VII.KEGIATAN DI BIDANG DAKWAH DAN AGAMA

      

Bapak dan Mama Ikhrom

             1.Kegiatan dibidang Agama dan dakwah ini telah kurintis semenjak aku menjadi Kepala Kantor Pos Lahat, dan aku mengajar di SP IAIN dan Asisten Dosen di IAIN Raden Fatah  Palembang Cabang Lahat. Kalau ada mahasiswa baru diterima di IAIN atau SP IAIN aku selalu diminta untuk memberi ceramah pembekalan baik dibidang umum maupun ke-Agamaan.

          Tetapi sebelum itu aku telah memperdalam Ilmu agama semasa aku masih di Sungai gerong,. Aku aktif dan giat mengaji dan mengikuti pengajian dan ceramah dari K.H.Masykur Azhari dan lain-lain Da’i dari Muhammadiyah Palembang. Juga aku memperdalam Ilmu agama pada waktu aku Kuliah Universitas Fatahillah di Palembang dan juga aku memperdalam ilmu agama melalui buku-buku bacaan yang bermutu yang dikarang oleh para ulama yang kenamaan seperti buku yang dikarang oleh Imam Al Gazali, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnu Qayyim, Imam An Nawawi dan sebagainya..

          Pengajian di Sungai Gerong dilakukan setiap pekan dirumah-rumah para Jamaah sebelum adanya Masjid di Kampung Baru Sungai gerong. Setelah ada Masjid di Kampung Baru Sungai gerong maka pengajian pekanan dilakukan di Masjid , tetapi para da’i biasanya sholat maghrib dirumah salah seorang dari peserta pengajian dan makan malam drumah tersebut, semua itu diatur oleh pengurus Pengajian.
         Disamping pengajian yang berbentuk ceramah dan Tanya jawab, kamipun mengundang guru untuk belajar membaca Al Qur’an secara baik dan benar sesuai dengan tajwidnya.

      2.Ketika aku di Lahat. Disamping sebagai penceramah dan khotbah kami pun mengadakan pengajian mingguan di Kantor secara tetap. Ustadnya kami ambilkan dari berbagai pihak , baik dikalangan organisasi, perguruan  maupun dari Kantor Urusan Agama setempat. Dikota inilah aku menyelesaikan Sarjana Muda Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam negeri [ IAIN] Raden Fathah. Disamping memberikan ceramah pada mahasiswa baru, juga mengajar di Sekolah Persiapan IAIN dan di IAIN sendiri.

       3.Ketika aku berada di Palembang kegiatan keagamaan yang kulakukan tidak banyak berbeda dengan keadaan di Lahat, dimana kalau dikantor selalu diadakan pengajian, Juga di Universitas yang kumasukipun ikut memperdalam soal ke-agamaan ini. Aku juga diminta untuk mengisi Khutbah Jum’at di Masjid Cipto dalam Palembang, yang kebetulan dekat rumah. Aku juga menjadi Bendahara pembangunan Masjid di Cipto tersebut.

       4.Ketika aku dipindahkan ke Bandung. aku terus mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan keagamaan disamping kuliah di Universitas pada sore hari, aku banyak membaca buku-buku keagamaan.  Oleh sebab itulah aku mempunyai koleksi buku-buku keagamaan yang cukup lengkap. Aku sering diminta untuk memberi ceramah dan khotbah secara rutin di beberapa Mesjid di Bandung ini. Seperti di Masjid Al Mua’malah sejak masjid ini berdiri tahun 1990  sampai sekarang. Juga di Masjid Pusdiklatpos di Sarijadi, di Masjid Kantor Pusat Perum Pos dan Giro jalan Banda, Masjid Ad Darul Rahmah, masjid di komplek Margahayu Raya Bandung. Dan mengisi ceramah diberbagai tempat baik di pengajian Perhajipos maupun pengajian di Keluarga Kabupaten Lahat dll.

         Aku mempunyai koleksi Kitab-kitab Tafsir antara lain Kitab Tafsir Ibnu Katsier lengkap; Tafsir Jalalin; Tafsir Al Maraghi; Tafsir Al Bayan ; Tafsir dari Departemen Agama lengkap; tafsir Hasbi As Shiddieqi; Tafsir Ibnu Qayyim; Tafsir Yusuf Ali; Tafsir An Nur; TafsirFi Zhilalil Qur’an dari Sayyid Quthub dan lain-lain.

         Begitu pula dengan buku hadits disamping Hadits Buhari dan Muslim banyak buku-buku hadits lainnya yang kumiliki ; baik secara penuh maupun yang diambil yang pentingnya saja seperti Al Lu’lu’ wal Marjan [ Himpunan hadits shahih oleh Bukhari dan Muslim;  Al Jami’us shagher oleh Immam Jaluluddin As Sayuti; Riyadush Shalihin dari Imam Nawawi; Hadits Arbain dll.

         Begitu pula dengan Kitab-kitab Fikih dari 5 mashab; seperti  Kitab fikih Al Muwwatha’ dari Imam Malik; Al Um dari Imam Syafe’I ; Naulul Authar dari Asy Syaukani; Subulus Salam dari Imam As Shon ‘Ani. Bidayatul Mujtahid dari Ibnu Roose; Fikih Sunnah dari Sayyid Sabiq; Kifayatul Akhyar dari Al Imam Taqiyuddin Abubakar Al Husaini; Fikih Empat Mashab; Fikih Lima Mazhab dan sebagainya.

          Akupun mengkoleksi buku-buku keagamaan lebih dari limaratus buku; dari Kitab-kitab Tafsir, Kitab-kitab hadits dan Kitab-kitab fikih diatas itulah aku menyusun materi bahan ceramah dan dakwah serta khutbah. Jarang sekali aku mengutip Khutbah dari buku Khutbah orang lain, aku sendiri menyusun dari berbagai sumber bacaan ku.

       5.Sebagian besar khutbah-khutbah yang pernah kuberikan kucatat pada Lap Top ini dan dengan judul sendiri-sendiri agar mudah aku mengambilnya kembali apabila kubutuhkan atau untuk di print. Maksud hati nantinya thema-thema tersebut akan kujilid 
dan kubuat per judul hingga bagi mereka yang ingin mengambilnya sebagai bahan ceramah atau khutbah akan mudah kerena tersusun tiap materi

        6. Akupun telah menyusun bahan ceramah atau khutbah pada “Buletin Perhaji Pos “ sebanyak dua ratus nomor, tiap jum’at diterbitkan. Dan bulletin itu banyak kusebarkan juga sampai ke Sumatera.

        7.Ketika di Semarang.Waktu aku menjadi Kepala Daerah Pos dan Giro II Semarang, aku sering memberi ceramah baik di Kantor maupun di luar, serta menjadi Khatib di Mesjid Bustanul Iman di Genuk Sari Semarang dan termasuk juga Khutbah Hari Raya Idul Fitri dan Idhul Adha.

      8.Pada waktu pensiun. Kegiatanku dibidang keagamaan lebih kutingkatkan lagi, baik sebagai pengurus perkumpulan organisasi keagamaan maupun memberi ceramah dan khutbah  serta menulis beberapa judul buku seperti :

.  9.JUDUL KHUTBAH DAN CERAMAH YANG PERNAH KUBERIKAN SBB:

Dakwah

                    A.Kutbah di Masjid Al Mu’amalah. Jalan Sekejati II no 27 A.

1.Akhlak bermasyarakat. 1.
2.Hak Dan Kewajiban Seorang Muslim Dan Tetangga’3.   
3.Manusia Itu Seluruhnya Celaka”4.
12.Setiap orang akan merugi kecuali.
4. Melestarikan Buah Ramadhan. 6.
5.                 -----idem------                9.
6.                 ----idem.------                10.
7. Islam Aqiedah dan Toleransi. 11.
8.                 ----idem------               14.
9. Yang Perlu Diperhatikan Dlm Melaksanakan Ibadah Puasa. 16.
10. Mawas Diri . 17.
11.Islam Adalah Agama Tauhid. 19.
13.Rahmat dan Ampunan Allah. 22.
14.Meraih keutamaan Bulan Ramadhan. 25.
15.Hijrah dan Khotbah pertama. 27.
16.Muhasabah [Introspeksi diri].. 29.
17.Mensyukuri Nikmat Umur. 30.
18.Dasar pemahamn tentang Islam. 32.
19Mi’raj Shalat dan Attahiyat. 35.
20.Nasehat seorang Guru.37.
21.Usaha untuk membersihkan Hati. 39.
22.Rahmat dan Amal shaleh. 41.
23.        ——idem——             44.
24.Akhlakul karimah Hasil Ibadah Puasa. 45.
25              ——–idem———                         47.
26.Menyambut Tahun Baru Hijriyah.[Khotbah di Al Mu’amalah]. 49
27. Keutamaan Bulan Dzulhijjah. 51.
28.Keluwesan dalam berdakwa dan keluwesan dalam sikap hidup.53.
29.Mempersiapkan hari Esok yang lebih baik. 56.
30.Menggapai Kebahagian hidup Dunia dan akherat. 60.

                      “KHUTBAH DI MASJID AL MU’AMALAH” – 2.

1.Ibadah dalam Islam membentuk akhlak yg mulia. 1.
2.Melestarian Buah Ramadhan. Khutbah di Al Mu’amalah
3.Meraih Keutamaan bulan ZulHijjah. Khutbah 23-01-04]
4.Al Birru atau kebajikan. 4. [Khutbah tgl   02-12-05]
5.Menyambuit Tahun Baru Hijriyah 1427.  [Khutbah tgl 03-01-06].
6.Dialoog antara Hatim al Ashom dengan Asy syubki. 6. [Khutbah tgl   02-06-06]
7.Mengejar kehidupan yang baik.[Khutbah 07-07-06]
8. Mensyukuri nikmat Umur. [Khutbah tgl 01-12-06]
9.Tazkirah, Muhasabah dan Tausyiah [Khutbah 26-01-07]
10.Husnul Khotimah.
11.Isra’ Mi’raj Mu’jizat Gaib dan  yang paling agung.
12.Memanfaatkan waktu untuk kepentingan dunia dan akherat..
13. 9 Wasiat Rasulullah Saw agar hidup bahagia. [Khutbah tgl
14.Keutamaan bulan Zulhijjah.
15. Risalah dan Tugas Nabi Saw.

                    B.” KHOTBAH DI POSINDO DAN PUSDIKLATPOS BANDUNG.”

1.Sabar dan Tawakkal. Pusdiklatpos 04-09-98.
2.Amanah.Pusdiklatpos 11-06-1999.
3.Menyambut Tahun Baru Hijriyah. 16-04-1999.                                                 Hal.1
4.Ke-agungan Hari Jum’at. 15-10-1999.                                                                Hal 3.
3.Al Qur’an Ilmu dan Pendidikan. 14-04-2000.                                                    Hal.6
4.Hakim dan Keadilan. 24-10-2000.                                                                       Hal.9.
5.Sepuluh perintah dalam Al Qur’an. 06-04-2001.
6.Rahmat dan Ampunan Allah Dambaan setiap Muslim. 19-10-2001.
7.Manfaatkan Waktu untuk kepentingan dunia dan akherat. 05-04-2002.
8.Usaha untuk membersihkan dan menyehatkan hati.18-10-2002.
9.Islam Agidah dan Toleransi. 04-04- 2003.
10.Memanfaatkan bulan Ramadhan. 17-10-03.
11.Hijrah Rasul dan Khotbah pertama. 30-04-2004.
12.Keagungan Muhammad Saw dan Risalah-nya.06-05-2005.
13.  Tazkirah, Muhasabah dan Tausyiah. ***Utama. Posindo 19-01-07.

