I. Tinggal di Desa Pinang Belarik. [1936-1940]

Pinang Belarik adalah desa kecil yang terletak di Marga Ujanmas dan kabupaten Muara Enim. Kurang lebih 30 km dari kota Muara enim.

 

Dinamakan Pinang belarik, mungkin disepanjang jalan menuju desa ini dulu banyak batang pinang yang berbaris disepanjang jalan.

Masa kecil.
Aku dilahirkan pada hari Kamis, tanggal 10 Agustus 1936 di desa kecil Pinang Belarik, Marga Ujanmas, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Saya diberi nama oleh orang tuaku dengan Abbas, mungkin ayahku ter-inspirasi dengan nama paman Rasulullah Saw.
Desa Pinang Belarik saat kisah ini dibuat, telah tidak ada lagi karena orang-orangnya telah pindah mendekati jalan raya antara Muara Enim – Ujanmas-Prabumulih. Mereka membuat desa baru yang dinainya dengan Desa Lubuk Bate. Kurang lebih 7 Km dari Ujanmas. 24 km dari kota Muara-Enim.
Semula desa Pinang Belark itu terletak ditepi sungai Lematang, akan tetapi karena desa tersebut selalu “tehebis”=[erosi] terkikis oleh air sungai , mengakibatkan desa itu makin mengecil areanya hingga terpaksa penduduk desa itu pindah.

Ayah Saya bernama K.H.Abdullah Masri Bin H.Abdul Hamid dan Ibu Saya bernama Hj.Najmah Azhari. Kata Masri dibelakang nama Ayah saya karena ketika beliau mengajar di Masjidil Haram banyak juga yang bernama Abdullah. Untuk membedakan antara ayahku dengan Abdullah yang lain ditambahlah kata Masri dibelakang nama ayah saya itu. Kata Masri artinya Mesir [ Egypt], karena ayah saya itu baru kembali dari Mesair setelah belajar di Al Azhar Cairo.
Ayah dan ibu saya adalah guru mengaji dan sengaja diminta untuk tinggal di desa ini oleh kawan ayah saya pada waktu di Makkah, yaitu H.Bakri. untuk mengajari penduduk desa ini dan penduduk desa-desa sekitarnya pengetahuan bidang keagamaan, yang terkenal guru mengaji. Ibuku mengajari para kaum wanita dan ayahku mengajari semuanya.

Ayah saya adalah anak tertua dari H.Abdul Hamid dengan Hj.Siti Aminah. Ayah saya tiga beradik , satu perempuan bernama Hj.Kasidap dan seorang laki-laki bernama H.Muhammad Ali yang lahir di Madinah Arab Saudi, ketika nenek saya sedang berada di sana menunaikan Ibadah Haji.

Sedang ibuku Anak adalah Haji Azhari bin H.Soelaiman seorang syeikh yang menangani pelayanan jama’ah haji pada musim haji dan Nenekku itu bertempat tinggal di kampung Gararah dekat Masjidil haram. Ibuku adalah anak tertua dari 5 b bersaudara adik-adiknya bernama,.Arafah, .Aminah , .Khodijah dan Ibnu Hajar. Semua adik-adiknya dan keturunanyan bertempat tinggal di Saudi Arabiah, karena memang mereka sudah sejak lama menetap dan bertempat tinggal di Saudi. Mereka ada yang tinggal di Jeddah, ada yang Makkah dan ada pula yang di Madinah, Tabuk, Riyad dll.

Khusus tentang Nenekku dari jenjang Ayahku yaitu H.Abdul Hamid bin Bilal Sanggun bin Samal bin Hulubalang Jumul bin Kerte Gune bin Kertamuda yang makamnya ada di Nang Berite Arahan lama Seberang Lematang.

 

 

Nenekku H.Abdul Hamid Kertamuda ini adalah orang yang khawas dan kuat ibadahnya serta banyak berzikir kepada Allah Swt, setiap selesai sholat fardhu beliau berzikir dan berdo’a kepada Allah. Aku menyaksikan sendiri keadaan mereka berdua dimasa tuanya.

Karena akulah satu-satu nya cucu beliau yang tinggal bersama beliau di desa Arahan, ketika dunia dalam keadaan sulit, karena negeri kita sedang dijajah oleh Jepang. Orang tuaku, kakak dan adikku ikut keladang di Jerambah Lime di dekat rimba dan kemudi ke Hamuk arah ke Gedung Agung kurang lebih 20 Km dari desa Arahan dan menetap di ladang tersebut selama bertahun-tahun.

