VI. Tinggal di Kota Tegal. [1960-1963]

Tegal

Mulai tanggal 1 Oktober 1960 aku dipindahkan dari Pusat Pendidikan di Bandung Ke Kantor Pos dan Telegrap Besar Tegal.
Tetapi sebelum menuju Tegal kami diperkenankan mengambil cuti terlebih dahulu selama kurang lebih tiga minggu.
Maka akupun pada tanggal 2 Oktober 1960 pulang ke Lahat dan selanjutkan dari Lahat akan terus menuju tempat kerja baru. Akupun diberi surat jalan oleh Penguasa Perang Daerah untuk Jawa Barat dengan Surat jalan no 55/Wala/10/1960 yang ditanda tangani oleh Wakas Penguasa Perang Daerah untuk Jawa Barat Mayoor Oding Suardi tanggal 1 Oktober 1960.
Aku mulai bekerja di Kantor Pos dan Telegrap tegal setelah cuti elama 2 minggu, sebelum ke Tegal sempat singgah di Tanjung karang dan Kampung lematang.

1.*****Selama bekerja di Tegal karier kepegawaianku cukup cemerlang. Hanya beberapa bulan sebagai ketua Pos, terus menjabat Pengawas Loket, Pengawas Kpp serta menjabat Wakil Kepala Kantor Pos Besar Tegal.Pernilaian atasan atas pekerjaanku selalu memuaskan dan baik. Dengan atasan dan kawan –kawan sekantor begitu harmonis kecuali dengan seorang saja yang A.Rasyid dari Makassar, karena dia selalu ingin menggerogoti pimpinan kantor maka aku terpaksa menantangnya.

2.****Disamping itu pergaulanku di luar dinas cukup menonjol. Aku di[percaya untuk menjadi Guru SMA , Guru SMEA dan Guru KPAA. Bahkan Guru KpAA diangkat secara resmi Kepala Perwakilan Departemen P.D. dan K Daerah Jawa Tengahdengan Surat

Keputusannya no 1/GTT/Ukk/63 tanggal 11 April 1963 dengan jam mengajar 30 Jam sebulan.
Skep pertamaku di Jawatan PTT ialah tanggal 6 Juli 1961 no 35914/Peg/A1.
Pada tanggal 19 Pebruari 1962 aku ditunjuk untuk mempersiapkan Kantor Pos Pembantu Slawi untuk menjadi Kantor Pos berdiri sendiri. Aku di detasir dari Tegal ke Slawi selama 1 bulan lebih dan aku membawa pembant Jtupos satu Wasub Hadi dalam menyeiapkan pembukaan kantor Baru. Maka pada tanggal 1 Maret 1963 kantor Pos dan Telegrap Slawi dibuka.

3. Dibidang kegiatan usaha cukup cerah. Aku bersama kawanku yang juga berasal dari sumatera bernama Asnawi Ahmad yang dipindahkan dari Bagansiapi-api ke Tegal sebagai pegawai pendidikan yang harus berpindah-pindah tempat kerja. Dia lulusan Dikmen.
Dengan dia aku membuka usaha dagang untuk melayanani kebutuhan kawan-kawan baik di kangor maupun diluar. Serta mengirimkan barang-barang ke luar jawa, baik batik, rokok, gula dll. Usaha kami cukup maju dan menggembirakan hingga aku dipindahkan dari kota Tegal.

6.***** Pada waktu aku berdinas di Tegal ada hal sulit kulupakan antara lain, aku menderita penyakit aneh yakni penyakit yang menyerang sendi pernapasan serta pernah mengeluarkan darah pada waktu aku berludah yang cukup banyak. Hingga aku pernah hampir 3 bulan tidak keluar rumah kecuali kekantor tempat bekerja.
Aku menyurati kawan-kawanku yang pernah tinggal di Yogyakarta waktu sekolah SMA dulu, dan diantaranya ialah Nurhayati yang pada waktu itu sekol;ah di SGA Yogyakarta bersama Thamrin Koni. Dia berasal dari Kerawang, dia menyarankan agar aku berobat di Kerawang karena penyakit yang kuderita itu agak aneh. Aku telah berobat ke Dokter di Tegal dan Slawi baik yang berkaitan dengan penyakit umum maupun penyakit paru-paru. Aku hampir tiap minggu berobat ke Dr Paru-paru di RS Slawi , dokternya dr.Rajiwan. Dalam analisanya tetap saja penyakitku itu masih di observasi [ dalam penyelidikan].
Aklhirnya aku menuruti nasehat temanku Nurhayati, aku dengan kemenakanku Arfan Ismail pergi ke Krawang dan berobat dengan wak Haji yang tinggal di Teluk Jambe Kerawang. Sedang aku dan Arfan menumpang dirumah Nurhayati di jln Bubulak Goro 13 Krawang.
Aku diberi beberapa obat khusus dan beberapa nasehat, dan penyakitku mulai berkurang.