          C.KHOTBAH DI MASJID AD DARUL ROHMAH SEKEJATI”

1.Rahmat dan amal sholeh. Hal.1.          Sep 2004.
2.Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1426 Hal. 3.           4 Maret 2005.
3.Dasar Pemahaman tentang Islam. Hal.6         29 Juli 05.
4.Tazkirah, Muhasabah dan Tausyiah. Hal 11.              3 Maret 06.
5.Resume.Tazkirah, Muhasabah dan Tausyiah. Hal 13.

           .   D. CERAMAH DI BEBERAPA TEMPAT.

1.Dasar-dasar pemahaman tentang Islam. 1.[Materi cermah di Dapenpos]
2.Bebrapa Nasehat dari Al Qur’an, Hadits dan para Ulama. 14.
3.Hadits-hadits yang mengandung nasehat dan Hikmah. 25.
4.Tadzkirah, muhasabah dan tausyiah.28.{ceramah di Perhaji Pos 21-02-06, ceramah ke IV.]
5.Keagungan Muhammad Saw..[Ceramah di Perhajipos Margahayu raya 10-04-06.]

 

6.Resume Keagungan Muhammad Saw di dunia dan akherat..48.
7.DOA PERNIKAHAN ANAK Zubaidi dan do’a keberangkatan jamaah calon Haji.
8.Tauziyah menjelang keberangkatan haji.[Dirumah Pak Kardono]

                                                  E.CERAMAH BULAN   RAMADHAN

1. Puasa dan sejaranya. [1-2]
2. Keutamaan puasa bulan Ramadhan. [2-8]
3.“Khotbah Rasulullah Menjelang Ramadhan. [ 8-10].
4. Menyambut Ramadhan Dan Amalan Dalam Bulan Itu. [10-11].
5.“Hal-Hal Dikerjakan Rasulullah Saw Ketika Ibadah Puasa”[ 12-14].
6. Puasa Dan Sejaranya.[ 14-16 ].
7. “Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Berpuasa” [16-20].  
8.“Romadhan Adalah Bulan Yang Barakah”[20-26]. VIII-a.
9. “Puasa Adalah Sarana Untuk Membrsihkan Diri”[27-35].IX- a s/d IX e.
10.Menghormati Bulan Ramadhan Dan Caranya. [35]
11. Hasil dari Ibadah Puasa. [36].
12.Memanfaatkan bulan ramadhan. [36-44].   XII. a s/d XII c.
13.“Ramadhan Keutamaan Dan Keistimewaannya”. [44-49]
14.Qiyamul Lail di Bulan Ramadhan.[ 49-67]. XIV.a s/d XIV.d].
15.Sepuluh akhir Ramadhan. [67-71]. XV.a
15a.Sepuluh akhir Ramadhan.
16.”Keutamaan Lailatul Qodar”.[71-75].
17.“Shalat Hari Raya Idul Fitri. [75-79.].
18.Yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan Ibadah Puasa. 79.
19.Memanfaatkan Keutamaan Bulan Ramadhan. 81.
20.Romadhan adalah bulan untuk membersihkan diri. 83.
21.Rahmat dan Ampunan Allah. 85.
22Ampunan Allah. 87.
23.Silaturahmi dan saling memaafkan. 90.
24.Silaturahmi dan saling memaafkan. 93.   
25.Amal dan pahala.
26.Kikir dan shodaqoh.
27.Sholat-sholat sunnah.
28.Sholat Dhuha.
29.Do’a dan keutamaannya.
30.Taubat dan ampunan Allah.
31.Cara bertobat Nasuha.
32.Khutbah Idul Fitri 1409. Di Masjid Bustanul Iman Semarang.
 27-05-1989.
                
  F. Ceramah di Masjid Al Mu’amalah Bandung.

1.Romadhan bulan yang istimewa. 1.
2.Memuliakan Bulan Ramadhan.5.
3.Ramadhan bulan untuk bertobat dan bermunajat, 8.
4.Shalat Hajat dan Tatacara Memohon. 11.
5.Keutamaan Lailatul Qodar. 14.
6.Keutamaan Al Qur’an. 16.
7.Nasehat Rasulullah Saw kepada Abu Dzaar Al Gifari. 19.

                   G.“CERMAH DI HIMPUNAN WARGA KABUPATEN LAHAT.”

1.“Manusia Itu Seluruhnya Celaka”[1-3 1-
2.“Memanfaatkan Ke-Utamaan Bulan Ramadhan “[3-5 ].
3.”Rahmat dan amal sholeh”[ 5—7].
4.“Rahmat Allah Dambaan Setiap Muslim.[7-11].
5.Ampunan Allah. [11-13].
6.Silaturahmi dan Saling memaafkan. [13-14].
7.Saling Memaafkan. [14-15].
8.Silaturahmi dan Saling memaafkan. [15-18].
9.Silaturahmi dan Saling Memaafkan. [18-20].
10.Ziarah dan tempat-tempat bersejarah di Madinah. [20-25].
11.Ibadah Haji adalah karunia dan nikmat dari Allah. 26.
12.Resume Ibadah Haji  karunia dan nikmat Allah. 28.
13.Intisari Tempat-tempat bersejarah di Saudi Arabiyah. 29.
14.Tafsir ayat-ayat Haji. 35.
15.Aqiqah. 37
16.Khitan.39.
17.Ibadah dalam Islam membentuk Budi[ karakter]. 44.
18.Sebab-sebab Allah mengangkat derajat seseorang.48.

 

          H.  KUMPULAN CERAMAH DAN KHOTBAH.

1.Hak dan kewajiban seseorang.1.
2.Lidah dan pergaulan hidup. 4.
3.Nasehat untuk Remaja Putri.[I]. 8.
4.Nasehat untuk remaja Putri [II]. 9.
5.Sadarilah Dirimu sendiri.[Mawas diri] 11.
6.Manusia seluruhnya celaka.14.
7.Resume Manusia seluruhnya rugi kecuali. 17.
8.Hisablah dirimu sebelum ajal tiba. 18.
9.Segeralah menuju Ampunan allah.20.
10.Kikir dan Dermawan. 22.
10.Niat, Amal dan Ikhlas. 20.
11.Manusia makhluk utama. 25.
12.Menyambut Tahun Baru Hijriyah. 25.
13.Masjid Pertama dan Khutbah Pertama. 27.
14.Perbaharuilah Niat dan I’tiqod. 29.
15.Hisablah dirimu sebelum ajal tiba. 33.
17.20 Dasar dalam Pemahaman Islam. 36.
18.Ijtihad Ulama dan Pertanyaan yang berlebihan. 36.
19.Tsaqofah Da’iyah [Wawasan Intelektual seorang da’i. 41.
20.Unsur penting yang harus dimiliki seorang da’i. 47.
21.Keluwesan Dalam Berdakwah. 52.
22.Perpecahan Ummat dan sebab-sebabnya.53.
23.Islam Agama Andalan Ummat.54.
                                                                             XX22.Nasihat Hatim bin Ashom. 55.
                                                                             Dipindahkan ke Khutbah di Almu’amalah –2.
23.Ceramah pada Pembukaan Pengajian Ibu-ibu di Masjid Al Mu’amalah.53.
24.Tentang Zakat, Infaq dan Shodakoh. 60.
                                                                             XX25.Mengejar kehidupan yang baik. 63.
                                                                             Dipindahkan ke Khutbah di Al Mua’amalah -2  
26.Landasan kehidupan dan perjuangan. 65.
                                                                            xx.27.Tentang Al Birru [kebajikan]. 63
                                                                            Dipindahkan ke- Khutbah di Al Muamalah –2.
28.Kebajikan terhadap sesama manusia. 64.
                                                             XX29..9 Wasiat Rasulullah Saw Agar Hidup Bahagia.71.
                                                                             Dipindahkan ke Khutbah di Al Mu’amalah –2.
30.Ibadah dalam Islam membentuk akhlakul karimah [mulia].
31.Hablum Minallaah  wa hablum minan naasu. 77.
32.Mensyukuri Nikmat umur dan Memanfaatkan umur.           

  I. “  MATERI- MATERI UNTUK KHUTBAH ATAU CERAMAH.

1.Tentang Iman dan Hakekat Iman. 1.
2.Ciri-ciri Orang Beriman [mukmin] 2.
3.Tanda-tanda ketaqwaan dikaitkan dengan Aqiedah. 4.
4.Nasehat Rasulullah Saw kepada Abu Dzaar. 5.
5.Falsafah Hidup manusia. 6.
6.Pandangan Hatim Al ASHOM.6.
7.Tentang Zuhud. 7.
8.Ibrahim bin Adham dan Nasehatnya.8
9.Beberapa Istilah 9.
10.Perbuatan sunnah yang dianjurkan setiap kali.12.
                                                                                         XX-11.Tentang Surat Al Baqarah ayat terakhir.13.
                                                                                                   [dipindahkan ke judul Turunnya Al Qur’an].
12.Tentang ke Zaliman.13.
                                                                                         XX-13.Hikayat Tamsil dan peringatan. 14.
                                                                                                     [Dipindahkan ke Judul Hikayat dll]
14.Cara membersihakna diri dan mensucikannya. 15.
15.Agama adalah Nasehat. 16.
15.Setelah melakukan maksiat susullah dengan kebaikan. 16.
17. Aqidah Islamiyah [Dienul Islam]. 17.
                                                                                         XX-18.Tentang Al Qur’an.
                                                                                                 [Dipindahkan ke Judul Turunnya Al Qur’an]
19.Tentang Rezki dan berusaha.18.
20.Penghuni Neraka yang terbanyak adalah Wanita. 19.
21.Yang dibenci oleh Allah. serta yang dicintainya. 19.
                                                                                        XX-22.Bacaan Amiin dan Al Fatihah dalam sholat.
                                                                                                    [Dipindahkan ke judul Tentang sholat].
                                                                                        XX-23.Siapakah Ulama itu?.
                                                                                                   [Dipindahkan ke judul Tentang Ulama].
24.Qodho dan Qadar. 22.
25.Riwayat Hidup Prof Dr.Mutawalli asy sya’rawi. 22.
26.Cara menggunakan Harta menurut Syari’at.22.
27.Memantapkan Ibadah sendiri terlebih dahulu. 23.
                                                                                         XX-28.Keutamaan shalat dhuha.24.
                                                                                               [Dipindahkan ke judul sholat Sunnah]
                                                                                         XX-29.Pengobatan dengan do,a dan dzikir. 25.
                                                                                     [Dipindahkan ke Pengobatan dengan do’a dan dzikir].
30.Hutang dan alam Qubur. 26.
31Jangan melupakan Allah karena Harta dan anak. 26.
32.Tiada dosa yang tidak bisa diampuni Allah.26.
                                                                                        XX33.Tentang Ilmu.
                                                                                        [Dipindahkan ke Tentang Ilmu dan Amal]
34.Mendapat manfaat dari orang lain.28.
35.Ummatku tidak akan bersepakat dalam kesesatan.30.
36.Tentang sabar. 31.
37.Orang yang tidak akan diperhatikan Allah 35.
38.Sifat yang disenangi oleh Allah. 35.
39.Syarat bagi yang mau melaksankan amar makruf 36.
40.Maimun bin Mahram berkata. 36.
41.Berbuat baik terhadap yang bernyawa adalah pahala.37.
42.Setiap perbuatan baik adalah shodaqoh dan mendapat pahala. .
43.Niat berbuat baik adalah pahala..
44.Tentang Amal perbuatan dan pahalanya.38.
45.Amal ihsan penangkal azab Allah.38