Nenek lanangku bernama H.Abdul Hamid Kertamuda dan nenek perempuanku bernama Hj.Siti Aminah.
Ada nasehat yang terkenal dari nenek lanangku ini yang perlu kita camkan; dia mengatakan dan menasehati anak cucunya sbb : “ Jangan ase jangan remase ayik suhut bakalkan dalam, ranting tepaut bakalkan anyut, tepian mandian lame bakakan tehebis ”. Artinya Jangan bangga dan terlena, jangan sombong, air [sungai] yang surut nantinya bakalkan dalam [ airnya naik], ranting yang tadinya menyangkut ditepian atau di batang kayu di pinggir sungai bakalkan hanyut kalau airnya naik, tempat mandian yang baik dan nyaman nantinya bakalkan hilang”. Maksunya: kalau kita sedang mendapat keberuntungan jangan lupa daratan, jangan menyombongkan diri, karena apa-apa yang ada pada kita itu nantinya semuanya akan berubah, akan menjadi hilang dan musnah; segala kesenangan dan kegembiraan bisa jadi dalam waktu yang singkat akan berubah keadaannya menjadi hal yang sebaliknya. Demikian pula kalau kita dalam keadaan susah dan terhimpit, janganlah terlampau bersedih, keadaan nantinya akan berbalik dan bisa jadi dalam waktu singkat akan menjadi hal sangat menyenangkan.

Nenek lanangku ku ini disamping petualang dan juga orang mempunyai ilmu yang jarang dimiliki oleh manusia lainnya.

Pertama: H.Abdul Hamid ini seorang Petualang yang berani dan teguh pendiriannya.
Jauh sebelum jalan kereta api dari Tanjung Karang ke Palembang di adakan pada tahun 1925, beliau telah merintis jalan untuk pindah mencari rizki dari desa Arahan ke tempat yang subur untuk berkebun. Beliau dengan menelusuri sungai lematang menuju muara, lalu menelusuri sungai musi hingga muara nya di Sungsang, kemudian beliau menyeberang menuju pelabuhan pasar ikan di jakarta. Setelah tinggal beberapa lama di Betawi beliau meneruskan petualangannya menuju lampung dan tinggal di Panjang. Akhirnya beliau menemukan tempat yang baik dan layak untuk berkebun yaitu tidak jauh dari Panjang, yang sekarang dikenal dengan Kampung Lematang. Setelah membuka kebun lada, kopi dan padi yang lebar beliau mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Setelah itu beliau kembali ke desa Arahan untuk mengajak kawan-kawan membuka kebun di Lampung tersebut. Setelah itulah kampung lematang berkembang dengan pesat dan banyak yang pindah ke desa sekelilingnya seperti desa ambang besi, desa Way galih, dan sebaginya.
Dari hasil usaha kebun inilah beliau merantau ke Makkah, Madinah dan ketempat tempat lainnta di Saudi Arabiah dalam rangka menunaikan ibadah haji.

 

Oleh sebab itulah salah seorang anaknya lahir di Madinah yakni H.Mohd Ali.

Kedua: Beliau ini telah diberi Allah kelebihan tersendiri yakni dapat melihat kejadian yang akan datang yang sifatnya bukan ramalan, tapi suatu yang nampaknya memang dapat terlihat oleh beliau, Ada tiga kejadian penting yang diceritakan beliau didepan orang banyak yang belum terjadi pada waktu itu.dan pada masanya semuanya memang menjadi kenyataan.

Pertama: Beliau mengatakan bahwa beberapa tahun lagi akan datang orang pendek-pendek yang akan menguasai bumi kita; keadaan kita akan sangat sulit baik makanan maupun pakaian serta penghidupan lainnya. Oleh sebab itu bersiap-siaplah menyediakan perbekalan sandang dan pangan serta persiapkan diri untuk menghadap keadaan yang sangat dan genting tersebut.

Cerita ini diceritakan nenek lanangku didepan ayah dan yang lain-lain serta menyuruh ayahku untuk menyiapkan diri. Ayahku lalu menyediakan segala keperluan yang mungkin dapat tahan lama lalu membeli bahan pakaian seperti blacu, ginggang, bahan pakaian laki-laki dan cita untuk bahan pakaian perempuan yang jumlahnya berkayuh-kayuh atau berbal-bal. Demikian pula dengan makanan alakadarnya menyimpan padi, serta menyiapkan untuk tempat berladang di jerambah lime, Sungai rengas, hamuk dll dengan jalan membeli kebun atau tanaman orang lain untuk diolah. Atau mengupah orang untuk menebas dan bertanam padi.

Kejadian ini sekitar tahun 1939 Atau tahun1940-an. Kurang lebih dua setengah tahun kemudian Jepang menyerbu Sumatera selatan dan menguasai sumber minyak dan lain-lain. Apa yang dikatakan nenekku itu akhirnya menjadi suatu kenyataan.

