 7 bulan. Oleh sebab itulah maka lebih dikenal lagi oleh masyarakat, bukan hanya melayani perposan tetapi melayan segala hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Disamping itu tempat kami itu sering pula didatangi oleh tokoh-tokh Partai politik terkenal dari Jakarta yang mengadak musyawarah di Kantr Pos tersebut pada waktu setelah sholat jum’at. Seperti Anwar Haryono dll.
Juga hubungan dengan Pemda sangat akrab, karena ketika dimulai kegiatan pemilihan Bupati Muchtar Majid dulu, pertemuan dilakukan berkali-kali dirumah dinas kediamanku. Pada waktu disusun strategis untuk memenangkan Muchtar Majid. Setelah beliau terpilih, beliaupun memberikan fasilitas untuk kegiatan Kantor Pos.Diberinya pinjaman 4 motor untuk kegiatan pelayanan pos. Pada waktu itu motor adalah sangat langkah dan sangat bermanfaat untuk transportasi.
Dengan para pejabat yang ada di kota Lahatpun kami akrab, sering kali kami berpergian bersama dengan bupati untuk menijau daerah-daerah kecamatan di Kabupaten Lahat.. Pada waktu itu Ketua Pengadilan adalah Ahmad Kowi SH, yang terakhir pensiun sebagai Hakim agung dan tinggal di Banung. Beliau sering melantun lagu yang sangat merdu yakni Diruuut. Nyanyian itu selalu berkesan karena Pak Kowi secara khas menyanyikan lagu itu.

Kepala Bengkel PJKA di Lahat pak M.Saleh. Kepala pengaturan Lalu-lintas Kerta api adalah Pak Yuwono.
****4.Karena lamanya aku di Lahat, 3 orang anakku lahir di Lahat, yakni Fatchiah Ekowaty Kertamuda, Achmad Zuhry Kertamuda keduanya dibidani oleh Bidan Nurmilah yang sangat paham dibidang kebidanan, dia adalah Bidan Kepala pada Rumah sakit Lahat, dia adalah isteri Kepala Kantor Pos dan Telegrap Lahat yang kuganti. Beliau cukup baik dengan keluargaku mungkin sama-sama sekolega dulunya. Sedangkan Marten Shaly Kertamuda kelahirannya dibidani oleh bidan Ny.Astina.
Anak-anakku dibesarkan di Lahat dalam suasana yang lumayan sebagai anak pejabat daerah yang cukup elegant. Aku bertekad pada waktu itu agar anak-anak tidak merasa kekurangan memakan buah-buahan setelah kami pindah dari Lahat maklumlah Lahat terkenal kota buah-buahan, seperti durian, rambutan, duku, rambai dll, maka setiap musim buah aku sengaja membelikan mereka buah yang banyak sesuai dengan musimnya, seperti durian, duku, rambutan dll, kalau membeli buah sebecak penuh dibawa kerumah , karena rumah tempat tinggalku tidak jauh dari pasar.

Pada waktu aku di Lahat kami pernah mengikuti Kongres SSPTT di Semarang sebagai wakil dari Cabang Lahat. Kami berangkat dengan Mustofa semuanya membawa keluarga, dan juga Aliman Salim, maklum pada waktu itu kantong berisi karena usaha dagang tadi. Kami mampir di Tegal untuk urusan dagang dan juga menengok anakku Maizah Kertamuda. Kami menginap dirumah Asnawi Ahmad sahabat dan sekaligus kongsi dagangku pada waktu aku berdinas di Tegal dulu. Kami juga singgah di Pekalongan tempat kami memesan handuk yang bertulisan yang telah kami pesan tapi tidak kunjung datang. Kami dengan Mustofa juga singga di Jakarta bertemu dengan Mamoek Djaiz dan kamipun dalm urusan dagang merunding membeli mobil.

****6.Pada suatu hari aku mengadakan pesta untuk mencukur anakku Ahmad Zuhry, menyunatkan Achmad azimy dan Djumhari serta pesta syukuran lain-lainnya. Pesta itu cukup meriah memotong Sapi benggala yang besar dan beberapa ekor kambing serta ratusan ayam sumbangan orang. Aku teringat sekali hidangan ala Lahat dihamparkan di dalam gedung kantor Pos, yang jumlahnya 29 hidangan, masing masing hidangan memuat antara 8 sampai sepuluh orang. Setelah hidangan pertama disantap oleh para undangan yang hadir, maka dibuat lagi hidangan yang kedua untuk yang belum kebagian pada hidangan yang pertama. Dan pada waktu itu Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Lahat sedang mengadakan Musyawarah daerah, ikut makan pada hidangan kedua itu. Malamnya disediakan pula pesta untuk muda-mudi serta pegawai kantor Pos Lahat.