 

46.Bekerja dan jangan meminta-minta.37.
47.Tentang Nikmat.37.
48.Hormatilah sahabat Rasul.39.
49.Sekala pririoritas dalam perbuatan.39.
50.Tentang asal usul Tahiyat. 40
51.Tentang Ibrahim bin Adham.41.
52.Abdur Rahman al Jauzi.43.
53.Suatu kaum tidak akan sukses bila dipimpin perempuan. 45.
54.Kepemimpinan perempuan.45.
55Perkara Taqlid dalam Hukum amaliyah 46.
56.Inovasi baru dalam beragama, bolehkah?. 47.
57.Ijtihad dari Masa kemasa. 48
58.Tentang Fatwa. 50.
59.Abdurahman Al Jauzy.52.
60.Abu Bakar Asy Syibli. 53.
XX-61.Resume Manusia dalam keadaan celaka. 53.
                                                                                                  [Dipindahkan ke Singkatan Materi ceramah no 22.
                                                                                             XX-62.Resume.Menuju Ampunan Allah.55.
                                                                                                 [Dipindahkan ke Singkatan Materi Ceramah no 23]
63.Do’a khutbah dll.56.
                                                                                            XX-64. Nesehat ;Al Qur’an; sunnah serta dari Ulama.
                                                                                               [Dipindahkan:ke Ceramah diberbagai tempat.]
65.Isra’ dan Mi’raj Nabi Saw. 66.[Thematik lengkap].
66.Taat dan maksiat. Abul Laits Assaamarqandi.76
67.Orang-orang yang akan mendapat perlindung  di yaumal mahsyar.71.                             
68.Tentang waktu-waktu yang utama.71.
69.Keutamaan surat-surat  Yasin, Ar Rahman, Al Waqi’ah dan Al Mulk. 72
70.Tentang manusia yang tertua didunia.

                 J. “PERHAJI POSMATERI CERAMAH.”

1.Tuntutlah ilmu dari siapa saja bagian I. 1.
2.Resume: Tuntutlah Ilmu dari siapa saja  bag I. 6
3.Tuntutlah Ilmu dari siapa saja bag.II. 8.
4.Memanfaatkan keutamaan Ramadhan. 9’
5.Muhasabah [Introspeksi diri] 26.
1]Semua manusia rugi dan celaka. 26.
2].Siapkan bekal untuk hari esokmu. 28.
3].Jangan lala mengingat Allah karena harta dan anak. 28.
4].Orang yang dizalimi merampas amal kita.29
5].Orang meninggal mendapat manfaat dari orang yang hidup.30.
6.Resume Introspeksi diri. 33.
7.Fikih  sholat safar, jama’ jenazah dll.33.
8.Beberapa nesehat dari Al Qur’an; Sunnah, Sahabat dan Ulama.71.

               K.PERINGATAN  HARI-HARI BESAR   ISLAM’   

1.PERINGATAN MAULID NABI. 1.
2.Muhammad Saw Suri Tuladan Yang Agung.4.
3.Risalah dan Keagungan Muhammad menurut non Muslim.8.
4.ISRA’ DAN MI’RAJ .11.
5.Sikap Manusia dalam menerima berita Isra’ dan Mi’raj.14.
6.ISRA’ DAN MI’RAJ NABI. 17,
7.Siksa dan pahala yang diperlihatkan pada waktu Mi’raj. 19
8.Mi’raj , Shalat dan Attahiyyat. 21.
9.Kewajiban Shalat diperintahkan pada waktu Mi’raj. 25.
                                                                          XX.10.TURUNYA AL QUR’AN adalah Peristiwa Besar. 27.
                                                                           [DIPINDAHKAN ke “Turunnya Al Qur’an]
                                                                           XX.11.Fungsi Al Qur’an. 29.
                                                                           [ DIPINDAHKAN ke “Turunnya Al Qur’an]
                                                                          XX.12.Keutamaan Al Qur’an. 30.
                                                                         [DIPINDAHKAN ke “Turunnya Al Qur’an]
13.QURBAN DAN HIKMAHNYA. 32.
14.Surat Al Kautsar 33.
15.Tentang hal ikhwal Qurban. 33.
16.Menyembelih qurban untuk taqarub kepada Allah 36.
17. AQIEQAH DAN KEUTAMAANNYA 38.
                                                                           XX18. WAJIB HAJI. 40.
                                                                           [dipindahkan ke: Tentang Ibadah Haji dan Umroh no 5].
19. Beberapa hal berkenaan dengan shalat Ied. 42.
                                                                           XX 20. Al Hajju Arafah 46.
                                                                            [pindah ke : Tentang Haji dan Umroh no 2].
21.Meraih keutamaan bulan Dzul Hijjah. 48.
                                                                      XX.22. Sai Antara Shafa dan Marwa.. 52.
                                                                     [Dipindahkan ke : Tentang Haji dan Umroh: no 3].
                                                                      XX.23.Ibada Hajji nikmat dan rahmat Allah. 54.
                                                                       [ Dipindahkan Haji dan umroh no 4].
24.TAHUN BARU HIJRAH. 58.
25.Hakikat Hijrah. 60.
26.Menyambut Tahun baru Hijriyah. 62.
27.Bulan Asyura Tahun Baru Islam. 63.
28.Resume Tahun Baru Hijriyah.66.
29.Isra’ dan Mi’raj.[Thematik lengkap]79.                
                                            

                        L. TENTANG AL QUR’AN.

1.Fungsi Al Qur’an dan Syariat Hukum yang diaturnya.[1-4.]
2.Fungsi Al Qur’an sebagai Wahyu Ilahi.5
2a.Resume Fungsi Al Qur’an dan Kandungannya.
3.Turunnya Al Qur’an.9.
a.Pendahuluan.9.
b.Cara memperingati turunnya Al Qur’an.10.
c.Perubahan dan perbaikan yang dimuat dalam al Qur’an.11
d.Wahyu yang terakhir..12.
3a.Turunnya Al Qur’an.
4. Keutamaan Al Qur’an. [11-14].
5.Keagungan beberapa ayat dalam Al Qur’an. [14-20]
6.Al Qur’an dan Pewarisnya. [20-21].
7.Turunnya Al Qur’an. 25.
8.Al Qur’an dan Pendidikan.26.
9.Tentang 2 ayat terakhir surat Al Baqarah.35.

                 M.Beberapa judul Tulisanku yang telah kuselesaikan.

1.Akhlak & Syariat Islam.
2.Amila Yasiron wa Ujro Katsiron.
3.Manusia itu semuanya celaka.
4.Bermimpi melihat Nabi Muhammad itu merupakan suatu kebenaran.
5.Buletin Perhaji Pos.
6.Do’a-do’a tertentu.
7.Tentang Sholat dan sholat Sunnah.
7a.Hikayat Tamsil dan Peringatan.
8.Ibadah Haji, Umroh dan Ziarah.
9.Istiqomah, Qona’ah, Wara’dan tadaru’
10.Jihad.
11.Keimanan dan Ketaqwaan.
12.Keistimewaan Ummat Muhammad Saw.
13.Keistimewaan dan Ke-Agungan Muhammad Saw.
14.Kezaliman dan bahayanya.
15.Makkah Al Mukarramah dan sekitarnya.
16.Membersihkan dan mensucikan diri.
17.Mengambil pahala waktu ta’ziyah.
18.Pengobatan dengan do’a dan Zikir.
19.Romadhan keutamaan dan keistimewaannya,
20.Shalat- Shalat Sunnah.
21.Shalawat, Zikir dan Do’a.
22.Silaturahmi dan saling memaafkan.
23.Sunnah dan Bid’ah menurut pandangan Ulama.
24.Syukur, Nikmat dan Zikir.
25.Tentang Ibadah Haji dan Umroh.
26.Tentang Ilmu dan Amal.
27.Tentang Ulama.
28.Tentang Al Qur’an dan Lailatul Qodr.
29.Tentang Sholat dan yang berkaitan dengan itu.

               Tulisan-tulisan tersebut diatas telah kumuat dalam LT ini, jadi bila ingin membacanya tinggal membuka saja  pada judul yang bertalian.

                                         
                     

———————–***———————

 

5 Responses to “Bab VII Dakwah”

  1. zontrisman Says:

    keistimewaan umat muhammad


  2. 16.Untuk ananda Zontrisman.
    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Terimakasih atas tanggapan Anda pada Website Kertamuda, semoga kita semua selalu
    berada dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Mudah-mudahan Website Kertamuda ini dapat dijadikan
    salah satu media untuk bersilaturahmi dan saling bertukar informasi disegala bidang.
    Khusus tentang keistimewaan “Ummat Muhammad” kujelaskan antara lain dalah sbb:

    I.“KEISTIMEWAAN UMMAT NABI MUHAMMAD SAW DI DUNIA.”
    [I]
    Oleh : Kertamuda.
    Allah telah memberikan keistimewaan kepada Ummat Nabi Muhammad di dunia maupun di akherat, baik berupa kenikmatan-kenikmatan yang agung maupun berupa karunia-karunia yang besar. Sebenarnya nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepada ummat Muhammad itu merupakan penghormatan dari Allah atas Nabi Muhammad Saw . Kalau ummat itu tidak mengikutinya, niscaya kenikmatan dan karunia itu tidak akan di berikan-Nya. Pada uraian berikut ini akan dijelaskan beberapa saja dari keistimewaan yang diberikan Allah kepada ummat Muhammad Saw di dunia.