4*****.Aku khawatir akan diriku karena selalu di rotgen kalau-kalau nanti aku tidak akan mendapat keturunan, maka disarankan agar aku segera menikah. Kenalanku seorang Guru SMA di Tegal menghubungkan aku dengan kenalannya dan akhirnya menjodohkan aku dengan seorang Gadis Tegal.Singkat kata akhirnya aku menikah dengan Mrr Soewarni binti Abdullah yang bertempat tinggal di Jln Mawar 65 Tegal. pada malam Minggu tanggal 7 Januari l962 jam 19.30.
Dalam perkawinan ini lahirlah puteri pertamaku yang kuberi nama Maizah Kertamuda. Nama ini merupakan gabungan dari nama kawan kecilku didesa Banjarsari sebelum aku pergi melanjutkan sekolah ke Yogyakarta yakni Marhamah binti Kenasin; anak Kepala sekolahku sendiri. serta seorang kawan dekatku yang bernama Faizah, yang tinggal bersebelahan rumah dengan tempat kostku di Jalan Bausan DN 6/129 Yogyakarta.

Dia berasal dari Semarang, waktu itu sedang bersekolah di SKP di Yogyakarta, dia turunan Arab dan ayahnya pengusaha dan mempunyai banyak Hotel antaranya ialah “ Hotel Islam” yang terletak tidak jauh dari pasar Johar semaranng… Nama puteriku ini kuambil dari singkatan nama kawan-kawan kecilku itu untuk mengenang kebaikan-kebaikannya padaku sewaktu bergaul dengan mereka serta pendorong semangatku untuk terus belajar dengan giat..

5. Pergaulanku dengan masyarakat baik dikantor maupun di luar kantor cukup menyenangkan, walaupun aku tinggal di Hotel jalan Panggung no 41, tapi pergaulan dengan masyarakat sekelingnya baik yang berkaitan dengan ibadah maupun yang lain berjalan sangat memuaskan.

Selama aku di tegal aku bebas karcis untuk nonton di 4 bioskop, karena aku diberi karcis geratis untuk menonton. Ini berkat hubunganku dengan pengusaha bioskop itu cukup baik dan saling menguntungkan.

Karena pekerjaanku sebagai pegawai cukup menonjol , maka aku ditawari oleh Dinas untuk menjadi Kepala kantor Pos di Ternate. Tawaran itu menjadi pimpinan kantor tersebut kusanggupi.
Tetapi dalam pelaksanaan pemberangkatan ada yang kurang sesuai dengan perjanjian dulu, maka aku langsung mengurus kepindahanku ke Bandung untuk menjelaskan segala sesuatu dengan bagian kepegawaian. Dan akhirnya aku tidak jadi pindah ke Ternate tetapi dipindahkan sebagai Kepala Kantor Pos dan Giro di Sungai gerong dekat dengan tempat kelahiranku.
Pada waktu itu langsung dibuatkan Nota dinas dengan pos tentang kepindahaku ke Sungai gerong dan aku sendiri yang membawa tembusannya untuk Kepala Kantor Pos Tegal.

5 Responses to “6. Tegal”


  1. ide bagus, ini bisa jadi warisan untuk anak cucu, patut dicontoh


    1. Terima kasih telah memberikan komentar pada blog kami

  2. Edith sukartono Says:

    Masih ingat dengan RM Soetomo di kantor pos Tegal yg pada 1964 dipindahkan ke Kantor Pos Pangkal Pinang? Tinggal terakhir di jalan gajah mada tegal…

    1. Edith sukartono Says:

      Bgm Pak? Apakah masih ingat dgn Pak Soetomo, di tahun sekitar 1964, sbg wakil /penilik kepala kantor pos , lalu dipindah ke Kantor Pos Pangkal Pinang sebagai kepala… tks jika ada info dari Bapak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s