Kedua: Nenekku berkata dihadapan ayahku,dan yang lainnya seperti kakakku Muhamad Nur, H.Muhammad dan lain-lainnya. Beliau berkata diantara anak-anak Nakji Bedullah ini [ yang jumlahnya 13 orang] inilah sambil menunjuk aku [ Abbas] yang akan mempunyai kedudukan lebih dari saudara-saudaranya yang lain, lebih dalam segalah hal. Saudara-saudaranya yang lain banyak meminta pertolongan padanya. Dan memang banyak bantuan dan pertolongan yang diberikannya pada saudara-saudaranya.
Padahal waktu itu usiaku baru berumur 4 tahun, yang rasanya sulit untuk membayangkan apa yang akan terjadi dikemudian hari atas diriku.
Apa yang dikatakan oleh nenekku itu memang menjadi suatu ke nyataan. Saudara-saudaraku alhamdulillah sudah meyakini sepenuhnya apa yang dikatakan nenekku itu serta sama sekali tidak iri hati padaku. Tetapi ayahku sendiri merasa khawatir kalau-kalau kejadian ini akan menimpa seperti kejadian yang dialami oleh Nabi Yusuf yang diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudarany karena dia mempunyai tanda kelebihan.

Sampai usiaku hampir 70 tahun , apa yang dikatakan oleh nenekku itu menjadi kenyataan, alhamdulillah Allah telah menganugerahi pada diiriku dan keluargaku hal yang lebih dari saudara-saudaraku yang lain; baik dibidang Ilmu pengetahuan, bidang kedudukan dalam pemerintahan, menyangkut harta maupun yang lain-lainnya.

 

Aku bersyukur kepada Allah atas segala karunia ini dan aku memuji-Nya dengan segala kebesaran-Nya dan kemurahan-Nya , serta akupun berusaha untuk membantu saudara-saudaraku baik dibidang keuangan maupun pekerjaan. Dan alhamdulillah semuanya merasakan walaupun sedikit.

Kakakku yang tertua bernama M.Nur disamping bantuan keuangan ala kadarnya pada waktu beliau masih hidup, salah seorang anaknnya yang bernama Alwi telah kumasukkan bekerja di Perum Pos dan Giro.
Demikian pula dengan kakakku Siti Halimah anak Suhibin telah kumasukkan bekerja di Perum Pos dan Giro Palembang.
Kakakku yang ketiga Nuridah, menantunya yang bernama Satim kumasukkan menjadi pegawai Pos dan Giro di Lahat.

Tentang kakakku yang keempat H.Ismail disamping bantuan keuangan alakadarnya, anaknya bernama Arfan pernah kuajak dan kusekolahkan SMP di Tegal. Dan Cucunya bernama Rizal kumasukkan ke Diktipos Sarjana angkatan ke-II. Serta anaknya Iskandar kumasukkan menjadi pegawai Kantor Pos dan Giro di Teluk Betung.

Tentang kakakku yang kelima H.Muhammad A.Kertamuda.Anaknya kafrawi telah kumasukkan bekerja di Kantor Pos dan Giro Palembang sebelum itu ia tinggal bersamaku di Jalan Cipto dalam. Juga ikut pindah ke Bandung dan berdiam dirumahku sampai isterinya datang ke Bandung.
Anaknya Fatahilah kumasukkan menjadi Pegawai kantor Pos di Tanjung karang. Anaknya Adilah selama sekolah di Fakultas Hukum Uninus Bandung ikut bersama kami tinggal di Jalan sekejati II/29 Bandung. Anaknya bernama Iskandar kumasukkan menjadi Siswa Dikmenpos, walaupun gagal akhirnya bisa menjadi pegawai Pos di Baturaja.
Kanda Haji Muhammad pada waktu aku mulai berdinas Sungai gerong dulu s/d aku berdinas di Palembang sebagai Kdpos IV ikut pula menikmati fasilitas yang disediakan dinas untukku seperti hotel, piknik dan ikut aku meresmikan kantor-kantor pos di daerah Jambi , Bengkulu, Sungai penuh dan Bangka.
Juga pernah kua ajak ke Amerika untuk menikahkan anakku Fatchiah di Los Angeles. Dan juga ikut tour ke San Fransisco, Las Vegas, Colorado, Taxas dll.

Tentang kakakku yang ke enam. Haji Hasan yang sebagain hidupnya tinggal di Waygalih Tanjung jkarang,. Anaknya yang perempuan bernama Ermawaty kumasukkan menjadi pegawa Pos di Tanjungkarang. Disamping juga anaknya yang bernama Faridah kumasukkan menjadi pegawai Pos di Pekalongan.

Tentang kakakku yang ketujuh Muchtar. Menyangkut bidang keuangan cukup lumayan kubantu baik untuk kepindahannya dari satu tempat kerja ketempat kerja yang lain, begitu juga untuk keperluan kenaikan pangkat dan jabatan kepala sekolah cukup lumayan uang dikeluarkan. Disamping itu anaknya yang bernama Salis kumasukkan menjadi pegawai Pos di jambi, sedang suaminya bernama Ahmad Mujiman, juga pegawai pos di jambi, kumasukkan untuk ikut Dikmen kemudian dikti di Banudng. Pada waktu kisah ini ditulis mereka berdua sedang melaksanakan tugasnya di Kantor Pos Solo.