    1. Ummat Nabi Muhammad dijadikan ummat terbaik.
    Allah Swt berfirman: “ Kuntum khaira ummmatin ukhrijat lin naasi ta’ muruhum bil ma’ruufi wa tanhauna ‘anil munkari wa tu’minuuna billaahi…”= Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan berimanlah kepada Allah…”.[ Ali Imran 3:110].
    Diriwayatkan dari Bahz bin Hakim , dari ayahnya dan dari kakeknya bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda ketika menjelaskan ayat ini:” Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia”. .Sesungguhnya kalian penggenap ummat hingga menjadi tujuh puluh ummat, dan kalianlah ummat yang paling baik dan paling mulia dalam pandangan Allah”. …Dalam redaksi yang lain disebutkan, “ Kalian adalah ummat yang paling tinggi dan paling mulia dalam pandangan allah Swt”.[ HR. Ahmad dan Tirmidzi, Al Hakim, Ibnu Majah dan Ad Darimi]

    2. Seluruh permukaan bumi dijadikan tempat sholat dan tanah bisa mensucikan. – Salah satu keistimewaan yang dberikan Allah kepada ummat Muhammad Saw adalah bahwa “ bumi adalah sebagai mesjid yang suci. Dimana saja seorang muslim akan melaksanaakan shalat , tetapi dia tidak menemukan air maka boleh bertayamum dan shalatnya sah. Di dalam hadits, Jabir r.a. menjelaskan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” …dan bumi dijadikan baik bagiku, yaitu suci dan sebagai mesjid[ tempat sholat]. Maka dimana tiba waktu shalat, orang muslim dapat melaksanakan shalat dimanapun dia berada..”.[ Muttafaq ‘alaih, Dr Ibrahim Mulaakhathir:82]. .
    Diriwayatkan dari Hudzifah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Kita dilebihkan atas ummat lainnya dengan tiga hal: shaf kita disamakan dengan shaf malaikat, seluruh bumi dijadikan sebagai mesjid untuk kita, dan tanah bumi ini dijadikan suci bagi kita tatkala tidak menemukan air…”[ H.R. Muslim]. Banyaak hadits-hadits lain yang menyatakan hal yang sejenis dengan ini seperti hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar; Imam Ahmad dan lain sebagainya.

    3. Ummat Muhammad Saw bisa tobat disebarang tempat.
    Diceritakan bahwa Nabi Adam A.s berkata bahwa:” Sesungguhnya Allah memberi kan empat macam kemulian kepada ummat Muhammad yang tidak Allah berikan kepada ku, yaitu:. Pertama : penerimaan tobatku di Makkah, sedangkan ummat Muham mad bisa tobat disebarang tempat. Kedua: Aku berpakaian ketika aku berdosa, kemu dian Allah menjadikan aku telanjang..Ketiga: Ketika aku berbuat dosa Allah memisah kan aku dengan isteriku, sedangkan ummat Muhammad yang berbuat dosa tidak Keempat:.Aku berbuat dosa di syurga,lalu Allah mengusirku dari syurga kedunia; Se- dangkan ummat Muhammad berbuat dosa di luar syurga, Allah tetap memasukkan mereka ke syurga apabila mereka bertobat. [ Nashib: 128; Tanbighul Ghoofiliina;D-N II-259].

    4. Ummat Muhammad diistimewakan dengan Hari Jum’at.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah kepada Ummat Muhammad Saw ialah Allah menunjukkan pada ummat Muhammad bahwa hari jum’at adalah hari yang paling baik di antara hari-hari lainnya dalam seminggu. Padahal Allah telah menyesatkan umat sebelumnya dari pengetahuannya tentang hari Jum’at. Abu Hurairah dan Hudzaifah r.a mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Allah menyesatkan ummat sebelumnya dari mengetahui ke-utamaan hari Jum’at. Maka Hari Sabtu diberikan kepada Yahudi dan Hari Minggu bagi Nasrani. Kemudian Allah membawa kita dan menunjukkan kita kepada Hari Jum’at.[H.R. Muslim].
    Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Kita adalah ummat yang terakhir di dunia dan ummat yang pertama di Hari Kiamat, padahal mereka diberi Al Kitab lebih dahulu daripada kita dan kita diberi Al Kitab setelah mereka. Hari Jum’at inilah yang ditetapkan kepada mereka, tetapi mereka memperselisihkannya. Lalu Allah menunjukkan kita kepada Hari Jum’at . Maka mereka menjadi pengikut kita pada hari Jum’at….”[ Dr Ibrahim Mulaa:84].
    Abu Hurairah meriwayatkan : bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Pada hari jum’at terdapat suatu saat yang tiada seorang muslim bertepatan dengan saat itu, berdiri dalam shalat kepada Allah dan memohon sesuatu kepada-Nya melainkan Dia memberinya”. Rasulullah berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan singkatnya waktu tersebut.[ Muttafaq ‘alaih, lafaz dari Bukhari-Ibid:85].

    5. Ummat Muhammad Saw diberi ke-istimewaan dengan “Lailatul Qadar”.
    Kepada Ummat Muhammad Allah memberikan “lailatul qadar” yang sebanding dengan seribu bulan yang pada bulan tersebut tidak ada lailatul qadar. Barangsiapa yang beribadah pada malam tersebut dengan keimanan dan karena Allah, maka Allah mengampuni semua dosanya yang terdahulu.
    Allah berfirman:” Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [Al Qur’an] pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu [penuh] kesejahteraan sapai terbit fajar”.[ Al Qadr: l-5].
    Abu Huhairah r.a berkata, bahwa Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa yang beriba dah pada laitul qadr dengan keimanan dan karena Allah, maka diampuni semua dosanya yang telah lalu”.[Muttafaq ‘alaih].

    6.Ummat Muhammad Saw diberi keistimewaan dengan adanya sholat Isya.
    Diceritakan oleh Abdullah bin Amru r.a., pada suatu malam mereka berdiam di mesjid untuk menunggu Rasulullah Saw guna melaksanakan shalat Isya’ akhir. Ketika sepertiga malam telah berlalu, kami tidak tahu apakah ada kesibukan dirumahnya, atau karena hal lain, barulah beliau muncul. Pada saat muncul beliau bersabda:” Sesung guhnya kalian menunggu sebuah shalat yang tidak ditunggu oleh pemeluk agam selain kalian….[ Muttafaq ‘alaih, dan lafaz bagi Muslim]
    Diriwayatkan oleh Abu Musa r.a bahwa Nabi Saw mengakhirkan shalat Isya sampai tengah malam, lalu beliau keluar dan shalat bersama para sahabat. Setelah selesai shalat, beliau bersabda kepada yang hadir,:” Pelan-pelanlah kalian, aku akan memberitahukan dan memberi kabar gembira kepada kalian, bahwa salah satu nikmat Allah yang diberikan kepada kalian adalah bahwa tidak ada seorangpun yang melaksanakan shalat pada saat ini selain kalian” Atau beliau bersabda: “Tidak ada seorangpun yang shalat pada saat ini kecuali kalian…[Muttafaq ‘alaih, lafaz dari Muslim; Ibid:92].
    Mu’adz r.a berkata bahwa Razsulullah Saw bersabda:” Akhirkanlah waktu shalat Isya’, karena sesungguhnya kalian dilebihkan dari seluruh ummat lain dengan shalat Isya ini dan ummat sebelum kalian tidak pernah melaksanakannya”.[ H.R.Ahmad dan Dawud]

    7. Hak Ummat Muhammad dari Tuhannya dijaga agar tidak berkurang.
    Para Ahli Kitab telah melampaui batas dan bertindak lancang, sehingga mereka berani menentang Allah Azza wa jalla. Mereka menyerukan bahwa Allah, memiliki anak,istri, dan sekutu serta menganggap Allah Swt itu fakir, sedangkan mereka kaya. Mereka juga menganggap kedua tangan Allah terbelenggu, padahal kedua tangan merekalah yang terbelenggu. Allah menjaga Ummat Muhammad Saw agar tidak terjerumus seperti ummat-ummat sebelumnya. Maka umat ini mensucikan Rab-Nya Azza wa Jalla dari sekutu, isteri, anak dan sebagainya.
    Allah Swt berfirman:” Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan,”Kami ini anak-anak Allah dan Kekasih-Nya”. Katakanlah!. Mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?.[Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasihnya]. Tetapi kamu adalah manusia [biasa] di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendakinya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan kepunyaan Allhlah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya. Dan kepada Allahlah kembali[segala sesuatu]”.[ Al Maa’idah:18].
    “ Laqad kafaral ladziina qaaluu ‘innal laaha huwal masiihubnu maryama”= .Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang berkata, Sesungguhnya Allah itu ialah Almasih putera Maryam[ Al Maa’idah:l7]. Salah satu keyakinan ummat Islam adalah bahwa :” Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.[ Asy Syuura:ll]. …Katakanlah, Dialah Allah. Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepadaNya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. Dan tiada seorangpun yang setara dengan-Nya”.[ Al Ikhlash: 1-4].

    8. Akan selalu ada kelompok umat Muhammad Saw yang senantiasa berada – dalam kebenaran.
    Allah telah memberikan keutamaan kepada ummat Mauhammad , sehingga umat ini tidak akan membuat kesepakatan untuk melakukan kesesatan. Dan dalam umat ini akan selalu ada segolongan orang yang senantiasa membela kebenaran. Sehingga generasi terakhir umat ini mampu membunuh”Dajjal” sampai datangnya hari kiamat.
    Rasulullah Saw besabda:” Ada sekelompok orang dari umatku yang akan senantiasa membela al-haq. Mereka tidak terganggu dengan kesusahan yang mengecewakan mereka sampai tibanya keputusan Allah, sedangkan mereka tetap berada dalam keadaan demikian”.[ Terdapat dalam Shahihain dan Kitab lainnya, Diriwayatkan dari Jabir, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, Mughirah bin Syu’bah, Tsauban, Abu Hurairah, Abu Umamah, Umar bin Khattab, Jubair bin Nufair dan lainnya:Ibid:98].

    9. Umat Muhammad beriman kepada semua Nabi-Rasul Allah.
    Hal ini berbeda dengan umat-umat sebelumnya. Kaum Yahudi, mislanya tidak beriman kepada Isa. A.s. dan Nabi Muhammad Saw. Begitu pula kaum Nasrani tidak beriman kepada Nabi Muhammad Saw ; Namun Ummat Muhammad beriman kepada semua Nabi-Rasul Allah. Tidak sah iman seseorang sehingga dia beriman kepada semua nabi-Rasul, khusunya para Nabi yang disebutkan dan umumnya para nabi yang tidak disebutkan. Allah Swt berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 285 sbb:” ‘Aamanar rasuulu bimaa unzila ‘ilaihi mir rabbihi wal mu’minuuna. Kullun ‘aamana bil laahi wa malaa’ikatihi, wa kutubihi, wa rusulihi, laa nufarriqu baina ‘ahadin mir rusulihi. Wa qaaluu sami’naa qa’atha’naa, ghufraa-naka rabbanaa wa ilaikal mashiir”.= Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan Rasul-rasul-Nya.[Mereka mengatakan] , Kami tidak membedakan antara seorangpun [dengan yang lainnya] dari rasul-rasul-Nya. Mereka mengatakan, Kami dengan dan kami taat. [Mereka berdo’a] “ Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
    Demikianlah beberapa karunia Allah yang hanya diberikan-Nya kepada Ummat Muhammad, sebenarnya karunia yang diberikan kepada ummat Muhammad ini amat banyak, namun demikian kami cukup beberapa saja yang kami anggap penting. Semoga ada manfaatnya.