Isteri saya sangat aktif mengikuti kegiatan ibu-ibu para pejabat dan juga arisan organisasi baik dimpin ibu Bupati maupun diluar itu. Isteriku sering naik sepeda motor Honda bebek yang kalau setaternya di dayung. Oleh sebab itu dinamakan HONDAYUNG, membawa anak-anaknya keliling kota Lahat dan kedusun Manggul tempat mertaku tinggal. Pada waktu itu motor sangatlah langkah hanya beberapa saja yang ada di Lahat.

Kami membuat rumah di Talang jawa lahat yang tanahnya kubeli bersama H.Muhammad dari H.Nuri. Tukangnya adalah Bakur dkk dari dusun Arahan. Sedang tukang batu dan membuat tiang dan mengeres adalah bapaknya Paimin Talang jawa Lahat.

Kayu-kayu dari rumah itu sebagian besar dari kayu dari desa Arahan dan Gunung kembang, Kayunya ada yang sudah 7 s/d 10 tahun direndam, karena mereka butuh uang untuk membeli beras maka kayu simpanan lama di dalam air dicari lalu dijual. Pada waktu keadaan perekonomian kita sangat sulit beras langka uang sulit banyak yang makan sekali sehari serta banyak yang makan umbi-umbian. Sebagian dinding rumah di Talang Jawa itu itu berasal dari papan kotak dari Sungai gerong yang membawa barangku dari Sungai gerong ketika pindah ke Lahat. Papan tersebut telah diberi obat hingga awet untuk tidak mudah dimakan bubuk.

Tinggal di lahat sangat menyenangkan karena kampung halaman sendiri, tetapi ruginya banyak sekali.
Kalau dipandang sudut pengetahuan umum jauh ketinggalan dari kawan-kawanku yang tinggal di kota Besar. Banyak kawan-kawanku yang telah melanglang buawa ke beberapa negara diEraopah dan Amerak mengikuti Training, sedang saya belum sekalupin karena bahasa Inggrisku belum memadai.
Dengan srat Kepala Daerah Pos tanggal 17 April 1973 n0 625/B/31 aku telah diusulkan untuk dikirim ke luar negeri, oleh sebab itu harus mempersiapkan diri untuk memperlancar bahasa Inggri.

Dengan Nota dinas dengan Pos [Nddp] kdpos IV tanggal11-1-1973 no88/b/29/rhs aku dipindahkan dari Kantor Pos Lahat ke Ke kantor Pos Palembang. Sedang penggantiku ialah Max Soenaryo notoprayitno dari Denpasar.
Aku mengajukan pengunduran pemindah sampai bulan Agustus 1973, namun penggantiku akan segera datang ke Lahat dari Denpasar.
Akirnya aku harus sudah berada di Palembang pada bulan Juni 1973. Dan penggantiku telah datang bulan Maret 1973. Serah terima dilakukan pada 3 maret 1973. Dan sambil menunggu kelahiran anakku Marten Shaly Kertamuda, kami tetap menunggu rumah dinas, setelah berumur seminggu kami pindah ke rumah milik pribadi di Talang Jawa Lahat.
Aku mengambil cuti besar selama 3 bulan untuk menyelesaikan segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah ku di Jalan PGA Talang jawa Laahat ,seperti mengecet, merapikan halaman dan menambah dapur dll. Selama aku cuti tiga bulan kami mendiami rumah baru tersebut.
Pada awal Juni 1973 kami mulai boyong ke Palembang.

.

 

15 Responses to “9. Lahat (2)”

  1. syamsurrizal Mukhtar Says:

    Assalamuaalaikum wr.wb. perkenankanlah ananda memperkenalkan diri, nama saya syamsurrizal mukhtar anak kedua dari Muchtar madjid yang telah tercantum dalam point 5 bab ini. saya tinggal di bandar lampung sejak merantau tahun 1979. Senang kami walaupun melalui internet ini dapat menyambung silahturahmi ayahanda. Kami bangga dan salut atas biografi ini, telah membuat kami mengenang masa-masa SD dan SMP di lahat pada periode yang sama 1968-1973, menambah kecintaan akan Lahat. bersama ini ananda khabarkan pula kalau Ayahanda Mukhtar Majid dan Ibunda Temu Suhana telah berpulang ke rachmatullah pada desember tahun 2006 yang lalu di palembang. Demikian dan salam takzim dan salam hormat kami. wassalammuaalaikum.