 

Anaknya yang bernama Chairullah kumasukkan mengikuti pendidikan Dikmen pos walaupun ijazahnya hanya SMP, dibuat peraturan tersendiri agar pegawai lulusan SMP yang telah bekerja selama 5 tahun dapat mengikut pendidikan Dikmenpos.

Peraturan itu disetujui oleh Direksi. Maka Khairullah dapat masuk Dikmen Pos. Adiknya Nasrullah kumasukkan pula menjadi siswa dikmenpos di Bandung, tapi tidak dapat melanjutkan pelajarannya karena nilainya tidak memuasakan dan dia tidak pula berusaha untuk masuk menjadi pegawai Pos seperti Iskandar putera H.Muhammad.

Tentang adikku Asmah telah dua orang anaknya kumasukkan menjadi pegawai Pos , yaitu Nursamawaty di Bandung dan Djumhari di Lahat. Nursamawaty sebelum masuk pegawai Pos di Kantor Pusat bandung pernah tinggal bersama kami di Jalan sukabumi Dalam no 18/123 Bandung. Dia kumasukkan menjadi pegawai di bagian perlengka-pan jalan Jakarta, Bandung.

Tentang adikku Usmawi, dia pernah kusekolahkan di PGA Muhammadiyah di Yogyakarta dan memberi bantuan keuangan untuk urusan sekolahnya, hingga menyelesaikan sekolahnya di Yogyakarta.

Tentang Fatimah demikian pula, selama dia belum menikah dan selama dia bersama ibuku maka tiap bulan kukirimi uang untuk belanja untuk keperluan sekolah dan lain. Demikian pula dengan adikku bernama laisyi dia mendapat pensiun dariku sampai dia meninggal dunia.
Itulah bukti kisah yang diceritakan oleh Nenek lanangku bahwa aku akan membantu saudara-saudaranya nanti.

Ketiga. Pada waktu Nenekku kurang lebih dua minggu lagi akan meninggal dunia, berkata kepada ayahku: : Nakji Bedullah hari minggu sekali lagi , maksudnya bukan hari minggu yang akan datang tetapi minggu sesudah itu, jangan kemane-mane; aku kan balik.
Karena apa yang dikatakan nenekku itu cukup lama waktunya, maka pada waktu yang diminta oleh nenekku, yaitu hari Ahad yang kedua yang ditentukan nenekku, ayahku lupa dan ayahku sekira jam 07.00 pagi dengan sepedah telah pergi ke dusun Gedung agung untuk memenuhi undangan yang diminta oleh penduduk dusun itu dalam melaksanakan sesuatu yang berkaitan dengan bidang keagamaan.

Ketika selesai pekerjaan di Gedung agung kurang lebih jam 09.30 pagi ayahku teringat akan pesan nenekku. Lalu segera minta pamit dan pulang ke desa Arahan. {karena desa arahan dan Gedung Agung itu hanya kurang lebih 4 Km jadi agak cepat kalau pakai sepeda.

Sesampainya di desa Arahan, ayahku segera menuju rumah nenekku yang terletak di tengah Dusun Arahan. Sesaipai di halaman rumah nenekku,belum lagi menginjakkan kakinya ke tangga rumah nenekku telah berkata, itu nakji??. Ayahku menjawab ya. Segeralah naik dan dekatlah padaku dan tuntunlah aku.
Ayahku menuntun nenekku membaca syahadat dan kemudian nenekku berpulang kerahmat Allah. Inilah kisah nyata yang terjadi yang disaksikan oleh banyak orang.

 

***** Tetapi ada satu hal yang waktu kisah ini kutulis aku sendiri belum tahu maksud perkataan nenek padaku .
Dia memberikan sebuah tongkat yang terbuat dari rotan yang gagangnya melengkung, ya untuk pegangan orang tua. Dia mengatakan kepadaku ini tongkat untukmu dan panjangnya pas sepanjang badanmu. [ Memang tongkat itu sepanjang badanku yang usia 4 tahun tersebut].

Apa makna yang terkandung dari perkataan nenekku itu. Apakah aku akan mewarisi sebagai penyambung nama keluarga. Ataukah ada yang lainnya lagi , akupun tidak tahu.

Pada tahun 1960-an setelah aku selesai menamatkan pelajaran Akademi PTT di Bandung aku pulang ke Arahan, dan kakakku berkumpul dan aku mengusulkan agar keluarga kita dimasa akan datang ada identitas untuk mengetahui asal usul , sebaiknya kita buat silsilah dari keturunan kita dulu. Aku mengusulkan agar diambil saja dari Depati Kertamuda, tidak memulai dari Depati Kerta tua karena berbagai pertimbangan. Yang menurut pengamatanku lebih tepat menggunakan nama Kertamuda. Disamping nama itu lebih serasi juga anak Depati Kertamuda ini menjadi Pengeran yakni Pengeran Kertaguna.