    10.Allah telah menyempurnakan Agama dan mencukupkan nikmat-Nya bagi Ummat Nabi Muhammad Saw.
    Sesungguhnya Allah Swt telah menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepada umat Muhammad ini, yakni menyempurnakan agama baginya, mencukupkan nikmatnya, dan meridho’I Islam sebagai agamanya. Hal ini belum pernah diberikan kecuali kepada umat Nabi saw.
    Allah berfirman : “Al yauma akmaltu lakum diinakum, wa atmamtu ‘alaikum ni’mati wa radhiitu lakumul islaama diina”. = Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu dan telah Kuridho’I Islam itu menjadi agamamu…”. [Al Maa’idah :3].
    Diriwayatkan dari Umar Ibnu Khottob r.a bahwa ada orang Yahudi bertanya kepadanya: “Wahai Amirul Mukminin, ada satu ayat dalam Kitab kalian yang sering kalian baca . Kalau ayat itu diturunkan kepada kami, kaum Yahudi, pastilah kami akan menjadikan hari itu sebagai hari Raya. Umar bertanya: “Ayat mana yang kamu maksud?.
    Orang Yahudi itu menjawab : “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Kuridho’I Islam itu jadi agama bagimu.”. Umar berkata: Kami telah mengetahui hari itu dari tempat turunnya ayat tersebut kepada Nabi Muhammad Saw, yaitu beliau tengah berada di Arafah pada hari Jum’at”. [Muttafaq ‘alaihi].

    11.Allah telah membebaskan Umat Muhammad dari Kesusahan dan Belenggu.
    Allah telah melenyapkan kesusahan yang pernah menimpa umat-umat sebelumnya, melenyapkan belenggu yang menimpa mereka, dan menjadikan aagama umat ini sebagai agama yang mudah dan toleran. Tidak ada kesukaran, kesulitan dan penderitaan dalam agama tersebut. Agama ini sungguh sesuai dengan fitrah manusia, agar kesinambungan dakwah terjamin dan agar aagama ini kekal. Allah berfirman: “ Dia telah memilih kamu dan Dia tidak sekali-kali menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan “. [Al Hajj:78].

    “Allah tidak hendak menyulitkan kamu”. [Al Maidah:6].
    Yuriidul laahu bikumul yusra wa laa yuriidu bikul ‘usra..” = Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..[Al Baqarah: 185].
    Inilah beberapa contoh ayat yang menegaskan bahwa Allah memberikan keringan bagi ummat ini, sedangkan bagi umat sebelumnya lebih berat.

    *** Pada umat sebelum, jika seseorang hendak bertobt, maka ia harus bunuh diri.
    Sebagaimana Firman Allah : “Ingatlah ketika MusaA.s berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah meng-aniaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu [sembahanmu], maka bertobatlah kepada Robb yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Rabb yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu”. [Al Baqarah:54].
    Sedangkan dalam Islam, syarat-syarat Tobat itu antara lain ialah : Menyesal., menghentikan diri dari dosa tersebut, memohon ampunan, tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut, dan disertai berbuat amal shaleh.

    *** Pada umat terdahulu, jika air kencing menempel pada baju salah seorang diantara mereka—dalam riwayat Muslim— dikatakan pada kulit tubuh mereka —-maka mereka harus mengguntingnya.. Demikian ditegaskan dalam hadits Abu Musa yang disepakati oleh Bukhari dan Muslim. Dalam lafal yang diriwayatkan Muslim dari Abu Wail, dia berkata: “Abu Musa suka mempersulit diri dalam hal buang air kecil. Dia suka buang air kecil pada botol. Dia berkata.: “Jika kulit salah seorang diantara Bani Israil terkena air kencing, maka kulit itupun digunting”.

    Hudzaifah berkata: “Aku ingin agar temanmu ini tidak mempersulit diri seperti itu. Aku dan Rasulullah Saw pernah pergi berjalan-jalan. Tiba-tiba beliau menuju ketempatpembuangan sampah yang ada dibalik pagar. Kemudian beliau berdiri seperti layaknya kalian berdiri, lalu beliau buang air kecil. Akupun menjauhi beliau, tetapi beliau berisyarat kepadaku, lalu aku menemuinya. Maka aku berdiri dibelakang beliau hingga beliau selesai”.
    Cara membersihkan air kencing di dalam Islam adalah cukup mencucinya dengan air.
    ———————————****———————————————–
    12.Allah menjadikan Shaf Umat Nabi Muhammad Saw seperti Shaf Mlaikat.
    Allah menjadikan shaf ummatnya dalam shalat seperti shaf malaikat.
    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwa Hudzaifah r.a mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kita dilebihkan atas umat yang lain dengan tiga hal yaitu: “ shaf kita dijadikan seperti shafnya malaikat, seluruh bumi dijadikan mesjid bagi kita daN SELURUH BUMI DIJADIKAN SARANA BERSUCI, JIKA TIDAK MENDAPATKAN AIR.
    Diriwayatkan dari Jabir bin Sumarah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Mengapa kalian tidak berbaris seperti halnya malaikat yang berbaris disisi Tuhannya”. Kami bertanya: Wahai Rasulullah Bgaiman para malaikat itu berbaris disisi Tuhanya?. Beliau mnjawab : “Mereka menyempurnakan shaf yang pertama dan mengisi shaf-shaf yang masih kosong.” [H.R. Muslim].

    13.Ummat Muhammad Saw dikabulkan do’anya pada hari Jum’at.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Saw ialah Hari Jum’at: Yaitu sebuah saat yang tiada hamba muslim dan mukmin berdo’a kepada Allah Swt dan meminta kebaikan kepada-Nya melainkan Dia mengabulkan permohonnya dan memenuhi apa yang dipintanya. [Hadits-hadits tentang hal ini mencapai derajat mutawatir, segala puji bagi Allah].
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw brdzikir pada Hari Jum’at, lalu bersabda: “Pada Hari Jum’at terdapat suatu sa’at yang tiada seorang Muslim bertepatan dengan sa’at itu, berdiri dalam shalat kepada Allah dan memohon sesuatu kepadanya melainkan Dia memberinya”. Rasulullah Saw berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan singkatnya waktu tersebut. [Muttafaq ‘alaihi dan lafal bagi Bukhari].
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Hari terbaik dimana matahariterbit adalah hari Jum’at karena pada hari itu Adam diciptakan…”
    Dalam Hadits tersebut ditegaskan: “ ….Pada hari itu terdapat satu sa’at yang tidaklah seorang Muslim mendapatinya dalam keadaan shalat, lalu dia mohon sesuatu kepada Allah, melainkan dia memberinya”. [H.R. Malik].

    14.Ummat ini merupakan saksi Allah di Bumi.

    Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah Swt kepada Umat Muhammad Saw adalah bahwa umat ini diberi tugas yang mulia dan kedudukan yang tinggi sehingga ucapan dan kesaksiannya diterima walaupun tidak sesuai dengan rialita.
    Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. dia berkata: “Mereka mengantarkan jenazah dan memujinya sebagai orang yang baikbaik selama hidupnya. Maka Rasulullah Saw bersabda: “Dia pasti” Lalu mereka mengantarkan jenazah lainnya dan mengutuknya sebagai orang jahat semasa hidupnya. Maka Rasulullah Saw bersabda: “Dia pasti”. Umar Ibnu Khattab bertanya, Apa yang pasti?. Rasulullah Saw menjawab: Jenazah yang kalian puji sebagai orang yang baik-baik, maka surga pasti menjadi tempat tinggalnya. Adapun jenazah lainnya yang kalian kutuk sebagai orang jahat, maka neraka pasti menjadi tempat tinggalnya. Kalian merupakan saksi Allah dimuka bumi”. [ Muttafaq ‘alaihi dan lafal bagi Bukhari].
    Dalam sahih Muslim dikatakan: Orang yang kalian puji sebagai orang yang baik-baik semasa hidupnya, maka ia pasti masuk surga. Dan orang yang kalian kutuk sebagai orang jahat semasa hidupnya, maka dia pasti masuk neraka. Kalian adalah saksi Allah di Bumi, kalian adalah saksi Allah di Bumi, Kalian adalah saksi Allah di Bumi”.
    Pada hadits Abu Hurairah r.a yang diriwayatkan oleh Nasa’I dikatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Malaikat adalah saksi Allah di Langit dan Kalian merupakan saki Allah di Bumi”. [Keagungan Nabi Muhammad :86-67].

    15. Perumpamaan Ummat Nabi Saw terdapat dalam Kitab-kitab terdahulu.

    Allah Swt telah membuat perumpamaan tentang umat ini di dalam Kitab-kitab samawi terdahulu. Juga menjadikan perumpamaan itu sebagai pengetahuan yang lengkap bagi kalangan Ahli Kitab. Sehingga apabila mereka melihat umat itu, niscaya mereka akan mengenalnya.
    Allah berfirman : “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir , tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridho’an-Nya; Tanda-tanda mereka tanpak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat meraka dalam Injil. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadi tanaman itu menjadi kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus diatas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan orang-orang kafir. [dengan kekuatan orang-orang mukmin]. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh diantara mereka, ampunan dan pahala yang besar”.[ Al Fath:29].
    Diriwayatkan dari Abud Darda r.a bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah berfirman Hai Isa sesungguhnya Aku akan mengutus satu umat setelah kamu. Apabila mereka memperoleh apa yang mereka sukai, maka mereka memuji Allah dan bersyuku. Dan apabila ditimpa sesuatu yang mereka benci maka mereka menhan diri dan bersabar tetapi tanpa kesabaran dan pengetahuan. Isa bertanya: Hai Robb-ku bagaiman hal itu mereka lakukan?., padahal mereka tidak memiliki kesabaran dan pengetahuan?. Allah menjawab : Aku memberikan sebagian dari kesabaran dan Pengtahuan-Ku kepada mereka”. [H.R.Ahmad dn Thabrani].
    Diriwayatkan dari Al Falatan bin ‘Ashim r.a bahwa Nabi Saw tengah berada dalam sebuah majelis. Beliau menatap seorang laki-laki yang berjalan di Mesjid. Maka beliau bersabda: Hai Fulan!. Dia menjawab: “Aku memenuhi panggilanmu, Wahai Rasulullah. “ Orang itu tidak mampu mengucapkan klimat lain, kecuali Wahai Rasulullah”.
    Beliau bertanya: “Apakah kamu mengakui bahwa aku adalah Rasulullah?. Dia menjawab : “tidak”. Beliau bertanya : Apakah kamu membaca Taurat?. Dia menjawab : Tidak. Apakah kamu juga membaca Injil?. Ya menjawab : “Ya”. Apakah kamu membaca Al Qur’an?. Dia menjawab: “Demi jiwaku yang berada didalam kekuasan-Nya, kalau aku mau pasti aku membacanya”. Lalu Rasulullah Saw mengarahkannya. Apakah kamu menemukan-ku dalam Taurat dan Injil?. Dia menjawab: “Kami menemukan ilustrasi tentang dirimu, asal usulmu dan perilakumu. Kami berharap orang itu dari kalangan kami. Tatkala engkau yang muncul, maka kami takut bahwa engkaulah orangnya. Lalu kami mencermatinya. Ternyata kamu bukanlah orang dimaksud”.
    Rasulullah Saw bertanya. Mengapa demikian?. Dia menjawab: “ Dia mmiliki 70.000 umat yang tidak mengalami hisab dan azab, sedangkan kamu hanya ditemani oleh sekelompok kecil manusia. Maka Rasul bersabda: “ Demi Zat yang jiwaku berada didalam kekuasaan-Nya bahwa aku adalah orang tersebut. Sesungguhnya mereka adalah ummatku dan jumlah mereka itu lebih dari 70.000,-“ [H.R. al Baraz dan perawinya kuat].