  2. Untuk ananda Syamsurrizal Mukhtar.

    Bandung, 2 September 2007.

    Assamalamu’alaikum Wr.Wb.
    Alhamdulillah kita dapat saling berkomunikasi melalui sarana internet ini, Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah Swt.
    Terimakasih atas catatan ananda dalam Website The 8th generation of Kertamuda, semoga ananda dan keluarga selalu sukses dalam segala bidang kehidupan pada umumnya.
    Disamping itu manda ucapkan terimakasih pula karena ananda telah menyambung silarahmi orang tua ananda dengan manda. Manda cukup lama berkumpul dengan Pak Mukhtar Majid baik sewaktu beliau menjadi Bupati di Lahat dan setelah itu di Palembang setelah beliau pensiun. Dan terakhir manda bertemu dengan beliau waktu ada pesta pernikahan di Lahat.
    Kita doakan semoga Arwah Almarhum Bapak Mukhtar Majid dan Ibu Temu Suhana mendapat tempat yang sebaik-baiknya disisi Allah
    Allahummaghfir lahum warhamhum wa’aafihim wa’fuanhum, Allahumma akrim nuzuulahum wawassi’ madkholahum. “ Ya Allah ampunilah segala dosa mereka baik yang besar maupun yang kecil, baik yang mereka sengaja atau yang tidak disangaja, baik yang nyata maupun yang ghoib.
    Ya Allah berikanlah rahmat kepada mereka yang sesempurna-sempurnanya meliputi segala hal. Ya Allah sejahterakan mereka dan maafkanlah segala kesalahan dan kealfahan dan kekhliafan mereka
    pada waktu hidup mereka.
    Ya Allah , muliakan tempat kembali mereka dan lapangkanlah kuburnya serta berilah cahaya yang terang benderang. Bersihkanlah diri mereka dengan air, dengan embun dan dengan salju dengan rakhmat dan kasih sayangmu. Robbana atina fidduniyah hasanah wa fil akhiroti hasanah waqiina azaban naar. Wal hamdulillahi robbil ‘alamamiin.
    Semoga silaturahmi antara ananda dengan manda akan tetap berlanjut walaupun hanya melalui internet ini. Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
    H.Abbas AH Kertamuda.
    Dan keluarga
    Jln Sekejati II No 29. Telepon: 022-7302343- HP 08121461036.
    Bandung 40284

  3. mz. patahan Says:

    Bapak H. Abbas AH Kertamuda yth:

    Assalamualaikum, wwb.

    “Gudung didendam-dendam, tahuk kebilan tekeridang dipelupuk mate.”

    Pasale aku engga’hindu dusun lama, kuketik “gumay” di google, keluae name “Yaris Gumay” ye ku kenal benae.
    Aku sepadei ternyate ini blog pak Haji Abbas ye ase-ase ade di benak, kubace kutelusuri.

    Sape ye dik kenal enggak kak Laisy, yuk Fatima, humah besak di pinggir ayik tue?

    Aku setaun due dibawah kak Laisy.

    Mungkin kami masih di jalan Isau-Isau di ayapan humah wedana Ibrahim, dimase pak Haji Abbas dan kak Yaris sekulah.

    Kami pindah ke Pasar Bawah Ilir kire-kire taun 1956, humah kami persis besebelahan enggak ngkas humah kak Yaris, ketike beliau lah melanjut ke Bandung.

    Aku dewek ninggalkah Pasar Bawah taun 1968, mangkenye gi tehingat name pak Haji Abbas.

    Ape pak Haji Abbas masih galak tandang behusik ke humah kak Yaris di Bandung?

    Kalu masih salam takzim.

    Nameku Mukli, pejadiku H. Zainuddin, pegawai kantor agame itulah.

    Bulan Mei 2007 ye liwat, aku belanju ke Pasar bawah temalam due malam, ngina’i humah ye ampir teheban, mba’ ini lah diilo’-ilo’i dikit-dikit di bagian buri.