Dan nama ini agar dipakai dibelakang sekali dari tiap anak kita, kalau dia anak laki-laki maka anak-anaknya akan terus memakai nama itu sedang apabila dia anak perempuan hanya sampai keanak tersebut saja. Usulku ini disambut baik, tapi sebagiannya hanya untuk dipakai pada namanya sendiri dan tidak diteruskan pada anak-anak dan cucunya. Tapi bagi anak-anak-ku telah kecantumkan nama Kertamuda dibelakang anak-anakku tersebut. Dan aku meminta pula kepada keturunanku untuk memakai nama Kertamuda bagi anak-anaknya.

Jauh sebelum nama Gumay dipakai oleh orang Gumay, aku telah lebih dahulu menggunakan nama Kertamuda untuk keturunanku. Dengan kata lain Kata Gumay itu merupakan ilham dari ideku, yang lalu dipakai oleh kawan sekelasku Yaris dan lainnya.

Ketentuan ini sejalan pula dengan suku-suku bangsa Arab dan orang-orang Batak di Sumatera utara

Saya sempat tinggal beberapa tahun di desa Pinang belarik yang dekat sungai itu, mungkin sampai usiaku beranjak umur 4 tahun. Ada kesan yang masih ingat pada waktu tinggal di desa Piang Belarik itu antara lain:

1.Saya selalu mendengarkan pada pagi hari suara pembukaan radio, nampak-nampaknya radio itu adalah Radio dari Jerman. Karena pada saat itu menjelang mau perang dunia kedua. Pada waktu kisah ini kutulis terlintas dalam benakku bahwa dikampung Pinang belarik pada saat itu telah ada mata-mata untuk kepentingan pihak Jerman dan Jepang.

2.Dikampung tersebut pada waktu itu anak-anak sangat bebas memainkan mercon dan tidak ada larangan oleh pemerintah Hindia Belanda. Saya selalu ingin membeli mercon yang Long karena dia bisa meletus dua kali.

 

Kami menempelkan mercon itu diatas tahi sapi dan kami tutup dengan batok kelapa yang diatasnya berlubang , lalu kami sulut.
Mercon itu lanats meledak dan bato kelapa terpenating jauh dan tahi sapipun berhamburan. Disamping itu diatas mercon itu meletus sekali lagi, karena memang mercon long itu meletusnya dua kali.
Harga percon Long itu satu sen, sedang aku selalu minta kepada penjual percon agar dengan satu setengah sen aku mendapat dua mercon. Bila tidak dikasih maka aku menanngis, dan penjual merconpun mengabulkan permintaanku, maklumlah aku anak seorang kiyai.

Kami tinggal didesa Pinang belarik tersebut karena Ayah dan ibuku memang diminta oleh masyarakat didaerah itu untuk mengajar Agama. Rumah dan semua keperluan keluarga kami dicukupi oleh masyarakat didaerah itu.
Bahkan sampai kepada kebunpun diberi oleh mereka, maksudnya agar keluarga kami betah tinggal didusun mereka untuk mengajari mereka. Desa Pinang Belarik cukup makmur , banyak buah-buahan, padi dan mudah mencari ikan untuk laup pauk.

34 Responses to “1. Pinang Belarik”

  1. KASYANI Says:

    Ass. wb,
    Tape kabar ceh, akuni jeme ujanmas dan search ujanmas “tekinak ngah tulisan Pinag belarik.


  2. Untuk Sdr Kasyani.
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Terimakasih atas catatan Anda pada Website Kertamuda, sub Judul “Pinang Belarik” semuga anda akan selalu berada dalam keadaan sehat wal afi’at serta sukses selalu. Walaupun secare dide sengaje, tekinak ngan tulisan Pinang belarik lah be detak kontak diati. Itu tandenya memang asli jeme daerah itu. Ade cerite tentang asal usul name ujanmas kampungmu itu menurut versi seberang. Dulu waktu pertame kali jeme mbuat jalan dari Prabumulih ke Muara enim. Jalan itu digawi oleh pemborong dari jawe, sehingga buruh pembangunan jalan itu hampir seluruhnya jeme jawe. Pade waktu mereka nggawi jalan didaerah itu ade warung nasi, ye ngusahakanye jeme jawe pule. Pada suwatu ketika turunlah hujan rintik-rintik, pemilik warung menyapa para buruh jalan katenye : “Udan mas,udan mas”, mampir rumiyen. Para buruh jalan berenti bekerja lalu mereka berteduh diwarung itu. Secara kebetulan setelah para buruh jalan tadi kembali ketempatnya salah seorang buruh ketinggalan korek api’. Lalu di berkata kepada temannya, walah-walah endi korekku. Salah seorang temannya menyahut , korekmu ketinggalan di warung. Orang itu berkata lagi warung sing endi??. Iku lho mas; ono sing manggil-manggil udan mas, udan mas, mampir dsisik. Maka terkenallah warung itu dengan “ Udan mas”. Dan daerah sekitarnyapun disebut “udjan mas”. Tapi ini hanya cerita, belum dicek kebenarannya.
    Semoga Sdr Kasyani akan selalu terkenang dengan ujanmas kampung halaman yang tidak mudah dilupakan. Banyak duku, banyak rambutan dan bermacam-macam buah-buahan lainnya.
    Hidup Pinang belarik dan Hidup ujanmas.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  3. Djenambang Bin Tandjak Says:

    Assalamu’alaikum!
    Kami mohon diberikan informasi juga tentang asal usul masyarakat keturunan dari Marto Soko Panembahan Senapati Dipati Jipang dusun ulak bandung kec. ujanmas, muara enim sumatera selatan..!?? Terima kasih.
    Wassalam..