    16.Ummat Nabi Muhammad tidak akan dibinasakan dengan kelaparan dan dikuasai musuh oleh umat lain.
    Salah satukeistimewaan yang diberikan oleh Allah Swt kepada umat ini adalah bahwa mereka tidak akan dibinasakan dengan kekurangan pangan, tenggelam dan tidak akan mengirimkan kepadanya musuh yang berasal dari luar Islam, sehingga hancurlah substansi mereka, meskipun umat lain itu menyerangnya dari brbagai penjuru.
    Diriwayatkan dari Tsauban r.a bahwa Rasulullah Saw brsabda: “ Sesungguhnya Allah menciutkan bumi bagiku, sehingga aku dapat melihat bagian Timur dan Barat bumi. Sesungguhnya umatku akan menguasai bagian bumi yang diciutkan kepadaku.
    Aku diberikan harta simpanan yang berwarna merah dan yang berwarna putih. Aku memohon kepada Robbku agar kiranya Dia tidak membinasakan ummatku dengan kekurangan pangan yang menyeluruh, jangan mengirimkan musuh kepada mereka , kecuali dari kalangan mereka sehingga hancurlah substansinya. Robbku berfirman : “ Hai Muhammad sesungguhnya jika aku telah memutuskan sesuatu perkara , maka perkara tersebut tidak dapat ditolak. Dan sesungguhnya Aku mengabulkan permohonanmu bagi umatmu, yaitu Aku tidak akan membinaskan mereka dengan kekurangan pangan yang menyeluruh, tidak akan dikuasai oleh musuh selain dari kalangan mereka sendiri sehingga hancurlah jati dirinya. Umatmu akan tetap bertahan walaupun diserang oleh umat lain dari berbagai penjuru. Maka sebagian umatmu akan membinasakan yang lin dan sebagian mereka menawan sebagain yang lain. [H.R.Muslim: ibid:90].
    Sa’ad bin Abi Waqash r.a mengatakan bahwa pada suatu hari Rasulullah Saw tiba dari tempat yang tinggi. Tatkala meliwati masjid Bani Muawiyah, maka beliau masuk, kemudian shalat dua rekaat. Kamipun shalat bersamanya dan beliau memanjangkan do’a kepada Tuhannya lalu berpaling kepada kami. Beliau bersabda: “ Aku memohon tiga perkara kepada Allah, maka Allah memberiku dua perkara dan menolak satu perkara. Aku memohon agar Dia tidak membinasakan umatku dengan kekurangan pangan yang menyeluruh, maka Dia mengabulkannya; Tidak membinasakan mereka dengan ditenggelamkan, maka Dia mengabulkannya. Dan tidak menimpakan permusuhan di antara mereka, maka dia menolaknya.” [H.R.Muslim].
    Diriwayatkan dari Khabbab ibnul Aits r.a bahwa Rasulullah saw ber-muraqabah sepanjangmalam sampai fajar. Ketika Rasulullah mengucapkan salam dari shalatnya, maka Khabbab menghampirinya dan bertanya: “Hai Rasulullah demi Bapak dan Ibuku, sesunguhnya semalam engkau telah melakukan shalat yang belum pernah aku melihatmu shalat seperti itu. Rasulullah Saw bersabda: “ Betul itulsh shalat yang penuh harap dan cemas. Aku memohon kepada Tuhanku Azza wa jalla agar tidak membinasakan kita seperti Dia membinasakan umat-umat sebelum kita. [Menurut Riwayat Tarmidzi, agar Dia tidak membinasakan umatku dengan kekurangan pangan yang menyeluruh dan Dia mengabulkannya]. Juga memohon kepada Allah Azza Wa jalla agar kita tidak dikalahkan oleh musuh selain kita, maka Dia mengabulkannya. Dan aku mohon kiranya Dia tidak menjadikan kita beberapa kelompok, maka Dia menolaknya”. [H.R.Tarmidzi dan An Nasa’I . Tarmidzi menshahihkannya dan lafalnya bagi Nasa’I].
    Mudah-mudahan ada manfaatnya.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


  3. Untuk Anakku ZONTRISMAN.[Bag ke-II]

    II. “KEISTIMEWAAN UMMAT MUHAMMAD SAW DI AKHERAT’’

    Keistimewaan Ummat Muhammad Saw bukan saja diberikan Allah di dunia tetapi diberikan pulah oleh-Nya di akherat . Keistimewaan dan kemulian tersebut cukup banyak namun pada uraian ini hanya beberapa saja yang akan dikemukakan antara lain sbb:

    l. Ummat Muhammad Saw menjadi saksi bagi para Nabi atas ummatnya.
    Allah Swt menjadikan umat ini sebagai saksi bagi para Nabi atas ummat-ummat nya Yaitu tatkala ummat tersebut mengingkari bahwa nabi itu tidak memberi peringtan dan tidak memberi kabar gembira ; bahwa para nabi itu tidak menyampaikan ajaranNya kepada mereka. Maka ummat ini bersaksi untuk para nabi terdahulu bahwaa para nabi itu telah menyampaikan risalah. Allah berfirman: “ Wa kadza likaa ja’alnaakum ummatan wa sathaan litakuunuu syuhadaa-a ‘alan naasi…= Dan demikian pula kami telah menjadikan kamu [ummat Islam], ummat yang adil, dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas [perbuatan] kamu…”[ Al Baqarah 2:l43]
    Diriwayatkan dari Sa’id al Khudri bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Nabi Nuh dipanggil pada hari kiamat. Ia berkata:” Ya rabbi, aku datang dan aku memenuhi seruan-Mu. Allah bertanya:” Apakah kamu telah menyampaikan risalah?. Mereka menjawab”: Tidak ada seorangpun yang membei peringatan kepada kami”. Allah Swt bertanaya:” Siapa yang dapat bersaksi untukmu?.” Nuh menjawab: Muhammad dan ummatnya. Maka mereka bersaksi bahwa Nuh telah menyampaikan Risalahnya. Dan Rasul menjadi saksi untuk kalian. Itulah yang dimaksud dengan firman Allah:” Demikian itulah kami jadikan kamu sebagai ummat yang pertengahan agar menjadi saksi bagi manusia dan Rasul menjadi saksi bagi kalian”[ H.R. Bukhari].

    2. Ummat Muhammad Saw yang pertama kali menyeberangi Jambatan.
    Keistimewaan lain yang diberikan kepada ummat Muhammad ialah bahwa ada hari kiamat nanti mereka bersama Nabi Muhammad Saw merupakan ummat manusia yang peratma kali menyeberangi jembatan. Hal ini ditegaskan dalam hadits dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasululah Saw bersabda:” …Ash shirath dibentangkan diantara dua punggung jahannam, maka aku dan ummatku yang pertama kali menyeberanginya…”[ Muttafaq ‘alaih dengan lafadz Muslim; Ke-Agunga Muhammad Saw: 100]. Rasulullah Saw menjelaskan bahwa yang pertama kali menyeberangi Ash-Shirath pada hari kiamat adalah orang-orang fakir dan golongan Muhajirn..semoga Allah merahmati mereka.Ibid.
    Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh: Tsauban r.a, budak Rasulullah Saw, yaitu dalam kisah tentang pertanyaan pendeta Yahudi. Pendeta Yahudi bertanya: Dimanakah manusia pada saat bumi diganti dengan bumi yang lain, demikian pula langit?. Rasulullah Saw menjawab :” Mereka berada dalam kegelapan dan menghadapi jembatan”. Orang Yaudi itu bertanya:” Siapa yang pertama kali menyeberanginya?.Rsul lullah menjawab: “ Orang-orang Muhajirin yang miskin…”.[ H.R. Muslim, Ibid 101].

    3. Ummat Muhammad yang pertama kali masuk syurga.
    Abu Hurairah berkata: bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Kami adalah ummat yang paling akhir di dunia , tetapi paling awal pada hari kiamat masuk syurga”[Muslim].
    Di lain hadits dari Hudzaifah dari Umar r.a dari Nabi Saw beliau besabda:” Syurga diharamkan kepada para nabi sebelum aku memasukinya dan diharamkan kepada ummat-ummat para nabi sebelum ummatku memasukinya”.[ H.R. At Thabrani , sanad hasan].
    Rasulullah Saw bersabda: “ Sesungguhnya kelompok petama yang memasuki syurga [dalam lafal Muslim dikatakan] “dari ummatku”; adalah seperti bulan pada bulan purnama”.[ Muttafaq ‘alaih; Ibid:l02]

    4. Ummat Muhammad Saw akan ditebus dengan ummat lain.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah Swt kepada ummat Muhammad adalah bahwa orang yang seharusnya mendapat siksa akan ditebus dengan ummat sebelumnya dari kalangan ummat Yahuni, Nasrani dan ummat yang lainnya, baik mereka dijadikan penebus dosa kaum muslimin atau dosa ummat muslimn dilimpahkan kepada mereka. Hal ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Musa r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Apabila tiba hari kiamat, maka Allah Ta’ala akan menyerahkan, seorang Yahudi atau Nasrani kepada seorang Muslim..Kemudian Allah berfirmn, “inilah penebus dosamu dari siksa api neraka”.[H.R.Muslim: Ibid-104].
    Abu Musa juga meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Seorang muslim tidak akan meninggal kecuali Allah memasukkan orang Yahudi atau Nasrani untuk menggantikan tempatnya di nerakan”…..Dalam hadits lain Abu Musa r.a.. mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Orang-orang Muslim akan membawa dosa sebesar gunung pada hari kiamat. Allah akan mengampui dosanya dan melimpahkan dosanya itu kepada orang Yahudi dan Nasrani”[ H.R. Muslim].

    5. Ummat Mahammad Saw mayoritas Penghuni Syurga.
    Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa Rasulullah Saw ber-khotbah dihadapan mereka. Beliau menyandarkan punggungnya ke tenda kulit dan berkata:” Ingatlah hanya orang Muslim yang akan masuk syurga. Ya Allah bukankah aku telah menyampaikan Risalah?. Ya Allah persaksikanlah! Maukah kalian menjadi seperempat penghuni syurga?.Mereka menjawab: “Ya”. Beliau bertanya lagi, “ Maukah kalian menjadi sepertiga penghuni syurga?. Mereka menjawab “Ya”. Lalu beliau bersabda, Aku berharap kalian menjadi setengah dari penghuni syurga. Jika kalian dibandngkan dengan umat-umat terdahulu adalah bagaikan bulu yang hitam pada sapi yang putih atau seperti bulu putih pada sapi yang hitam”.[ Muttafaq ‘alaih]
    Abu Sa’id r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya aku berambisi agar kalian menjadi sepertiga penghuni syurga”. Abu Sa’id berkata.”Maka kami mengucapkan tahmid dan takbir” >Lalu Rasulullah Saw bersabda:”Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, aku berambisi agar kalian menjadi setengah penghuni syurga”.[ Muttafaq ‘alaih], kemudian di lanjutkan seperti hadits diatas.
    Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Buraidah dikatakan bahwa jumlah umat Nabi Saw yang menghuni syurga adalah lebih dari setengahnya, yaitu dua pertiga, sedangkan sepertiga lagi ummat lain. Buraidah r.a mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Penghuni surga berjumlah 120 shaf, 80 shaf berasal dari ummat Muhammad dan 40 shaf dari umat-umat lainnnnya.”[ H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Al Hakim dan Ibnu Hiban men-shahihkan-nya,Ibnu Hibban meng-hasankan-nya:Ibid: 107].