    Selame tige minggu aku nyangkupi Bapak H. Zainuddin ye lah ruyuh umure 93 taun, tinggal engga’ anak betinenye yuk Djalelah di Seduduk Putih Pelimbang.
    Ndungku Hajjah Rusmah lah dipantau li Ye Maha Kuase 10 taun ye lalu, “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.”

    Pak Haji Abbas yth:

    Terimakasih atas blog ye tebuke ka ndi’ umum ini, ala kah ilo’ e, cuka amu jeme tue nuliskah riwayat idup lu’ ye digawehkan Bapak ini.

    Bukan bae kah ndi’ anak cucung tetapi ndi’ beruyut dusun laman, generasi mude.

    Sekali agi terimekasih, semoge Bapak sehat wal afiat, kurnie, berkah kite kecap sepanjang mase. Amin.

    Wassalam, wwb.
    tabik:
    mzpatahan.
    ~oOo~


  4. Untuk ananda Mukti. Z.Patahan.

    Bandung, 7 September 2007.

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Alhamdulillah manda ucapkan, dari hasil petualangan nanda di Internet melalui pintu Google bertemu juga dengan pondok “Th 8th Generations of Kertamuda”. Terimakasih manda ucapkan pada nanda Mukti yang telah sempat mampir di pondok manda, hingga kita dapat berkomunikasi walau sejenak.
    Pejadi kabantu kenal baik nga aku, kami dulu pernah bersama-sama jadi pengurus “Amil Zakat Fitrah di Masjid Muhammadiyah pasar baru Lahat”. Aku kerap berdiskusi ngan pejadi kabantu mengenai bermacam hal baik ye nyangkut kehidapan sehari-hari maupun bidang agame.Samapaikan salamku padanye kalau kaban nelepon atau ngirim surat kepada beliau.
    Aku masih sering bertemu ngan Yaris Gumay, disamping kami di Bandungni ade perkumpulan sesame jeme Lahat, ye namenye : Himpunan Keluarga Seganti setungguan” disingkat [HKSS]. Alamat penmgurus mbaini akhi : Jln Kuningan Raya no 50 Antapani. Tlp 022-7279284.
    Aku kerap betemu ngan Yaris di undangan kalu ade jeme kite di Bandung ye sedekah ngawinkan anak dll. Alamat Yaris Gumay, Jalan Parakan Asri no 9 Bandung 40266. Tlp. 7531234. Insya’Allah kalu aku betemu ngan die ka kusampaikan salam nakanda Mukti.
    Ude itu kalau betemu ngan Thamrin sampaikan salamku, kami pernah berkumpul di Lahat dulu. Disamping itu ading Thamrintu ye namenya Yutimah [Almarhumah] njadi ngan anak mamangku di Makkah ye namenye Abdullah Yusuf. Aku sering kehumah mang H.Qodir di Lahat Tengah, waktu aku di Lahat dulu. Empok ngan Jalilahpun kami sering berhubungan waktu di Lahat dulu waktu die masih begawi di Rumah Sakit.
    Salam kami dari bandung untuk sanak keluarge kita yang ade ditempat kaba berdiam. Dimane kaban mbak ini tinggal???. Di Jakarta atau di Tanjung karang?.
    Selamat sukses.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
    H.Abbas AH Kertamuda.
    Dan keluarga
    Jln Sekejati II No 29. Telepon: 022-7302343- HP 08121461036.
    Bandung 40284

  5. Idetrorce Says:

    very interesting, but I don’t agree with you
    Idetrorce


  6. Untuk Sdr. IDETRORCE.

    Terimakasih atas komentar anda, Anda tidak setuju dengan saya mengenai apa?. kita bebas untuk mengemukakan pendapat. Inilah demokrasi.
    Wassalam.

  7. MZ. Patahan Says:

    Mamanda H. Abbas AH. Kertamuda yth:

    Sebelume nakanda mohon maaf empai mbak ini nyambung kabar agi.

    Mudah-mudahan mamanda sehat wal afiat, lahir dan batin.

    Besame ini nakanda nyampaikah berite duke,
    H. Zainuddi L, bapangku lah dipanggil ye Maha Kuase ahi Selase tanggal 24 Juni 2008 ye lalu, dikuburkah di Pemakaman Kandang Kawat Pelimbang disamping makam almarhumah ibunda.