  4. Untuk Cucunda Djenambang bin Tanjak .
    Assamalamu’alaikum Wr.Wb.
    Alhamdulillah kita dapat saling berkomunikasi melalui sarana internet ini, Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah Swt. Selamat Tahun baru 1429 Hijriyah.
    Mari kita sambut kedatangan tahun baru ini dengan rasa optimis. Sambil berdo’a, semoga keadaan kita akan lebih baik dari tahun yang lalu, serta memohon perlindungan Allah agar kita terhindar dari bala bencana yang selalu terjadi dinegara yang tercinta ini.
    Terimakasih cucunda telah mampir di Website The 8th generation of Kertamuda, semoga cunda selalu sukses dalam menggapai cita-citanya. Terus terang Nining dide paham ngan asal usul masyarakat keturunan dari Marto Soko Penembahan Senopati Dipati Jipang dusun Ulak Bandung. Karena niningni sejak umur 4 tahun lah pindah ke Arahan Lahat. Dan sejak umur 14 tahun lah merantau ke Jawe.
    Tapi kalu nginak namenye barang kali nenek moyang mereka dulu itu dari Mataram, sebab ade kate “Penembahan senopati”. Tapi maaf nining dide pacak ngometarinya lebih lanjut.
    Terimakasih, Wassalam,


    1. Assalamu’alaykum.. Yth. Puyang H. Abbas Kertamuda.. kami mohon alamat yang berhubungan dengan sejarah pinang belarik, dusun ujan mas, dan muara enim. Rencananya minggu-minggu ini kami akan tugas kerja dan ziarah di kawasan tersebut.. InsyaALLOH! Terima kasih. Wassalam..

      1. afwan Says:

        Tuape kbr kak.aku afwan adeng ansori.

  5. Supenri bin jamaludin Says:

    Mak mane kabarnye menahi? aku jeme Pinang belarik asli, bapang dan umak ku masih di Pinang belarik.
    Aku Nak mbenaui dikit kate:

    “Semula desa Pinang Belark itu terletak ditepi sungai Lematang, akan tetapi karena desa tersebut selalu “tehebis”=[erosi] terkikis oleh air sungai , mengakibatkan desa itu makin mengecil areanya hingga terpaksa penduduk desa itu pindah.”

    sampai menahi masih ade Desa Pinang Belarik, malah tambah besak dan dide pindah ke badah lain.
    Ame pak Abbas nak minta update cerite sila kihim email ke aku. kele aku ceriteka tuape saje yang nak di tanyeka.
    ini die alamat email aku: Penrichi@gmail.com
    Menahi aku begawi diperusahaan swasta di jakarta jl Sudirman.


  6. Untuk nakanda Supenri bin Jamaludin, jeme Pinang Belarik asli.
    Di Jakarta.
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Terimakasih nakanda Supenri telah singgah di pondok mamang “Website The 8th Generations of Kertamuda” untuk bersilaturahmi, semuga nakanda akan selalu sukses dalam pekerjaannya serta dapat mencapai cita-citanya. Pertama-tama manda mohon maaf karena agak terlambat menanggapi kemontar nakanda, sebab lagi berada di luar kota maklum libur panjang sih.
    Ceritenye mbak ini, waktu aku betugas di Sumbagsel tahun 1984 s/d 1986 aku ngan kanceku dalam perjalannan dinas dari Palembang ke Bangko dan Sungai Penuh [Kerinci] sengaje singgah ke humah Mamang H.M.Bakri di Lubuk bate , humahnya dipinggir jalan. Karena aku ingin sekali nak ke Pinang Belarik tempat aku di lahirkan dan dibesarkan, dan juga nak nginak kalau-kalau masih ade bekas humah kami dulu ye di pinggir sungai. Waktu itu di humah mang Haji Bakri banyaklah jeme-jeme tue ye dulu tau ngan Bapangku dan ye tau ngan aku dilahirkan di dusun Pinang belarik. Mereka ngomong, “ouy lah digik dusun itu”, lah tehehebis, itulah sebabnya kami lah pindah ke Lubuk bate ini, ade pule ye pindah ke Jamas[Ujan-mas]. Aku betanye pacak dide nundekan kami nginak-i bekas dusun kite dulu?. Ujinye lah sehut benau jalannye. Ake pecaye. Dan mungkin ye dimaksud mereka itu ialah badah bekas humah kami dan humah die dulu ye di pinggir sungai itulah ye tehebis dan lah pindah gale. Terimakasih atas informasi dari nakanda. Kalau umur panjang aku masih ingin nak nginak bekas humah kami dulu kalau giade.
    Di daerah Bintaro Tangerang ade jeme Pinang belarik, namenye Syawal nak behanak dulu pernah menjadi Kepala kantor Urusan Agama Kabupaten Musi Rawas di Lubuk Linggau, die tu kanceku gi kecik tapi die lah agak tua dikit umurnye dibandingkan aku. Cobe kalu kaban balik ke Pinang belarik betanya ngan pejadi kaban atau jeme tue-tue, tentang K.H.Abdullah, Mang Haji Bakri, Mas’ud. Ceritekan akuni anak K.H.Abdullah Arahan mungkin die pacak njelaskannye..
    Senang dapat berkomunikasi ngan jeme sedusun. Sampai betemu dilain kesempatan.
    Wassalam,
    Mamang.