    6. Nabi Muhammad Saw meridhoi ummatnya.
    Nabi Muhammad Saw akan meridhoi ummatnya dan tidakakan menghinakannya. Inilah puncak penghargaan dan penghormatan yaang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw. Allah berfirman:” Wa lasaufa yu’thiika rabbuka fatar- dhaa.”= Dan kelak Tuhanmu pasti memeberikan karunia-Nya kepadamu, lalu [hati] kamu menjadi puas”.[ Adh-Dhuhaa:93:5]
    Rasulullah Saw mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, selamatkanlah ummatku, ummatku”. Lalu beliau menangis. Allah berkata:” Hai Jibril, temuilah Muhammad dan tanyakan kepadanya:” Apa yang membuatmu menangis”.?. Maka Jibril menemuinya dan bertanya kepadanya. Nabi memberitahu hal ihwalnya. Lalu Allah berfirman:” Hai Jibril temuilah Muhammad dan katakanlah bahwa sesung guhnya Kami meridhoimu berkenaan dengan ummatmu dan tidak menimpakan keburukan kepadanya”.[ H.R. Muslim:ibid-l08].
    Dalam Majma’uz-Zawaid dikatakan:” Kami tidak akan menghinakanmu”. Allah memberikana kabar gembira kepadaku bahwa ummatku yang pertama kali masuk syurga berjumlah 700.000 orang. Dari setiap sepuluh ribu orang terdapat 1000 orang yang masuk syurga tanpa melalui hisab…..” Kemudian Dia mengutuss Jibril kepadaku dan berkata, “Berdoalah, niscaya dikabulkan; dan mintalah, niscaya akan diberikan;”. Aku berkata kepada Jibril,” Apakah Tuhanku akan memenuhi permintaanku?. Jibril menjawab, “ Tidaklah Dia mengutusku melainkan untuk memenuhi permintaanmu”. [Ibid:109].

    7. Semua Ummat Muhammad Saw akan masuk syurga.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah kepada ummat Muhammad ialah bahwa Allah akan memasukkan semua ummat Muhammad Saw ke dalam syurga. Diantara mereka ada yang masuk syurga tanpa hisab, ada yang disiksa terlebih dahulu dan ada yang dihisab dengan mudah lalu masuk syurga,., dan yang terakhir masuk syuga karena mendapat syafaat dan rahmat Allah Saw setelah dihapuskan dosa-dosanya, lalu dosa-dosa tersebut dilimpahkan kepada kaum Yahudi dan Nasrani…. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda:” Semua umatku akan masuk syurga kecuali yang menolak “. Para sahabat bertanya, “Hai Rasulullah, siapakah yang menolak?. Rasul menjawab, “ Orang yang taat kepadaku, maka dia akan masuk syurga; dan orang yang mendurhakaiku, berarti orang yang menolak”.[ H.R.Bukhari:Ibid:113].
    Abu Sa’id Al Khudari r.a berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, kalian semuanya akan masuk syurga kecuali yang menolak dan menentang Allah seperti pembangkangan unta.” Para sahabat bertanya:” Hai Rasulullah, siapa orang yang menolak masuk syurga?. Beliau menjawab:” Orang yang taat kepadaku maka dia akan masuk syurga, sedang yang mendurhakaiku, berarti dia menolak””[H.R. Ibnu Hibban dan At Thabrani dgn rawi shahih, lafaznya dari I.Hibban]

    8. Ummat Muhammad Saw banyak yang menerima syafaat.
    Diriwayatjan dari Abdullah bin Syaqiq bahwa ia berada bersama satu rombongan di Elia [Baitul Maqdis]. Salah seorang dari mereka berkata, “ Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:” Akan masuk syurga sejumlah orang yang lebih banyak dari Bani Tamim, berkat syafaat yang diberikan oleh salah seorang ummatku”. Beliau ditanya, :”Hai Rasu lullah, pemberi Syafaat itu selainmu?.Beliau menjawab :Ya selain-ku”, Setelah beliau pergi aku bertanya, Siapa yang dimaksud oleh Rasulullah? Orang-orang menja wab:” Dia adalah Ibnu Abu Al Juda’a”.{ H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, I.Hibban dan Hakim menshahihkannya]
    Al Harits bin Uqais r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Sesungguhnya salah seorang diantara ummatku ada yang syafaatnya dapat memasukkan orang ke dalam syurga dalam jumlah yang lebih banyak dari pada Bani Mudhar:.[ H.R. Hakim, ia mensyahihkannya dgn syarat Muslim: Ibid:116]. Dalam riwayat Tirmidzi ditambahkan:” Di antara mereka ada yang memberi syafaat kepada suatu golongan daan ada pula yang memberi syafa’at kepada seseorang, sehingga masuk syurga”.

    9. Sebagian Ummat Muhammad Saw masuk syurga tanpa hisab.
    Allah memasukkan sebagian besar Ummat Muhammad ke dalam syurga tanpa dihisab dan tanpa disiksa terlebih dahulu. Wajah mereka bagaikan sinar matahari atau rembulan
    pada malam purnama. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a bahwa Nabi Saw bersabda:” 70.ribu umatku akan masuk syurga tanpa di hisab”. [ Muttafaq Alaih]. Dari Sahl bin Sa’ad bahwa sesunguhnya Rasulullah Saw bersabda:” 70.000 atau 700.000 ummatku akan masuk syurga dengan saling berpegang tangan, sebagian mereka memegang sebagian yang lain. Orang yang pertama tidak akan masuk syurga sebelum orang yang terakhir masuk, dan wajah mereka bagaikan rembulan pada saat purnama”. [ Muttafaq ‘alaih dan lafaz Muslim]. Banyak lagi hadits-hadits shahih lainnya yang semakna dengan ini.[ Ibid:119].

    10.Ummat Nabi Muhammad memasuki surga dari pintu sebelah kanan.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah Swt kepada ummat Muhammad adalah menjadikan kelompok yang pertama dari mereka, yaitu kelompok yang tidak dihisab dan tidak disiksa sebagai kelompok yang memasuki surga dari pintu sebelah kanan, Mereka juga seperti penghuni surga lainnya dalam hal boleh memasuki surga dari pintu mana saja.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a dalam sebuah hadits yang panjang tentang syafaat; yaitu hadits diawalnya Rasulullah Saw bersabda: “Aku adalah pemuka manusia pada hari kiamat.” Dan diakhir perkataannya Rasulullah bersabda: “Aku pergi hingga dibawah Arasy. Maka aku menjatuhkan diri lalu bersujud kepada Robbku. Lalu Allah memberiku jalan keluar dan mengilhamiku untuk melantunkan puji-pujian dan sanjungan-sanjungan yang indah yang belum pernah diilhamkan kepada siapapun sebelumku.Lalu dikatakan: “Hai Muhammad, angkat kepalamu!. Mintalah niscaya aku beri, mintalah syafaat niscaya engkau akan diberi. Maka aku mengangkat kepalaku dan ber-kata: “Ya Tuhanku, umatku..umatku”. Maka dikatakan: Hai Muhamad, masukkanlah ummatmu yang tidak dihisab melalui pintu surga sebelah kanan dan mereka juga seperti manusia lain; yaitu boleh masuk dari pintu-pintu surga lainnya”. [H.R.Muttafaq ‘alahi dan lafalnya bagi Muslim].[Keagungan:103]

    11.Ummat Nabi Muhammad tampil dalam keadaan keningnya bercahaya.
    Allah Swt memberikan kepada Ummat Muhammad, mereka datang pada hari kiamat dalam keadaan keningnya bercahaya bekas air wudhu’. Keadaan ini tidak dimilii oleh ummat lainnya.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: “ Pada hari kiamat ummatku akan datang dengan wajahyang bercahaya sebagai bekas wudhu’ . Barang siapa yang menginginkan agar keningnya senantiasa bercahaya, maka perbanyaklah wudhu’’. Muttafaq ‘alaihi, lafal bagi Muslim]. Ibid:104].
    Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya telagaku [al Kautsar] lebih luas dibandingkan dengan jarak Elia [sebuah kota disebelah utara laut merah] dan ‘And [Ibu kota Yman selatan].; lebih putih dari salju, lebih manis dari madu yang dicampur dengan susu, dan bejana untuk untuk mengambilnya lebih banyak dari jumlah bintang. Aku akan melarang manusia mendekati telagaku seperti seseorang yang menghalangi unta milik orang lain agar tidak mendekati sumurku”.
    Para Sahabat bertanya: “Hai Rasulullah apakah engkau mengenali kami pada hari itu?. Beliau menjawab : “Ya, kamu memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari ummat lain.Kalian mendatangi telaga kami dalam keadaan wajah yang bercahaya bekas air wudhu’.
    Dalam riwayat imam yang tiga ada tambahan setelah “ bekas air wudhu’” yang berbunyi: “Yang tidak dimiliki oleh seorangpun selainmu”.
    Dan dalam riwayat Muslim dikatakan: bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kalian memiliki wajah yang bercahaya pada hari kiamat”. [Ibid:105].
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw datang ke pemakaman dan berkata: ““alam sejahtera semoga dilimpahkan kepadamu, hai penghuni negeri kaum yang beriman, Insya Allah kami akan menyusulmu. Aku ingin melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya: Bukankah kami saudara-saudaramu, hai Rasulullah?.
    Beliau menjawab: “Kalian aalah sahabat-sahabatku. Saudara-saudara kita akan lahir setelah kita”. Mereka berkata: “Bagaimana engkau mengetahui sebagian ummatmu yang belum lagi lahir itu, ya Rasulullah.?. Beliau menjawab: “ Bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang memiliki kuda berdahi putih dan diantara kawanan kuda yang berwarna hitam pekat?. Apakah orang tersebut dapat mengetahui kudanya?. Mereka menjawab: “ Tentu saja dia dapat mgenalinya, Wahai Rasulullah . Beliau bersabda: “Mereka akan datang dalam keadaan keningnya bercahaya bekas air wudhu dan akan membiarkan mereka minum dari telagaku…”. [H.R. Muslim].