    Mewakili almarhum, nakanda mohon ape bile ade kesalahannye baik sengaje maupun dide, mohon di maafkan.
    Maklumlah mamanda pernah besame-same ketike dang di Lahat.

    Nakanda tambahkan pule bahwa Ayunda Badariah, isteri Kak Umi Rimpitan lah enam bulan dalam keadaan koma, beliau tinggal dirumahnya dibilangan Sekip Palembang.

    Salam dari mamanda untuk keluarge kami: kak Thamrin, yunda Jalelah telah nakanda sampaikah, bahkan salam mamanda kepada bapak H. Zainuddin L, sempat pule nakanda aturkah.

    “salam takzim kembali” kate beliau.

    Nah mamanda, sekian kudai kali ini, salam untuk seisi humah serta sanak kerabat, di Bandung.

    Semoge taufiq hidayah bagi kite semua.

    Wassalam, wwb.
    Mukli Zainuddin
    ~oOo~


  8. 61. Untuk Nakanda MZ. Patahan:
    Terimekasih atas informasi yang diberikan kepada manda: Selamat Jalan Saudaraku H.Zainuddin L.“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un; Kita semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘aafihi wa’fu’anhu, waakrim nuzulahu, wawasi’mad kholahu, wa’silhu bil maa’I wasysyalji wal barad, wa naqqihi minal khothooya. Wa ad-khilhu jannata, wa ‘a’idzhu min ‘adzaabil qobri wa min ‘adzzabin naar.= Ya Allah ampunilah dosa saudaraku H.Zainuddin l, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia dan maafkanlah segala kesalahan dan kealfaannya pada waktu hidupnya, muliakanlah tempatnya kembali serta luaskanlah pintu masuknya. Sucikanlah dia dengan air dengan salju dan dengan embun dan bersihkanlah dirinya dari dosa dan kesalahan. Serta masukkanlah dia kedalam surga-Mu, dan lindungilah dia dari azab kubur dan siksa neraka, amiiien ya Robbal ‘alamiin.”.
    Disamping itu semoga adinda Badariyah yang sa’at ini sedang sakit, akan diampuni kesalahannya karena sakitnya itu serta disembuhkan dari penyakit yang dideritanya. Allahumma robban naasi adzhibil ba’sa. Isyfi antasy syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqomaa =Ya Tuhannya manusia, hilangkanlah sakitnya, sembuhkanlah; tidak ada kesembuhan kecuali Engkau sembuhkan. Sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak kambuh lahi.
    Kalau bertemu dengan adinda Umi Rimpitan, salamku buatnya.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  9. astek Says:

    hlo … tuapenye kabar jeme lehat .,./. terutame jeme lahat ./,,,mak ba ,a aku disini sehat 2 saje ,. salam kenel saje aku asim jeme lahat .,dusun arahan anak sulimi jaminur ,. salam kenal saje ngan jeme lahat


  10. UntukAsim bin Sulimi Jaminur.
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Selamat datang di pondong nining dan selamat bergabung di blog ini.
    Wassalam.

  11. asuar Says:

    wak abas aku asim anak jamainur jeme arahan lahat lasampai ke lahat maaf nian aku waktu itu dide pacak ke kircon ke huma wak .//////////// itu saje semoga wak sihat 2 saje assalam mualaikum


  12. Anada Asim bin Jamainur di Lahat.
    Selamat balik lagi ke Lahat. semoga turus belajar, kele gegadisan nunggu lah ade kekecaan anak jeme tu ndak diidupi. cakaulah ilmu kudai lalu cakau penggawian.
    Wassalam
    dari kami ye masih di tanah pasundan.


  13. Pemberitahuan.
    untuk sanak sedulur dan kawan-kawan dari daerah Gumay.
    “Telah dibuka “Website Gumay”. [ WWW . Gumay online . Com]. dan Group Gumay Sriwijata Sumsel di Facebook. Mohon saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan. Terimaksih.
    Satria US Gumay.
    Hp. +6281366555522.

  14. asim Says:

    wak ……. abas tapenye kabar aku lah nyampai di lahat salam aje ngan jeme kite di bandung


  15. Selamat datang lagi di kampung halaman, tuape ame merantau takut ngan jeme, takut sesat?. Tuape gawi di lahat neruskan sekolah?. uji nak sekolah di Marainim, di STM Marainim.
    Selamat belajar dan berusaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s