    1. Tarmizi S Says:

      Ass. Aku Tarmizi S, bapangku H. Ahmad Sawal bin Mahrum dari Pinang Belarik. Bak masih sehat, tinggal di BSD. Aku dan bak mpai due ahi yang lalu balik dari dusun. Mohon aku dihubungi di 08118705217 atau protarmizi@gmail.com

  7. Jauhari Says:

    Assalamualaikm wr wb..
    Ade juge ye nulis tulisan dusun pinang belarik retinye..
    Salam dari anak jeme pinang belarik, lubuk bate..
    Pak haji kebile kina semptka kina midang ke pinang belarik..!
    Salam kenal saje kisan dikami jeme lubuk bate..mintak kanyelah kite sehat gale pacak betemu kebile kina..amien!


  8. INSYA ‘ALLAH , kalu aku balik ke Sumatera mamang akan ikhtiarkan untuk mampir di Lubuk Bate dan terus ke Pinang Belarik lame. Salam buat keluarga di Lubuk Bate dan Pinang Blarik. Khusus untuk keluarga besar Almarhum. H.Bakri
    Wassalam.

    1. Tarmizi S Says:

      Bulan Januari 2012 yang lalu H. Abu Bakar bin H. Bakri meninggal di dusun.

    2. YUSRI Says:

      ass.salam kenal neng H.abbas AH kertamuda, salam kenal alhamdulillah setelah aku mbace blog ini aku tehase teduh ati bahwe pendahulu-pendahulu kami ini adelah jeme-jeme yang soleh penuh karismatik dan insyallah mempunyai karomh,neng aku mak ini menekni dunie da’wah tlg doanya mengke cucung ni tetap istiqomah,salam kenal neme mertueku Djahuddin thoba,name nineng thoba dan name puyang kami H.akib,salam kenal name ku, yusriadi dan nami istri asro musliha name anak sayyid aqil ql hafidz kami tinggal dipinag belarik makini.dusun 1 parak masjid jami’ Al Falah,.wass

  9. budiman Says:

    Budiman cucung mersup bin kyaji Ismail akuni jeme Pinang Belarik asli humah bakku di Lubuk Bate. begawi di Tangerang alhamdulilah pacak ngobol ngah mamang. ngomentari ttg nineng H.Syawal aku mpai ude betemu ngah die waktu kondangan didaerah Ciputat. kl pacak tlg ceritekah ttg puyang kami tu kene die uji nineng lanang sblh umak bahwe H.Ismail itu temasuk jeme pacak nginaki masa dpn.


    1. cucunda budiman yang saya hormati,
      neneng dide tekeruan lagi , sepertinya H Syawal lebih tau banyak tentang puyang kabantu, sebab die anak Kelawai H Bakri, die tau seluk beluk tentang keluarge puyang kabantu


  10. Budiman cucung mersup bin kyaji Ismail akuni jeme Pinang Belarik asli humah bakku di Lubuk Bate. begawi di Tangerang alhamdulilah pacak ngobol ngah mamang. ngomentari ttg nineng H.Syawal aku mpai ude betemu ngah die waktu kondangan didaerah Ciputat. kl pacak tlg ceritekah ttg puyang kami tu kene die uji nineng lanang sblh umak bahwe H.Ismail itu temasuk jeme pacak nginaki masa dpn.

  11. Tarmizi S Says:

    Tulisan di atas bagus sekali. Kepada siapa saja yang ada hubungannya dengan Pinang Belarik, terutama yang di rantau, mohon keihklasannya untuk menghubungi saya di 08118705217 atau protarmizi@gmail.com. Alamat rumah saya di jl. Mawar Rt 06/07 No: 60 Ciputat (belakang pom bensin yang di depan Mega Mall). Maaf dide base kite. Terima kasih.


    1. Untuk Nakanda Tarmizi putra H,Ahmad Syawal bin Mahrum dari Pinang Belarik, Terima kasih telah mampir di blog kami ini.
      Sampaikan Salamku kepada H Ahmad Syawal.
      Semoga kita masih diberikan kesehatan agar dapat bersilaturahmi kembali..