    12.Ummat Muhammad diberi tambahan pahala walau amalnya sedikit.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah Swt kepada ummat ini adalah bahwa Dia memberikan pahala lebih banyak daripada umat-umat sebelumnya, walaupun amal mereka lebih sedikit daripada ummat sebelumnya dan hidup mereka lebih singkat daripada ummat-ummat sebelumnya. Lamanya mereka hidup didunia ini lebih singkat yaitu antara ashar hingga maghrib, jika masa alam ini diibaratkan hanya sehari.
    Diriwayakan dari Ibnu Umar r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda: “ Sesungguhnya ajal kamu jika dibanidngkan dengan ajal ummat-ummat sebelummu; adalah waktu antara shalat ashar dan maghrib. Perumpaan kalian dan orang Yahudi serta Nasrani adalah seperti seorang yang mmperkerjakan sejumlah pegawai. Dia berkata: Barangsiapa yang mau kerja untukku hingga tengah hari, maka dia berhak mendapat upah sekian qirath”. Mka orang Yahudipun bekerja setengah hari untuk memperoleh satu qirath.
    Kemudian beliau bersabda: “Siapa yang mau bekerja untukku mulai dari tengah hari hingga ashar, maka aku akan mmebrinya satu qirath”. Maka bekerjalah orang Yahudi dan Nasrani dari tengah hari hingga ashar intuk memperoleh satu qirath.
    Nabi bersabda: “Siapa yang mau bekerja untukku mulai dari ashar hingga Matahari terbenam, maka aku akan memberinya dua qirath.”. Ketahuilah orang yang bekerja dari ashar hingga Maghrib degan mndapat upah dua qirath . Iangat kalian yang memperoleh pahala dua kali lipat”. Maka orang Yahudi dan nasranipun marah dan berkata: “Kami yang paling banyak bekerja tetapi mendapat upah paling sedikit. Allah berfirman: “Apakah Aku menzalimi hak kalian?. Mereka menjawab : “Tidak”. Lalu Allah berfirman: “Itulah karunia yang aku berikan kepada siapa saja yang Aku kehendaki”. [H.R.Bukhari: Ibid:111].
    Diriwayatkan dari Abu Musa al Asy’ari r.a bahwa Nabi Saw bersabda: “Perumpamaan orang Muslim dengan orang Yahudi dan nasrani adalah bagaikan seseorang yang menyuruh sekelompok orang untuk bekerja baginya dengan upah yang telah ditentukan untuk sehari semalam. Maka mereka bekerja untuk selama setegah hari. Mereka berkata: Kami tidak mmerlukan upah yang didasarkan atas syarat yang Engkau tetapkan pada kami. Kami akan menghntikan pekerjaan kami. Pemberi upah berkata: ““Jangan berhenti, selesaikan saja sisa pekerjaan kalian. Lalu ambillah upah kalian secara penuh. Mereka menolak dan meninggalkannya.
    Setelah mereka pergi. Orang itu menyewa orang lain. Lalu ia berka: Selesaikanlah sisa pekerjaan mereka ini; dan kalian akan mendapat upah yang aku syaratkan kepada mereka. Merekapun mengerjakannya. Ketika tiba waktu Ashar, mereka berkata. Silakan kerjakan olehmu sendiri, kami membatalkan pekerjaan ini, dan ambillah upah yang engkau telah syaratkan kepada kami. Diapun berkata kepadamereka. Selesaikanlah sisa pekerjaan kalian, karena sisa waktunya hanya tinggal sedikit. Namun mereka tetapi menolak.
    Kemudian orang itu mempekerjakan orang lain untuk menyelesaikan sisa pekerjaan mereka. Merekapun mengerjaknnya sampai matahari terbenam dan memperoleh upah yang disediakan bagi dua kelompok sbelumnya. Begitulah perumpamaan mereka dan orang-orang sbelumnya dalam menerima cahaya ini”. [H.R.Bukhari:Ibid:112].
    Dalam riwayat al Isma’ili dikatakan: “Begitulah perumpamaan orang-orang Muslim yang menerima petunjuk Allah dan apa yang dibawa oleh Rasulullah Saw dan perumpamaan orang Yahudi dan Nasrani yang meninggalkan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka”.
    Jadi kelompok pertama adalah orang Yahudi, kelompok kedua adalah orang Nasrani, dan kelompok ketiga adalah orang yang memiliki pah dua kali lipat, yaitu kaum Muslimin. Itulah Karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.[Keagungan:112].

    13.Orang kafir berangan-angan menjadi Muslim.
    Salah satu keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada Ummat ini adalah bahwa apabila orang kafir melihat aneka karunia yang diberikan kepada ummat ini, mka mereka berangan-angan menjadi bagian dari mereka, sehingga meraih karunia, kemuliaan dan kebaikan seperti yang diperoleh kaum mukminin. Allah berfirman: ““lif Laam Raa, tilka ‘ayaatul kitaabi wa qur’aanim mubiin. Rubama yawaddul ladziina kafaruu lau kaanuu muslimiin.= Alif laam raa [surah] ini adalah [sebagian dari] ayat-ayat al Kitab [yang sempurna], yaitu [ayat-ayat] al qur’an yang memberi penjelasan. Orang-orang yang kafir itu seringkali [nanti di akherat] menginginkan, kiranya mereka dahulu [di dunia] menjadi orang-orang muslim”. [Al Hijr : 1-2].
    Keinginan kaum kafir terungkap saat orang-orang muslim yang berdosa masuk neraka bersama-sama orang musyrik. Kemudian Allah mengangkat orang-orang muslim ke surga, orang yang kafir itu menginginkan, kiranya mereka dahulu [ didunia] termasuk orang-orang yang berserah diri [muslimin].

    14.Ummat Nabi Muhammad merupakan yang terakhir di dunia, tetapi yang pertama di akherat.
    Keistimewaan lain bagi ummat Muhammad ialah diberinya oleh Allahkeistimewaan menjadkan mereka sebagai ummat yang terakhir di dunia, tetapi merupakan umat yang pertama kali dibangkitkan, dihisab dan dimasukkan kedalam surga.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda: “Kami adalah umat yang terakhir, tetapi yang paling awal pada Hari Kiamat, padahal mereka diberi kitab sebelum kita dan kita diberi Kitab setelah mereka.”[Muttafaq ‘alaihi].
    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Kami adalah umat yang terakhir, tetapi paling awal masuk surga pada hari kiamat.ahal mereka diberi kitab sebelum kita dan kita diberi kitab setelah mereka”.
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Huzaifah r.a bahwa Rasulullah Saw brsabda: “Kami adalah umat yang terakhir yang menghuni duni, tetapi umat yang paling pertama masuk surga, yang pertama menerima keputusan di antara makhluk”. [H.R.Muslim].

    15.Ummat Nabi Muhmmad saw memiliki tand-tanda yang dikenal Allah Swt.
    Allah Swt memberi tanda tand-tand pada ummat Muhammad agar mudah dikenali oleh Tuhannya pada hari Kiamat, setelah semua umat pergi kepada orang yang disembahnya ketika didunia. Allah berfirman: “ Yauma yuktsafu ‘an saaqi wa yud’auna ilasy syujuudi falaa yastathii’uun = Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud, maka mereka tidak kuasa”. [ al –Qalam:42].
    Diriwyatkan dari Abu Sai’id al Khudri r.a bahwa mereka bertanya: “ Hai Rasulullah, dapatkah kamu melihat Allah pada hari Kiamat?.
    Kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Seseorang berseru, hendaklah setiap kaum pergi pergi menuju apa yang dahulu disembahnya!.. Maka para penyembah salib berdiam dengan salibnya; penyembah berhala bersama berhalanya; dan penyembah tuhan-tuhan bersama tuhan-tuhannya. Sehingga tersisa orang-orang yang beribadah kepada Allah, baik orang yang shaleh maupun orang yang melakukan kemaksiatan. Dikatakan kepada mereka. Mengapa kalian diam saja, sedang orang lain telah pergi?. Mereka menjawab. Kmi berbeda dari mereka. Pada hari ini kami benar-benar memerlukan-Nya. Dahulu kami mendengar seruan yang mengatakan: Hendaklah setiap kaum bergabung dengan apa yang mereka sembah!. Kami hnya menanti Tuhan kami..!.
    Maka muncul lagi seruan: “Apakah antara Dia dan kalian terdapat tanda yang membuat Dia mengenali kalian?.
    Mereka menjawab: “Betis”. Maka disingkapkanlah betis-Nya dan semua orang mukmin bersujud kepada-Nya. Tinggallah orang yang bersujud kepada-Nya karena ria dan sum’ah”. [H.R. Muttafaq’alaihi]Ibid:121].
    Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa orang-orang bertanya kepada Rasulullah Saw :Hai Rasulullah dapatkah kami melihat Tuhan kami pada hari kiamat?. Beliau menjawab: “Apakah kalian merasa sulit melihat bulan pada malam purnama?.
    Dalam hadits tersebut ditegaskan: “Sesungguhnya kalian melihat-Nya seperti itu. Allah mengumpulkan manusia pada hari Kiamat. Dia Berfirman : “Barangsiapa yangmenyembah kepada sesuatu, maka ikutilah dia!. Maka orang yang menyembah matahari, mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan; Orang yang menyembah Thaghut, mengikuti Thaghut. Yang tersisa adalah orang munafik umat Nabi Muhammad Saw Allah mendatanginya dalam bentuk yang mereka tidak kenal. Allah berfirman: “Aku adalah Robbmu!. Mereka berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Disinlah tempat kami sehingga Robb kami menemui kami. Apabila Robb kami datang maka kami dapat mengenal-Nya. Lalu Allah Swt mendatangi mereka dalam bentuk yang dikenal oleh mereka. Allah berfirman : “Aku adalah Robbmu. Mereka berkata: Engkau adalah Robb kami!. Merekapun mengikutinya…” [Muttafaq ‘alaihi lafal bagi Muslim].

    16.Pada Ummat Nabi Saw terdapat Pemuka bagi para penghuni surga.
    Allah Swt menjadikan dari Umat Muhammad para pemuka bagi kaum pemuda surga, menjadikan para pemuka bagi penghuni surga dewasa, dan para pemuka bagi kaum wanita penghuni surga.
    Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda:”Al Hasan dan Al Husen merupakan pemuka bagi kaum muda penghuni surga. [H.R.Thabarani, sanad Hasan].
    Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a bahwa asulullah Saw bersabda kepada Abu Bakar dan Umar: “Inilah dua orang dewasa yang akan menjadi pemimpin bagi penghuni surga dewasa, baik dari ummat terdahulu maupun umat yang kemudian”. [H.R.Tirmidzi dan dia menghasankannya: Ibid:123].
    Diriwaytakan dri Fatimah r.a bahwa asulullah Saw menghiburnya: “Biasanya Jibril menyimak bacaan Al Qur’an setahun sekali, tetapi tahun ini dia minyamaknya dua kali. Aku tak akan dapat melihatnya kecuali pada saat ajalku tiba. Kamu adalah keluargaku yang pertama kali menyusulku”. Lalu Fathimah menangis. Beliau bersabda: “Apakah kamu tidak suka menjadi pemimpin wanita mukmin penghuni surga?. Maka Fatimahpun tertawa”. [Muttafaq’alaihi, lafal bagi Bukhari: Ibid:123].
    Diriwaytkan dari Huzaifah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Malaikat turun dari Langit dan meminta izin kepada Allah untuk memberikan salam kepadaku. Malaikat tersebut tidak pernh tuun sebelumnya. Lalu ia menyampaikan kabar gembira kepadaku: “Sesungguhnya Fatimah akan menjadi pemimpin bagi kaum wanita penghuni surga”. [H.R. Al Hakim, dia menshahihkannya; Adz Dzahabi pun mengakuinya]: Ibid :123]

    Demikianlah beberapa karunia yang diberikan Allah kepada Ummat Muhammad yang tidak diberikannya kepada ummat lainnya.

  4. sopian Says:

    aku suka….


  5. Sdr Soplan.
    Terimakasih telah singgah di Blog ini, mudah-mudahan ada manfaatnya, amin.
    Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.