  12. Umay Says:

    Makaseh sblmny empay pcak crte pinang belarek…mak mne cerite asl mule puyang keriteng ngan puyang keramat seberang lematang…kne aqhu mseh k turonan jme sne ple..

  13. Sis Manto Says:

    Assalamualaikum, kenalka sebelumnye,aku jeme pinang belarik asli, aku Sismanto bin Rahman adi ninengku M.Yusuf bin H.Mahmud, Mungkin aku mantau Puyang Mohon maaf kalu salah, kebile belanju ke dusun..? sekalian nginjuk pencerahan/semangat ngah kami2 di dusun ni. salam dari kami d dusun.

    1. indra Says:

      Au kebile kina kan belanju…….. Hehehhehhheee………. Merdeka

  14. ra.berlian Says:

    Aku pernah dengar cerite san di ninengku; bahwa die ade hubungan dengan puyang sigar dan bigar dari pinang belarik, yang menurunkan pangeran dipati nang angen di kikim dusun pagar jati


  15. Assalamu’alaikum.. SubhanaAlloh.. Mohon maaf.. Ning! Kami baru paham dari keluarga Puyang Handarun di Muara Enim tentang Nining sebenarnya.. Alhamdulillah..


  16. aku na pcak pyang2 nineng2 mamang2 bibek2..
    Mseh ade ye tggl dping blarek keluargenye..trus sape namenye ..aq ne jeme pinang belarek dalam..mhon jawbannye aq pnasrn..na btemu mungken dk ka knal…

  17. Jauhari Says:

    Assalamualaikm..
    Aku jauhari bin djunaidi bin djemain bin H.abdul manan.
    Subhanalah..
    Apa kabar nek H.ABBAS..?
    Sehatkan..?

  18. andi Says:

    assalamualaikum…nining abbas akuni cucung kisah di merinim,aku salut tentang perjuangan kamu dari kecik sampai jadi jeme bename dide lupe nga asal,do’a cucung semoga Allah slalu memberi rahmat dan berkah umur panjang pade nining….amin

  19. Darmadi bin nangyu Says:

    Asslmkm wr,wb.
    Neng kire2 memane cerite atau asal usul puyang singalayang soalnye kudengau2 kami ne keturonan puyang singalayang ?
    Terimekaseh.

  20. Al Mahdi Says:

    Assalammualaikum
    Nineng2, Puyang2…
    Nameku AL Mahdi Bin Ahmad Salim Bin Sehasan Bin Abd. Muthalib
    Endongku jeme Jamas (Ujan Mas Lama) Inur Haya Binti Uspan Bin H.Hamdan
    Menahi aku lah merantau ke Betung daerah Aliran Musi jalan arah ke Jambi. Endong bapang ku msh idup gale..kalu nineng2 ku lah ninggal gale…
    Humah kami dulu di ilew…amun menahi dibelakang SD Pinang Belarik.
    Menahi humah kami di kampung 1 name nye Kindau Jaya.
    Kalu ade waktu singgah…
    Pin BB ; 25ECF6AB

  21. afwan Says:

    Informasinya sangat akurat.saya cucug H.AKIB,H.MALIK,H.ARSYAD

  22. Robet andika Says:

    Aku dd setuju nga asal usul dsun pinang belarek te di tules di pucok td…..
    Kurang pas nga asal usul ye sebenarnye..:)

  23. Diandri Kusuma Agus Says:

    Assalamu’alaikum.. Semoga Mang Abbas sekeluarga senantiasa sehat lahir batin dan sukses.. Aamiin! Saya adalah putra Alm. H. Budhi Agus Lematang bin Agusman. Bulan lalu saya mendapat kesempatan untuk veryfikasi pondok pesantren untuk masyarakat petani kawasan Masjid Demak dan Kudus di Jawa Tengah yang akan mendapat bantuan alat pengolahan hasil kelautan dan perikanan. Ada cerita yang menarik dari penyuluh sejarah di masjid masjid tersebut tentang hubungan saudara dari kerajaan islam demak yang menyeberang ke palembang, untuk menghindari saudara yang berkepanjangan di kerajaan tersebut. Mungkin Mang Abbas bisa kasih penjelasan hubungannya dengan family di kawasan Palembang. Terimakasih. Wassalam Wr.Wb..

  24. Diandri Kusuma Agus Says:

    Mohon maafkan saya Mang Abbas.. maksudnya itu perang saudara di kerajaan demak yang berkepanjangan. Dan saya cuma hafal nama yang keatas itu adalah Alm. Ayahanda H. Budhi Agus Lematang bin Agusman bin Djenambang bin Tandjak bin Srijawe…… bin Sariman alias Dipati Djipang. Terimakasih.

  25. Vera Says:

    Aku jeme pinang belarik,tap aku jg tinggal di arahan,parak mane huma kape ninek dulu,,?aku banyak keluarge disane.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s